Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE LEVEL AND NURSE’S ATTITUDE TOWARD SPIRITUAL CARE IN PKU MUHAMMADIYAH HOSPITAL OF YOGYAKARTA Viantika Kusumasari; Suharsono Suharsono; Diah Rivani
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.504 KB) | DOI: 10.36577/jkkh.v6i2.280

Abstract

Kesejahteraan spiritual sebagai aspek yang terintegrasi pada manusia dikarakteristikkan denganadanya makna dan harapan. Perawatan yang berkualitas harus memasukkan aspek spiritual dalaminteraksi antara perawat dan klien dalam bentuk hubungan saling percaya, memfasilitasi lingkunganyang mendukung dan memasukkan spiritual dalam perencanaan jaminan yang berkualitas.Keperawatan spiritual merupakan suatu elemen perawatan kesehatan berkualitas dengan menunjukkankasih sayang pada klien sehingga terbentuk hubungan saling percaya dan rasa saling percaya diperkuatketika pemberi perawatan menghargai dan mendukung kesejahteraan spiritual klien denganmemberikan keperawatan spiritual.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap perawatterhadap Spiritual care di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Komponen pengetahuan adalahpengertian, dimensi, manfaat, dan proses asuhan keperawatan spiritual. Sedangkan komponen sikapadalah bertanggung jawab dalam memberikan keperawatan spiritual dan memfasilitasi kebutuhanspiritual klien dengan memberikan keperawatan spiritualResponden dalam penelitian ini adalah perawat rawat inap di RS PKU MuhammadiyahYogyakarta sebanyak 50 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive samplingdan untuk menentukan besarnya sampel menggunakan rumus dari Isaac dan Michael. Penelitian inimerupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Alat penelitian berupakuesioner yang telah diuji cobakan kepada 20 responden.Analisa data untuk penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rank, dihasilkanr=0,358 dan p=0,011. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermaknaantara tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap Spiritual care di RS PKUMuhammadiyah Yogyakarta. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik(86%) dan sikap yang cukup (56%) terhadap Spiritual care.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang bermakna antara tingkatpengetahuan dan sikap perawat terhadap Spiritual care
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KONSEP DIRI PADA MAHASISWA D3 KEBIDANAN YANG MENGALAMI OBESITAS DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA David Haryanto; Suharsono; Ririn Wahyu Widayati
Jurnal Kesehatan dan Sains Vol 1 No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN DAN SAINS (JKS)
Publisher : LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja dalam perkembangannya mengalami perubahan baik segi fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang sering terjadi pada remaja yaitu obesitas. Penampilan fisik merupakan hal yang sangat penting karena pada masa ini individu mulai banyak berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dan juga lawan jenisnya. Hal ini menyebabkan konsep diri pada remaja putri bisa dilihat kurang atau tidaknya sesuai dengan masalah yang dialaminya. Pada mahasiswa yang memilki konsep diri negatif perlu diberikan dukungan agar konsep diri mahasiswa menjadi positif. Pada studi pendahuluan yang dilakukan rata-rata mahasiswa yang mengalami obesitas mendapat dukungan dengan konsep diri positif.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan konsep diri mahasiswa D3 kebidanan yang mengalami obesitas di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dan bersifat kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah Respoden 39 mahasiswa. Data diolah dan dianalisis dengan uji statistik yaitu uji alternatif Fisher’s Exact Test.Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara dukungan sosial dengan konsep diri mahasiswa D3 kebidanan yang mengalami obesitas di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta dengan nilai p-value 0,003<0,05. Kemudian keeratan hubungan yang sedang dengan nilai 0,459. Keeratan hubungan dikatakan sedang apabila p-value= 0,400 – 0,599.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara dukungan sosial dengan konsep diri mahasiswa D3 kebidanan yang mengalami obesitas di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta.
PENGARUH TERAPI PERILAKU TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA KLIEN RIWAYAT PERILAKU KEKERASAN DI RSJ PROF. DR. SOEROYO MAGELANG Suharsono Suharsono; Dwi Ari Murti W.; Nor Hidayah Poltekkes Kemenkes Semarang
Jurnal Kebidanan VOLUME 06 No.02, Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v6i02.136

Abstract

ABSTRAK Salah satu masalah keperawatan pada klien gangguan jiwa adalah riwayat perilaku kekerasan. Masalah ini dialami oleh 36, 64% dari klien yang dirawat di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Sedangkan terapi perilaku baru diberikan pada 30,34% bangsal rawat inap RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  terapi perilaku terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien riwayat perilaku kekerasan di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen. Variabel independen adalah terapi perilaku sedangkan variable dependen adalah kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Populasi penelitian ini adalah semua klien riwayat perilaku kekerasan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive, besarnya 23 klien. Analisis statistik yang digunakan adalah paired sampel t-test. Variabel terapi perilaku dengan skala ukur nominal, variable kemampuan mengontrol perilaku kekerasan dengan skala ukur ordinal. Pengambilan data dengan lembar observasi untuk mengetahui tingkat kemampuan mengontrol perilaku kekerasan tingkat baik, cukup dan kurang. Melalui uji-T didapatkan hasil p value = 0,000 pada a 5% (0.05) sehingga p value < 0,05, hal tersebut menunjukkan bahwa terapi perilaku berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan  kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien setelah diberikan terapi perilaku. Kemampuan mengontrol perilaku kekerasan sebelum diberikan perlakuan tingkat baik 2 klien (8,70%), cukup 14 klien (60,90%), kurang 7 klien (30,40%). Setelah diberikan perlakuan didapatkan peningkatan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan menjadi tingkat baik 9 klien (39,10%), cukup 13 klien (56,50%), kurang 1 klien (4,40%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi perilaku berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan  kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien.   Kata kunci : Terapi perilaku, Perilaku kekerasan
PENERAPAN HASIL PENELITIAN PSIKOEDUKASI DALAM PENURUNAN MASALAH PSIKOSOSIAL KELUARGA PASCA BENCANA DI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PROMOTIP, PREVENTIP, KURATIP DAN REHABILITATIP DI DUSUN JEMBLUNG, DESA SAMPANG, KECAMATAN KARANGKOBAR, KABUPATEN BANJARNEGARA Erna Erawati; Suharsono Suharsono; Suyanta Suyanta; Wiwin Reni Rachmawati; Siti Arifah; Moh Hanafi
Jurnal LINK Vol 12, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.381 KB) | DOI: 10.31983/link.v12i1.419

Abstract

As a part of management disaster, the intervention of psycho education has been done by a nurse in Diploma IV nursing program as dedication to community. The aims of  dedication to community is to explore the effect of psycho education among survivor of landslide in Banjarnegara in decreasing psychosocial problem. Method: We used psycho education as intervention and After implementation for 50 hours with technique of focus group discussion there was a significant decrease in psychosocial problem among family with survivor of landslide. We recommended that psycho education become of disaster management.
Therapeutic Effect of Cognitive Ability Activities Of Daily Life In the Day Hospital Clients Grasia Schizophrenia in Yogyakarta Suharsono Suharsono; Siti Arifah; Nuning Sri Wahyuni
Jurnal LINK Vol 9, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2364.6 KB) | DOI: 10.31983/link.v9i3.301

Abstract

Schizophrenia refers to a group of severe, disabling psychiatric disorders marked by withdrawal from reality, illogical thinking, possible delusions and hallucinations, and other emotional, behavioral, or intellectual disturbances. These disturbances may affect everything from speech, affect, and perception to psychomotor behavior, interpersonal relationships, and sense of self. The outcome of this disorder can infulence of the ability of activity daily living. The aim of this study was to know the influence of cognitive therapy toward the ability of activity daily living in schizophrenic client at Grhasia hospital Yogyakarta province. Pra experiment design : one group Pre test post was applied. The sampel of this study consist o f 17 schizophrenic client and purpossive sampling was applied. Barthel index was used to measure the ability of activity daily living before and after cognitive therapy. The result of this study has shown that there was an increase of ability of activity daily living after cognitive therapy by Z : 3,537 and p value 0.00. The result of this study could guide the nurse to perform cognitive therapy in dealing with some problems in client with schizophrenia
PENERAPAN STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN INDONESIA DENGAN PROMOSI HARGA DIRI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG Erika Aprilliya; Erna Erawati; Suyanta Suyanta; Suharsono Suharsono
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i2.1242

Abstract

Schizophrenia is a medical diagnosis that has mental problems in individuals with abnormal social behavior. Schizophrenia has negative symptoms, one of which is low self-esteem. Low self-esteem is a negative view that is owned by himself so that his self-confidence and self-esteem are lost. The aim of the research is to describe the application of Indonesian nursing intervention standards with the promotion of self-esteem, namely motivation to accept challenges or new things. Motivation to accept challenges/new things aims to restore self-confidence and explore one's abilities. This research uses a descriptive method in the form of a case study. The results of this study indicate that there is an increase in low self-esteem in patients.
Hubungan Hubungan Kecanduan Penggunaan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang Naufal Firdaus; Sunarko; Angga Sugiarto; Suharsono
JURNAL PSIMAWA Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v6i1.2992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 185 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur penelitian ini menggunakan bergen social media addiction scale dan pittsburgh sleep quality index. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 73% responden mengalami kecanduan penggunaan media sosial tingkat sedang dan 75,7% responden mengalami kualitas tidur buruk.  Hasil analisis bivariat dengan menggunakan somers’d menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p) = 0.001 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kecanduan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Hubungan positif manandakan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan penggunaan media sosial maka semakin buruk kualitas tidur pada mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kecanduan penggunaan media sosial, maka semakin baik kualitas tidur mahasiswa.
The HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI SMAN 1 PACITAN KABUPATEN PACITAN Linggar Rolis; Angga Sugiarto; Erna Erawati; Suharsono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1535

Abstract

Terdapat 966 kasus penghinaan citra tubuh (body shaming) yang ditangani oleh polisi dari seluruh Indonesia sepanjang tahun 2018, 347 kasus selesai, baik melalui penegakan hukum maupun mediasi. Salah satu efek yang ditimbulkan dari tindakan body shaming ini adalah turunya kepercayan diri yang dimiliki oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-April 2022 menggunakan desain penelitian kuantitatif metode korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. hasil karakteristik yang banyak menerima perilaku body shaming adalah jenis kelamin perempuan. Hasil uji kendall tau didapatkan nilai τ =0,003 (τ<0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar -0,351 artinya hubungan keeratan rendah dan arah korelasinya negatif yaitu semakin tinggi body shaming maka kepercayaan diri korban semakin rendah. Ada hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN STROKE Suharsono, Suharsono
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v10i2.569

Abstract

Latar belakang : Stroke merupakan penyakit kronik yang membutuhkan waktu perawatan dan penyembuhan yang cukup lama, sehungga menyebabkan pasien merasa tidak berdaya. Terjadinya disbilitas fisik pada pasien stroke menyebabkan timbulnya berbagai masalah fisik maupun psikologis. Perubahan psikologis yang ada tersebut diantaranya adalah terjadinya masalah harga diri rendah dan depresi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara harga diri dengan tingkat depresi pada pasien stroke. Metodologi : Disain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah pasien stroke yang sedang dirawat di RSD Panembahan Senopati Bantul. Cara pengambilan sample dilakukan secara accidental sampling dan didapat sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data dengan menggunakan instrumen Rosenbergs Self Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri dan Beck Depression Inventory (BDI) untuk tingkat depresi. Uji statistik korelasi spearman rank digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan harga diri tinggi (26,7%) dan sedang sebesar 60 % , sedangkan pasien dengan harga diri rendah (13,3%). Pasien dengan tingkat depresi sedang (50%), dengan tingkat depresi ringan adalah 33,3% dan pasien dengan tingkat depresi berat adalah 16,7%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara harga diri dengan tingkat depresi pada pasien stroke dengan nilai p <0,005 dan nilai r=0,377-0,59. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara harga diri dengan tingkat depresi pada pasien stroke di RSD Panembahan Senopati Bantul. Kata kunci : stroke, harga diri, depresi
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Skizofrenia dengan Masalah Risiko Perilaku Kekerasan Prajna Muthi, Annisa; Angga Sugiarto; Suharsono; Erna Erawati
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v6i2.2358

Abstract

Schizophrenia is a severe and chronic mental disorder that can cause positive and negative symptoms. One of the positive symptoms of schizophrenia, namely disorganized speech, is a manifestation of the risk of violent behavior. The risk of violent behavior is a form of expression of anger that is expressed excessively and uncontrollably verbally to the point of injuring the individual himself, other people or damaging the environment. This is motivated by an increase in the risk of violent behavior from 2021 to 2022 reaching 1422 patients. There is a fairly high increase, so there will be the application of progressive muscle relaxation therapy to control the patient's anger. The case study was carried out for five days from March 14 to March 18 2023 with the aim of knowing the implementation of nursing care for schizophrenic patients with a risk of violent behavior through progressive muscle relaxation therapy. Involving one subject using a descriptive method. The results obtained after doing progressive muscle relaxation therapy, the patient's self-control increased with decreased verbalization of swearing, decreased behavior that damaged the surrounding environment, decreased aggressive behavior, decreased loud voices, decreased sharp speech. Abstrak   Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dan kronis yang dapat menimbulkan gejala positif dan negatif. Salah satu gejala positif skizofrenia, yaitu bicara tidak teratur, merupakan manifestasi dari risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk ekspresi kemarahan yang diungkapkan secara berlebihan dan tidak terkendali secara verbal hingga melukai individu itu sendiri, orang lain, atau merusak lingkungan. Hal ini dilatarbelakangi oleh peningkatan risiko perilaku kekerasan pada tahun 2021 hingga 2022 mencapai 1422 pasien. Terdapat peningkatan yang cukup tinggi sehingga akan dilakukan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk mengendalikan amarah pasien. Studi kasus dilakukan selama lima hari pada tanggal 14 Maret s/d 18 Maret 2023 dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan melalui terapi relaksasi otot progresif. Melibatkan satu subjek dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil yang didapat setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif, kontrol diri pasien meningkat dengan penurunan verbalisasi makian, penurunan perilaku merusak lingkungan sekitar, penurunan perilaku agresif, penurunan suara keras, penurunan ucapan tajam.