Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DM MELALUI KONSELING DAN KIE TERHADAP PENGATURAN POLA MAKAN DI KELURAHAN GURUN LAWEH Murniati Murniati; Herwati Herwati
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 OKTOBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3791

Abstract

Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan klien beresiko DM setelah diberikan perlakuan konseling dan KIE tentang pengaturan pola makan pasien DM. Jenis penelitian ini berbentuk Quasy eksperiment, Sebagai sasaran pelaksanaan penelitian ini pasien yang sedang makan obat DM dan klien yang beresiko untuk penyakit DM, pada RT3 RW 4 Kelurahan Gurun Laweh wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Hasil penelitian ini untuk mengetahui pengetahun pasien dan klien beresiko penyakit DM tentang pengaturan pola makan DM di RT3 RW 4 Kelurahan Gurun Laweh wilayah puskesmas Nanggalo Padang.Sebagai Output dari penelitian ini modul dari Model KIE Pengaturan Pola DIIT DM sebagai tindak lanjut dari aplikasi bentuk modul yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan dan kader dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam program Keluarga Sehat.
Peningkatan Pengetahuan Kader tentang HIV/AIDS melalui Pelatihan Kader Defia Roza; Murniati Murniati; Yessi Fadriyanti; Yosi Suryarinilsih; Zolla Amely Ilda; Yuliva Yuliva
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan kader tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan pelatihan kader, menggunakan metode uji t sampel berpasangan. Sampel penelitian terdiri dari 31 kader yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader setelah intervensi pelatihan Kader diberikan. Peningkatan ini relevan dengan literatur yang ada, yang menunjukkan bahwa program penyuluhan dan pelatihan intensif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader di bidang pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Pada awal penelitian, tingkat pengetahuan kader tentang HIV/AIDS relatif rendah, yang dapat dikaitkan dengan keterbatasan akses terhadap informasi yang akurat dan pelatihan yang memadai. Setelah intervensi, terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan yang diukur dengan p-value < 0,05, yang mengindikasikan dampak positif dari pelatihan kader. Meskipun demikian, tantangan dalam menjaga keberlanjutan peningkatan ini masih ada, seperti keterbatasan sumber daya dan stigma sosial yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program pelatihan yang berkelanjutan bagi kader di Indonesia.
Edukasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular Yosi Suryarinilsih; Lola Felnanda Amri; Murniati Murniati; Sila Dewi Anggreni; Zurni Nurman
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.5803

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) remain a major global health challenge, contributing significantly to morbidity and mortality. Effective NCD control requires community empowerment through education and mentoring based on local wisdom. This community service program aimed to improve public knowledge, early detection behavior, and skills in NCD prevention and control. The program was conducted from June to July 2025 in Padang Sarai and Batipuh Panjang, Padang City, involving 70 community participants with support from lecturers, students, and primary healthcare workers. A participatory community-based approach was implemented through three stages: health screening, education and training, and evaluation. Educational activities included sessions on hypertension, balanced nutrition, hypertension exercise training, and the use of local plants such as cucumber, bay leaves, and celery as evidence-based herbal therapies, as well as cardiovascular emergency education. Evaluation using pre- and post-tests showed an increase in knowledge scores from 60 % to 88,6%; 90% of participants understood local herbal use, 84,3% could perform hypertension exercises, 92,86 % mastered healthy eating patterns, and 85,7 % recognized heart attack signs. These findings indicate that integrated educational approaches rooted in local wisdom effectively empower communities and enhance NCD prevention capacity.