Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Samama (Antocephalus macrophyllus Roxb) Jumadil Thepu; Juni La Djumat; Kamaruddin Kamaruddin; Tekat Dwi Cahyono; Farida Bahalwan
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.123

Abstract

Samama adalah salah satu tanaman pionir yang mudah tumbuh di alam. Samama juga telah di budidayakan dengan berbagai teknik khusus untuk memperbaiki periode awal pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fungi mikoriza arbuskula dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit Samama. Pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) yang terdiri dari dua tarap perlakuan, yaitu M0 = Tanpa Pupuk (kontrol) dan M1=Glomus sp 5 gram/polybag. Faktor kedua yaitu penambahan pupuk kandang yang terdiri dari tiga tarap perlakuan, P0 = Tanpa Pupuk (kontrol), P1 = 100 gram/polybag, P2 = 200gram/polybag. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semua perlakukan berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan panjang daun. Selain itu, berat segar tanaman, berat kering total dan nisbah pucuk akar. Sementara itu interaksi FMA dan pupuk kandang tidak nyata.
Produksi Inokulum Fungi Mikoriza Arbuskula dengan Tiga Tanaman Indikator Pueraria javanica, Sorghum vulgare dan Setaria italica Sedek Karepesina; Juni La Djumat; Hadidjah Latuponu
Jurnal Agrohut Vol 12 No 1 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i1.133

Abstract

Fungi mikoriza arbuskular (FMA) merupakan salah satu jenis fungi pembentuk mikoriza yang akhir-akhir ini cukup populer mendapat perhatian dari para ahli biologi dan lingkungan. Jamur ini diperkirakan pada masa yang akan datang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif teknologi untuk membantu pertumbuhan, peningkatan produktivitas, dan kualitas tanaman hutan terutama yang ditanam pada lahan marginal yang kurang subur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sumber organik dan tanaman inang terbaik untuk perluasan FMA sebagai pupuk hayati. Percobaan disusun dengan rancangan petak terpisah (split split plot) yang disusun dengan rancangan dasar acak lengkap. Petak utama adalah media tanam ( M1) = zoelit dan ( M2) = pasir. Anak petak adalah sumber fosfor, yaitu (P1) = arang sekam sagu, (P2) = arang sekam padi 20 gram/tanaman/pot. Anak-anak petak adalah inangnya, yaitu (T1) = Pueraria javanica, (T2) = Sorgum vulgare, (T3) = Setaria italica. Setiap taraf perlakuan terdiri dari 5 ulangan, sehingga jumlah satuan perlakuan sebanyak 2 x 2 x 3 x 5 = 60 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap kolonisasi FMA, jumlah spora dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi media tumbuh, sumber fosfor dan inang berpengaruh terhadap kolonisasi FMA (Glomus sp), jumlah spora dan berat kering tanaman. Zoelit, arang sekam padi dan inang Sorghum vulgare dapat meningkatkan kolonisasi FMA (Glomus sp). Medium zoelit, arang sekam padi dan Sorgum vulgare merupakan paket yang sesuai untuk menghasilkan spora FMA (Glomus sp spesifik Maluku)
Kontributor dan Faktor Utama Kerawanan Pangan pada Daerah 3T: Studi Kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur M Indra Rumasukun; Kamaruddin Kamaruddin; Weksi Budiaji; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan studi kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan data primer serta sekunder dari tahun 2023, penelitian ini menganalisis aspek ketersediaan, distribusi, konsumsi pangan, serta ketahanan pangan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi besar dalam produksi pangan lokal seperti sagu, ikan laut, dan protein hewani, kerawanan pangan masih tinggi akibat distribusi yang terbatas, infrastruktur lemah, serta rendahnya diversifikasi konsumsi pangan. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) dan tingkat konsumsi energi per kapita juga berada di bawah standar ketahanan pangan nasional. Rekomendasi diarahkan pada peningkatan konektivitas antarwilayah, optimalisasi komoditas lokal, serta edukasi konsumsi gizi seimbang.
Respon Cabai Rawit setelah di pupuk Limbah Pengolahan Sagu dan Budidaya Bioflok Ikan Mujair Hadidjah Latuponu; Yenni Sofian; Mohammat Saleh Kumkelo; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi optimal antara limbah bioflok dan ela sagu sebagai pupuk alami bagi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Potensi pemanfaatan limbah bioflok dan sagu berasal dari sektor perikanan dan pengolahan sagu yang berkembang di Maluku. Limbah bioflok, yang kaya nutrisi organik, dan limbah padat sagu (ela sagu), yang kaya bahan organik, dipadukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor: air limbah bioflok dan ela sagu, dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa kombinasi air limbah bioflok dan ela sagu memiliki pengaruh signifikan terhadap beberapa variabel pertumbuhan, termasuk jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan kombinasi terbaik diperoleh pada taraf A₂P₂, yaitu dengan 75% air limbah bioflok dan 50% ela sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua limbah tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang efektif dalam meningkatkan hasil tanaman cabai rawit, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia
Respon Cabai Rawit setelah di pupuk Limbah Pengolahan Sagu dan Budidaya Bioflok Ikan Mujair Hadidjah Latuponu; Yenni Sofian; Mohammat Saleh Kumkelo; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/g8fgmv50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi optimal antara limbah bioflok dan ela sagu sebagai pupuk alami bagi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Potensi pemanfaatan limbah bioflok dan sagu berasal dari sektor perikanan dan pengolahan sagu yang berkembang di Maluku. Limbah bioflok, yang kaya nutrisi organik, dan limbah padat sagu (ela sagu), yang kaya bahan organik, dipadukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor: air limbah bioflok dan ela sagu, dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwakombinasi air limbah bioflok dan ela sagu memiliki pengaruh signifikan terhadap beberapa variabel pertumbuhan, termasuk jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan kombinasi terbaik diperoleh pada taraf A₂P₂, yaitu dengan 75% air limbah bioflok dan 50% ela sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua limbah tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang efektif dalam meningkatkan hasil tanaman cabai rawit, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Kontributor dan Faktor Utama Kerawanan Pangan pada Daerah 3T: Studi Kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur M. Indra Rumasukun; Kamaruddin Kamaruddin; Weksi Budiaji; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/erg1h275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan studi kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan data primer serta sekunder dari tahun 2023, penelitian ini menganalisis aspek ketersediaan, distribusi, konsumsi pangan, serta ketahanan pangan rumahtangga. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi besar dalam produksi pangan lokal seperti sagu, ikan laut, dan protein hewani, kerawanan pangan masih tinggi akibat distribusi yang terbatas, infrastruktur lemah, serta rendahnya diversifikasi konsumsi pangan. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) dan tingkat konsumsi energi per kapita juga berada di bawah standar ketahanan pangan nasional. Rekomendasi diarahkan pada peningkatan konektivitas antarwilayah, optimalisasi komoditas lokal, serta edukasi konsumsi gizi seimbang