Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA GURU MTsN 1 TANGERANG SELATAN Yulia Dwi Fatmawati; Ayatun Fil Ilmi; Holidah Holidah; Riris Andriati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i3.3803

Abstract

ABSTRAKNyeri merupakan penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang, salah satu nyeri yang dapat menyebabkan kecacatan dan dapat menyebabkan masalah dalam kesehatan adalah Nyeri punggung bawah atau Low back pain. Menurut WHO 2013 Low back pain   merupakan diagnosis untuk suatu penyakit namun merupakan nyeri yang dirasakan di area yang terkena bervariasi lama terjadinya nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis faktor determinan keluhan Low back pain   pada guru MTsN 1 Tangerang Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana jumlah populasi sebanyak 76 responden guru. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Faktor yang berhubungan adalah variabel lama duduk dengan p-value 0,024 dan variabel posisi kerja dengan p-value 0,016 faktor yang tidak berhubungan adalah variabel usia dengan p-value 0,344, variabel jenis kelamin dengan p-value 0,118, variabel masa kerja dengan p-value 0,108 dan kebiasaan merokok dengan p-value 1,000 berdasarkan hasil analisis multivariate didapatkan OR = 4,125 yang menunjukan responden yang bekerja dengan waktu duduk yang lama memiliki peluang 4,125 kali mengalami risiko keluhan low back pain. Maka dari itu variabel yang paling dominan adalah lama duduk berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 76 guru MTsN 1 Tangerang Selatan. Disimpulkan bahwa dari total 76 responden terdapat 63 responden (82,9%) mengalami keluhan low back pain ringan-sedang dan 13 responden (17,2%) mengalami keluhan low back pain parah – sangat tersiksa dan variabel yang paling dominan adalah variabel lama duduk. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi dan pemahaman bagi guru di MTsN 1 Tangerang Selatan dan dapat menggunakan waktu kosong saat jam kerja dengan merenggangkan otot tubuh. Kata kunci: Low back pain, Posisi Kerja, Lama Duduk dan Guru
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Fikih di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Ma'muroh Ma'muroh; Rohanah Rohanah; Yulia Yulia; Liza Puspa Dewi
Jurnal Jembatan Efektivitas Ilmu dan Akhlak Ahlussunah Wal Jama'ah Vol 6 No 1 (2025): March
Publisher : LPPM UNU CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jeas.v6i1.1313

Abstract

Study purpose. This study aims to examine and analyze the instructional strategies of Islamic Religious Education (PAI) based on fiqh implemented at STIKes Widya Dharma Husada (WDH) Tangerang within the context of nursing education. This research is motivated by the importance of integrating Islamic values, particularly Islamic jurisprudence (fiqh), into the development of ethical and spiritual competencies among nursing students in accordance with the 2021 AIPNI Curriculum. Material and method. A qualitative approach with a case study design was employed, involving PAI lecturers, students, and curriculum developers as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and were analyzed thematically. The findings reveal that the applied teaching strategies include Problem-Based Learning (PBL), thematic discussions, and contextual simulations. Results. These strategies have been proven effective in enhancing students’ understanding of fiqh and fostering ethical and religious awareness in nursing practice. The lesson plans and syllabi explicitly demonstrate the integration of fiqh into learning outcomes. Students expressed positive responses to the contextual and interactive approach, although several challenges were noted, including limited instructional time and the availability of supporting materials. This study concludes that the application of fiqh-based PAI teaching strategies at STIKes WDH effectively contributes to shaping Islamic character within the nursing profession. Cunclosions. The results offer both theoretical and practical contributions to the development of religious education models in health-related higher education institutions.
Pendidikan Kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut dan Pemanfaatan Rimpang sebagai Terapi Alternatif pada Anak Sekolah di Kota Tangerang Selatan Yulia Yulia; Ika Suswanti; Inggri Dwi Rahesi; Ma'muroh Ma'muroh; Rohanah Rohanah; Satriani Satriani; Anggraini Karditiawati; Lailatul Qomariyah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.606

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang umum terjadi masyarakat, angka kejadiannya meningkat pada kelompok rentan seperti anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan terkait penyakit ISPA serta pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan ISPA. Metode: Pendekatan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan sasaran 39 siswa yang berada dilingkungan yayasan x di wilayah tangerang selatan pada tahun 2025. Hasil: Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 90% siswa mengalami peningkatan pengetahuan dalam pertanyaan definisi, gejala dan cara pencegahan ISPA. Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 80% mengetahui kelompok usia rentan ISPA dan faktor penyebab ISPA. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai ISPA dan pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan. Edukasi ini penting dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit ISPA pada anak-anak.
Hubungan antara kualitas tidur dan depresi pada remaja: studi cross sectional Indonesian Family Life Survey 5 Ika Suswanti; Yulia; Inggri Dwi Rahesi; Nurmiwiyati; Khalipatun Sahara
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.6539

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental saat ini menjadi isu yang menarik untuk diteliti khususnya di kalangan remaja. Aspek biologis dan psikososial seringkali menjadi faktor penyebab depresi pada remaja. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik terhadap kejadian depresi pada remaja berdasarkan data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5.   Metode: Penelitian dengan design studi potong lintang menggunakan data sekunder IFLS-5 pada periode pengumpulan data tahun 2014 sampai 2015 yang melibatkan 3.580 remaja usia 14-19 tahun. Penilaian depresi menggunakan instrument Center for Epidemiological Studies Depression Scale (CESD-10) dengan kategori depresi apabila ditemukan skor lebih dari 10 poin. Variabel lain yang diukur meliputi karakteristik demografi (usia, tempat tinggal, jenis kelamin, tingkat pendidikan), aktivitas fisik, kualitas tidur dan indeks masa tubuh. Untuk melihat hubungan antara faktor risiko dengan kejadian depresi dilakukan analisis secara bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Mayoritas subjek penelitian adalah perempuan, tempat tinggal di urban, dan pendidikan SMA. Kejadian depresi pada remaja ditemukan sebesar 30,2%. Secara independen jenis kelamin perempuan, aktivitas fisik berat, serta kualitas tidur yang buruk (p<0,001) berkaitan dengan kejadian depresi pada remaja. Analisis multivariat menujukkan faktor kualitas tidur yang buruk meningkatkan kecenderungan 2,728 kali lebih tinggi untuk mengalami depresi. Sementara aktivitas fisik rendah meningkatkan 1,655 kali untuk terjadinya depresi pada remaja.   Simpulan: Angka kejadian depresi pada remaja mencapai 30,2%, memperbaiki pola hidup termasuk kualitas tidur dan aktivitas fisik menjadi faktor penting untuk mengurangi kecenderungan kejadian depresi pada remaja. Pentingnya intervensi berbasis pola tidur sehat dan peningkatan aktivitas fisik dalam upaya pencegahan depresi pada remaja.