Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Extrapolasi

ANALISIS CAMPURAN BETON BERPORI DENGAN AGREGAT BERGRADASI TERPISAH DITINJAU TERHADAP MUTU DAN BIAYA Widhiarto, Herry; Sujatmiko, Bambang
EXTRAPOLASI Vol 5 No 02 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i02.817

Abstract

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi mutu beton salah satu diantaranya distribusi susunan butiragregat (gradasi), agregat bergradasi baik dalam campuran beton dapat menghasilkan beton yang berkualitasyaitu mudah dikerjakan (workability), awet (durability), kuat (strenght) dan ekonomis. Terkait denganagregat bergradasi baik peneliti ingin menganalisis bagaimana jika menggunakan agregat bergradasi terpisah (gap grading ) yaitu agregat yang memiliki satu atau dua jenis butiran. Fakta dari beberapa sumberagregat yang memiliki susunan butir gap grading, bila dipakai dalam campuran beton akan menghasilkanbeton yang kropos dan berpori. Penelitian ini untuk mengetahui mutu beton dan menganalisis hubunganporositas, resapan terhadap mutu beton serta biaya kebutuhan material beton berpori bila dibandingkandengan beton normal berdasarkan berat volume beton. Metode penelitian eksperimental yaitu denganmelakukan pengamatan dan pengukuran dilaboratorium dengan 75 benda uji, analisis campuran betonmengacu pada beton normal dan Standar Nasional Indonesia ( SNI ). Berdasarkan hasil penelitian dananalisa dapat disimpulkan bahwa : 1.)Kuat tekan beton berpori variasi BP-C sebesar 20,48 Mpa, sedangkankuat tarik belah beton pada variasi BP-C sebesar 5,92 MPa lebih rendah dari beton normal pada umur 28 hari.Dengan demikian Mutu beton tidak mencapai kuat tekan rata-rata yang ditargetkan yaitu 30 Mpa.2.)Porositas dan resapan beton berpengaruh pada mutu beton, semakin besar nilai porositas menyebabkanmeningkatnya resapan dan menurunya mutu beton, begitu pula sebaliknya. Hal ini dapat dibuktikan dari hasilpenelitian ini bahwa variasi PB-C nilai porositas 21,42 % dan nilai resapan 3,91 %, diperoleh kuat tekansebesar 20,48 MPa, sedangkan porositas beton normal 14,70 % dan nilai resapan 3,62 %, diperoleh kuattekan sebesar 31,71MPa. 3.)Biaya kebutuhan material beton berpori sebesar Rp 567,057.00/mJurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 24 3 atau lebihrendah 12,12 %, jika dibanding dengan beton normal sebesar Rp 645,925.00/m3. berdasarkan berat volumebeton, sehingga berat volume padat beton berpori yang diperoleh dari hasil pengujian sebesar 2089 kg/m3tidak mencapai berat beton normal (2400 kg/cm3)Kata kunci : beton berpori, kuat tekan, kuat tarik, porositas
ANALISIS BIAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DENGAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PROYEK SALURAN KWARTER SELATAN TAMAN SIDOARJO Widhiarto, Herry; Setiadi, Basuki
EXTRAPOLASI Vol 5 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v5i01.813

Abstract

Perusahaan kontraktor berupaya menyelesaikan kontrak kerjanya sesuai bestek (gambar danperhitungan bangunan rencana) selalu dengan melibatkan banyak pekerja bangunan. Pekerja bangunan yangsedang melakukan kegiatan pembangunan tidak terlepas dari berbagai resiko seperti terjadi kecelakaankerja. Banyak pekerja bangunan yang mengalami kecelakaan yang diakibatkan kelalaian kerja,dan beberapa diantaranya diakibatkan kurangnya pengetahuan serta tidak memakai alat pelindung diri dalam bekerja.Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kecelakaankerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan oleh PT. Gemahripah Lohjinawi serta mengetahui biaya yangdikeluarkan dalam usaha pencegahan kecelakaan kerja pada pekerja Saluran Kwarter Selatan olehPT.Gemahripah Lohjinawi. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif (descriptive research) yaitupenelitian yang memberi gambaran dan penjelasan atas keadaan usaha pencegahan kecelakaan kerja padapekerja kontruksi PT. Gemahripah Lohjinawi. Berdasarkan hasil analisa yang ditemukan dapat diambilkesimpulan bahwa Upaya-upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di perusahaan PT. Gemahripah Lohjinawi adalah menerapkan kebijakan SMK3 dengan membentuk P2K3 sedangkan upaya pencegahan kecelakaan dilapangan adalah dengan memasang rambu-rambu kecelakaan kerja, perlengkapan pemadam kebakaran,pemakaian alat pelindung diri (APD), dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan pada pekerjabangunan proyek Saluran Kwarter Selatan. Kendala pemakaian alat pelindung diri yang umum dijumpai padapekerja bangunan PT. Gemahripah Lohjinawi antara lain: tidak leluasa pada waktu bekerja 12 responden atau25,00%, memberatkan 10 responden atau 20,8% menambah pengeluaran 15 responden atau 31,3%, statuspekerja yang belum berpengalaman 8 responden atau 16,7% serta lokasi kerja yang yang jauh sehinggaenggan membawa APD sebayak 3 responden atau 6,25%. Kemudian untuk pembiayaan upaya pencegahankecelakaan kerja ini pihak PT. Gemahripah Lohjinawi juga membayar panitia P2KP dan serta membeliatribut-atribut K3 guna mencgah kecelakan kerja seperti sarung tangan, sepatu booth, kacamata hitam,pakaian kerja dan lain-lain menghabiskan biaya total sebesar Rp. 84.641.250. dan mengikutsertakan pekerjapada jamsostek dengan biaya jaminan sebesar Rp. 2.189.356.Kata kunci : : Kecelakaan kerja, pencegahan, biaya
EVALUASI PROYEK REHABILITASI PEMBANGUNAN GEDUNG DI TINJAU BERDASARKAN WAKTU DAN BIAYA PENGERJAAN (Studi Kasus : Proyek Pembangunan MTsN Paron Kab. Ngawi) Widhiarto, Herry; Nugroho, Meriana Wahyu
EXTRAPOLASI Vol 7 No 01 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v7i01.959

Abstract

The development of construction project currently becomes a more complicated case. The implementation of construction project is a series of interdependent activity through project management system from plan stage up to the implementation itself. The project management system involves the workforce, cost, time, equipment and others , and also schedule delay which effects cost consumming that must be ignored. This study analysis how to determine optimal project time & cost. This case study is performed on the renovation of MTsN Paron Ngawi Regency building. The secondary data involves project cost estimate, time schedule, price analysis list of materials and wages which are analysed further by acceleration crashing methode and overtime extention. From the acceleration process , proved that optimal project time of MTsN Paron Ngawi Regency renovation project is done by expediting the time into 56 days, while the total amount of optimal project cost is Rp. 194,041,862.00. The most optimal option of the acceleration is the augment of overtime, 1 hour,  which generates  project efficiency 0.35 %.Key words : time-cost trade off, optimal project cost, project management, crashing
PENJADWALAN WAKTU PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TELKOM GROUP SURABAYA DENGAN METODE PERT (PROGRAM EVALUATION AND REVIEW TECHNIQUE) Suryanto, Kelik; Widhiarto, Herry; Beatrix, Michella; Fatmawati, Laily Endah
EXTRAPOLASI Vol 17 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v17i1.3617

Abstract

AbstractScheduling project implementation time is an important part of achieving construction project success. Scheduling is an activity to determine the time the activities needed to complete the work. The effect of scheduling on the construction project can have an impact on the project revenue itself, because the longer the time needed, the operational costs will also increase. One method in determining the time scheduling of a project work is PERT (Program Evaluation and Review Technique) Method. The application of PERT method in scheduling project implementation time is to arrange PDM network, Microsoft Project Program can help in planning networking and finding work items that are included in the critical path, estimating three times, namely optimistic time (to), pessimistic time (tp), and most likely time. Then calculate the activity time (Te), Standard Deviation (S), Variation of activities (Ve), and find the probability value. The implementation of the TelkomGroup Surabaya Building project is planned to be built in two buildings consisting of 7 floors of building equipment and 17 floors of the main building. The planning of the construction of the TelkomGroup Surabaya building is planned within 665 days, with the PERT method the project implementation time can be optimized to 576 days with the opportunity to reach only 0.14%..AbstrakPenjadwalan waktu pelaksanaan proyek merupakan bagian yang penting untuk mencapai keberhasilan proyek konstruksi. Penjadwalan adalah kegiatan untuk menentukan waktu kegiatan – kegiatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Pengaruh dari penjadwalan terhadap proyek kostruksi dapat berdampak pada pendapatan proyek itu sendiri, sebab semakin lama waktu yang dibutuhkan maka biaya operasional juga akan semakin membengkak. Salah satu metode dalam menentukan penjadwalan waktu dari suatu pekerjaan proyek adalah Metode PERT (Program Evaluation and Review Technique). Penerapan Metode PERT dalam penjadwalan waktu pelaksanaan proyek adalah menyusun jaringan kerja PDM, Program Microsoft Project dapat membantu dalam merencanakan jaringan kerja dan mencari item pekerjaan yang termasuk kedalam lintasan kritis, memperkirakan tiga waktu yaitu waktu optimis (to), waktu pesimis (tp), dan waktu paling memungkinkan. Kemudian menghitung waktu aktifitas (Te), Deviasi Standar (S), Variasi kegiatan (Ve), dan mencari nilai probabilitas. Pelaksanaan proyek Gedung TelkomGroup Surabaya direncanakan akan dibangun dua gedung yang terdiri dari 7 lantai gedung perangkat dan 17 lantai gedung utama. Perencanaan pembangunan Gedung TelkomGroup Surabaya direncanakan dalam waktu 665 hari, dengan metode PERT waktu pelaksanaan proyek dapat dioptimalisasi menjadi 576 hari dengan peluang tercapai hanya sebesar 0,14%.
PERENCANAAN POLA TANAM PADA JARINGAN IRIGASI GANGSIRAN KABUPATEN JOMBANG Saves, Faradlillah; Widhiarto, Herry; Fatmawati, Laily Endah
EXTRAPOLASI Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/extrapolasi.v18i2.6023

Abstract

AbstrakKondisi musim di Kabupaten jombang yaitu musim hujan dan kemarau membuat ketersediaan air didaerah tersebut tidak merata. Hal ini tentu diperlukan perencanaan pola tata tanam yang tepat pada jaringan irigasi gangsiran Desa Tebel Kecamatan Bareng agar terjadi kestabilan antara ketersediaan dan kebutuhan. Untuk mengetahui curah hujan rata-rata menggunakan metode rata-rata aljabar dengan data curah hujan 10 tahun yaitu 2009 - 2018, lalu untuk mengetahui evapotranspirasi dihitung menggunakan metode penman dan perhitungan debit andalan diperoleh dengan menggunakan metode FJ. Mock. Dari hasil analisis pada daerah irigasi desa Tebel diperoleh nilai debit andalan sebesar 0,017 m³/detik.Berdasarkan debit andalan tersebut diperoleh nilai NFR sebesar 88,29 mm/hari dengan perencanaan pola tata tanam padi-padi-palawija.AbstractSeasonal conditions in Jombang Regency, namely the rainy and dry seasons make the availability of water in the area uneven. This certainly requires planning the right cropping pattern on the gangsiran irrigation network in Tebel Village, Bareng District so that there is stability between availability and demand. To find out the average rainfall using the algebraic average method with rainfall data for 10 years, namely 2009 - 2018, then to find out evapotranspiration is calculated using the Penman method and the reliable discharge calculation is obtained using the FJ method. mock. From the analysis results in the irrigation area of Tebel village, the mainstay discharge value is 0.017 m³/second