Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model prediksi keselamatan berkendara pengguna sepeda motor dengan konsep health belief model Syaiful Bahri; Lailatul Qomariyah; Habibah Noer Azzahra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 10 (2024): Volume 18 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i10.576

Abstract

Background: Traffic accidents are a global health issue and the leading cause of death in Banten Province. Motorcycle accidents result in fatalities in South Tangerang City and have a significant economic and social impact. Purpose: To find effective strategies to improve road safety and reduce motorcycle accident fatalities. Method: Quantitative research with a cross-sectional study design and a sample size of 258 respondents. Data collection by filling out questionnaires and data processing using SmartPLS. The dependent variable of this study is safe driving behavior, while the independent variable is the characteristic factor. Results: Based on a sample size of 258 respondents, 54.7% were female and 45.3% were male with an average age of 21.02 years. As many as 45.7% had poor driving behavior, while 79.1% had good driving safety knowledge. The results of the outer model evaluation showed that several indicators of driving behavior and driving knowledge were removed because they did not meet the validity criteria. After remodeling, all indicators were declared valid and reliable with outer loading values> 0.4, AVE> 0.5, and adequate CR, and there were no collinearity problems in the formative variables. Conclusion: Knowledge, perceived benefits, and self-efficacy have significant relationships with safe driving behavior. In addition, less safe driving behavior is more often done by male respondents, single drivers, and those with lower education levels. Suggestion: Comprehensive interventions need to be developed, such as creating driving training programs that emphasize improving driving skills and compliance with traffic regulations, risk awareness campaigns through various media that focus on the impact of accidents, and the importance of safe driving behavior.   Keywords: Driving Safety; Health Belief Model; Motorcycles; Structural Equation Modelling Partial Least (SEM-PLS).   Pendahuluan: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan global dan penyebab utama kematian di Provinsi Banten. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor menyebabkan kematian di Kota Tangerang Selatan dan memiliki dampak sangat besar secara ekonomi dan sosial. Tujuan: Untuk menemukan strategi yang efektif dalam meningkatkan keselamatan berkendara dan menurunkan angka kematian akibat kecelakaan sepeda motor. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 258 responden. Pengumpulan data dengan mengisi kuesioner dan pengolahan data menggunakan SmartPLS. Variabel dependen penelitian ini adalah perilaku berkendara aman, sedangkan variabel independen adalah faktor karakteristik. Hasil: Berdasarkan jumlah sampel sebanyak 258 responden, 54.7% adalah perempuan dan 45.3% laki-laki dengan rata-rata usia 21.02 tahun. Sebanyak 45.7% memiliki perilaku berkendara kurang baik, sementara 79.1% memiliki pengetahuan baik tentang keselamatan berkendara. Evaluasi outer model menunjukkan beberapa indikator perilaku berkendara dan pengetahuan dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria validitas. Setelah remodelling, seluruh indikator dinilai valid dan reliabel dengan nilai outer loading >0.4, AVE >0.5, dan CR memadai, serta tidak ada masalah kolinearitas pada variabel formatif. Simpulan: Pengetahuan, persepsi manfaat, dan self-efficacy memiliki hubungan signifikan dengan perilaku berkendara aman. Selain itu, perilaku berkendara yang kurang aman lebih sering dilakukan oleh responden laki-laki, pengemudi tunggal, dan mereka dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah. Saran: Perlu dikembangkan intervensi yang komprehensif, seperti membuat program pelatihan berkendara yang menekankan untuk meningkatkan keterampilan berkendara dan kepatuhan akan aturan lalu lintas, kampanye kesadaran risiko melalui berbagai media yang fokus pada dampak kecelakaan, dan pentingnya berperilaku berkendara aman.   Kata Kunci: Health Belief Model; Keselamatan Berkendara; Sepeda Motor; Structural Equation Modelling Partial Least (SEM-PLS).
IMPROVING OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY KNOWLEDGE THROUGH COUNSELING FOR CONSTRUCTION WORKERS AT THE MITRA KELUARGA BSD HOSPITAL PROJECT Lailatul Qomariyah; Muhammad Zulfikar Adha; Syaiful Bahri; Lela Kania Rahsa Puji; Frida Kasumawati; Novita Faulian Syahrani; Ayu Syafitri; Meilina Ardela
Gapura (Garba Pembangunan Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : STIESA-PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and compliance of construction workers with occupational safety and health (K3) through counseling at the Mitra Keluarga BSD Hospital Project of PT. Tatamulia Nusantara Indah. The activity methods include K3 counseling, training on the use of PPE, and evaluation through pre-tests and post-tests. A total of 24 workers participated in this activity. The results showed an increase in knowledge scores from an average pre-test score of 94.1 to 91.25 in the post-test, and 79% of workers experienced an increase in scores after the training. The training also increased understanding of work hazards, safety procedures, and the use of PPE. Thus, the K3 counseling and training program has proven effective in increasing workers' awareness and ability to implement occupational safety. This activity is recommended to be carried out periodically to strengthen the K3 culture in construction projects.
Pendidikan Kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut dan Pemanfaatan Rimpang sebagai Terapi Alternatif pada Anak Sekolah di Kota Tangerang Selatan Yulia Yulia; Ika Suswanti; Inggri Dwi Rahesi; Ma'muroh Ma'muroh; Rohanah Rohanah; Satriani Satriani; Anggraini Karditiawati; Lailatul Qomariyah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.606

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang umum terjadi masyarakat, angka kejadiannya meningkat pada kelompok rentan seperti anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan terkait penyakit ISPA serta pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan ISPA. Metode: Pendekatan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan sasaran 39 siswa yang berada dilingkungan yayasan x di wilayah tangerang selatan pada tahun 2025. Hasil: Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 90% siswa mengalami peningkatan pengetahuan dalam pertanyaan definisi, gejala dan cara pencegahan ISPA. Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 80% mengetahui kelompok usia rentan ISPA dan faktor penyebab ISPA. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai ISPA dan pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan. Edukasi ini penting dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit ISPA pada anak-anak.
HUBUNGAN ANTARA USIA, TINGKAT PENDIDIKAN DAN KARAKTERISTIK TEMPAT TINGGAL DENGAN PEDICULOSIS CAPITIS PADA SANTRIWATIWATI Lailatul Qomariyah; Zenyta Zenyta; Humaira Fadhilah; Doddy Faizal
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v10i2.5917

Abstract

Pediculosis capitis merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat di seluruh dunia. Penyebab peradangan kulit kepala adalah infeksi parasit pediculosis humanus var. capitis, juga dikenal sebagai kutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia, tingkat pendidikan dan karakteristik tempat tinggal dengan pediculosis capitis di pondok pesantren Al-Hidayah Boarding School. Jenis penelitian ini analitik observational dengan desain penelitian menggunakan cross sectional dan besar sampel berjumlah 110 responden. Lokasi penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hidayah Boarding School. Teknik pengumpulan data secara stratified random sampling. Data diolah secara komputerisasi. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia (p-value = 0,004), tingkat pendidikan (p-value = 0,018), karakteristik tempat tinggal (p-value = 0,003) dengan pediculosis capitis di pondok pesantren Al-Hidayah Boarding School. Usia, tingkat pendidikan dan karakteristik tempat tinggal berhubungan dengan pediculosis capitis di pondok pesantren Al-Hidayah Boarding School.
Pengelolaan Limbah Medis B3 di Rumah Sakit X Kota Tangerang Selatan Lailatul Qomariyah; Angellia Fitriani; Imas Maharani; Laela Rahma Andini; Rheiva Meutia; Veni Oktavia
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 4 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v4i1.2526

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada potensi risiko limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan oleh fasilitas kesehatan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit X, Kota Tangerang Selatan berdasarkan aspek reduksi, pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan tinjauan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis B3 pada sebagian besar tahapan telah dilakukan sesuai dengan prosedur operasi standar dan peraturan yang berlaku, terutama pada aspek pemilahan, penyimpanan, pelabelan, dan pengangkutan. Namun, implementasi upaya reduksi limbah masih belum optimal. Data produksi limbah menunjukkan fluktuasi dengan rata-rata 382,27 kg per bulan pada tahun 2025 dan peningkatan pada awal tahun 2026. Variasi jumlah limbah dipengaruhi oleh jumlah kunjungan pasien, jenis layanan, dan kapasitas fasilitas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan limbah medis berbahaya di Rumah Sakit X telah memenuhi sebagian besar aspek teknis dan peraturan, tetapi masih memerlukan penguatan strategi pengurangan limbah dan peningkatan efektivitas pengelolaan berkelanjutan untuk meminimalkan risiko terhadap lingkungan.