Kajian literatur ini difokuskan untuk menelaah sejauh mana Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan literasi sains dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap 24 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020–2025. Artikel dikumpulkan dari beberapa basis data bereputasi, yaitu Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan ERIC. Pemilihan artikel didasarkan pada kriteria inklusi berupa penelitian empiris yang mengkaji penerapan PBL dalam pembelajaran sains serta mengukur literasi sains dan/atau HOTS peserta didik. Sementara itu, artikel non-empiris, prosiding tanpa proses peer review, serta publikasi di luar rentang waktu yang ditetapkan dikeluarkan dari analisis. Data dianalisis menggunakan content analysis dan thematic synthesis untuk mengidentifikasi kecenderungan temuan utama secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi sains dan HOTS. Model ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif pembelajaran melalui penyelesaian masalah autentik, sehingga mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis, analitis, evaluatif, dan kreatif. Temuan juga menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan media digital seperti simulasi PhET, blended learning, aplikasi Solar System Scope, serta video animasi mampu memperkuat hasil belajar sekaligus meningkatkan motivasi peserta didik. Keberhasilan implementasi PBL dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, terutama kemampuan guru dalam merancang masalah yang kontekstual dan bermakna, dukungan lingkungan belajar yang kondusif, serta kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran. Dengan demikian, PBL dapat dipandang sebagai strategi pembelajaran yang relevan dan efektif untuk mengembangkan literasi sains dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.