Kardinah -, Kardinah
Department of Radiology, Dharmais Cancer Hospital, Jakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Breast Cancer and Malignant Melanoma Preoperative Lymphoscintigraphy in “Dharmais” Cancer Hospital -, Kardinah; Haryono, Samuel; Suzzana, Evelina; Suriadiredja, Aida
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.578 KB)

Abstract

Pemeriksaan limfoskintigrafi sebagai pemetaan kelenjar getah bening preoperatif telah banyak diteliti khususnya pada pasien kanker payudara dan melanoma maligna sebagai bagian dari prosedur sentinel node. Prosedur ini telah diterapkan pula di RS. Kanker "Dharmais" dimana dilakukan injeksi isotop preoperatif, injeksi blue dye dan penggunaan gamma probe intraoperatif.Dilaporkan 48 pasien kanker payudara dan 5 pasien melanoma maligna yang menjalani prosedur limfoskintigrafi. Sebanyak 75.7% dari 37 pasien breast conserving treatment ditemukan positif limfoskintigrafi sedangkan seluruh pasien melanoma maligna didapatkan hasil positif limfoskintigrafi. Dengan menggunakan blue dye dan gamma probe intraoperatif, sentinel node dapat diidentifikasi walaupun hasil limfoskintigrafi negatif. Preoperatif limfoskintigrafi merupakan komplemen prosedur sentinel node dimana hasil pemetaannya akan memberikan arahan saat operasi.Kata kunci: kanker payudara, melanoma maligna, limfoskintigrafi, sentinel node, blue dye, gamma probe, breast conserving treatment
Penelitian Pendahuluan: Pelatihan Pemeriksaan Payudara bagi Tenaga Medis RS. Kanker Dharmais -, Kardinah; -, Sutjipto; -, Suzzana
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v1i2.10

Abstract

Indonesia mempunyai masalah yang sama dengan negara berkembang lainnya yaitu pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit dalam stadium lanjut. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kepedulian khususnya di lingkup tenaga medis terhadap kanker payudara melalui penyuluhan dan ketrampilan pemeriksaan payudara. Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan data awal untuk menentukan metode yang tepat untuk pelatihan pemeriksaan payudara bagi tenaga medis khususnya perawat, bidan dan dokter umum.Dilakukan penyuluhan bagi staf medis yang berminat dan pelatihan pemeriksaan payudara pada tenaga medis (perawat dan bidan) di RS.Kanker Dharmais periode April - Desember 2005. Untuk meningkatkan kepedulian dan kemampuan ketrampilan pemeriksaan payudara para peserta kemudian diminta untuk memberikan penyuluhan di lingkungannya dan mengajak wanita yang bersedia dilakukan pemeriksaan payudara dan USG payudara di RS. Kanker Dharmais.Sebanyak 25 orang perawat dan bidan serta 1 orang dokter umum yang berpartisipasi aktif, 856 wanita bersedia dilakukan pemeriksaan payudara dan USG payudara. Pemeriksaan payudara oleh tenaga medis yang telah dikonfirmasi dengan USG payudara ditemukan hasil normal 783 ( 91.5 %) dan 73 (8.5%) abnormal. Adapun dari hasil abnormal tersebut adalah 39 (53.4%) kista, 17 (23.3%) lesi solid benigna dan 8 (10.9%) dicurigai maligna. Sedangkan kelainan payudara lain yang ditemukan adalah mastitis, galactocele, duktal ektasis serta mamaria aberans.Pelatihan pemeriksaan payudara membutuhkan tidak hanya pengetahuan dan ketrampilan pemeriksaan payudara tetapi juga ketrampilan berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan para wanita di lingkungannya sehingga partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan.Kata kunci: kanker payudara, deteksi dini, pemeriksaan payudara, USG payudara.
Strategi RS. Kanker Dharmais Sebagai Bagian dari Pusat Kanker Nasional dalam Mengimplementasikan Kebijakan Departemen Kesehatan -, Kardinah; -, Sutoto
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v1i3.15

Abstract

Pada bulan Oktober 2007 Rumah Sakit Kanker "Dharmais" genap berdiri selama 14 tahun dan merupakan tantangan bagi pihak rumah sakit untuk menjawab berbagai masalah yang timbul khususnya di bidang kanker. Kebijakan Departemen Kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker, memperpanjang umur harapan hidup serta meningkatkan kualitas hidup penderita dilaksanakan dengan strategi sebagai berikut; menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat , meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan dan meningkatkan pembiayaan kesehatan.
Evaluasi Dosis Glandular dalam Pemeriksaan Mammografi Yubhar, Yulfiatry; Adi, Rachmat; -, Supriyanto; -, Pawiro; -, Kardinah
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1785.896 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v1i3.18

Abstract

Telah dilakukan pengukuran Dosis Rata-rata Glandular (Mean glandular Dose) pada pemeriksaan mammografi dengan menggunakan Thermoluminiscense Dosimeter(7LD) terhadap 49 pasien. Dosis yang terbaca pada TLD adalah Entrance Surface Dose (ESD) dengan nilai rata-rata yang didapat 7.6 ('bl 3.9) mGy. Untuk konversi ke nilai Mean Glandular Dose, nilai ESD dikalikan dengan nilai Dgn (ESD dengan faktor konversi average glandular dose per unit exposure) yang terkonversi dengan memperhitungkan prosentase glandular terhadap adipose. Data Dgn diperoleh dari perhitungan John M Boone yang menggunakan metode Monte Carlo yang masih tergantung dari nilai HVL dan ketebalan payudara. Prosentase glandular terhadap adipose dihitung dengan menggunakan metoda analisa film Nooriah Djamal. Kemudian nilai Dgn 0% glandular untuk kontribusi adipose maupun Dgn 100% glandular untuk kontribusi glandular diperoleh dari Tabel Dgn Boone. Nilai MGD yang diperoleh adalah 1.818 ('bl 0.615) mGy. Nilai masih dibawah limit yang direkomendasikan FDA {Food and Drug Administration) yaitu < 3 mGy.Kata kunci : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)ABSTRACTMean glandular Dose (MGD) during mammography has been determined for 49 patients using TLD. MGD numbers has been derived from the measured ESD (Entrance Surface Dose) by multiplicating ESD with converted Dp, (ESD with average glandular dose per unit exposure conversion factor) incorporating the glandular percentage to adipose percentage. Dgn data were obtained from Boone's Monte Carlo calculation and generally is a function of HVL values and breast thickness. The glandular percentage to adipose were obtained using Nooriah Djamal's methods of mammography film analysis Both 0% glandular Dgn for adipose contribution and 100% glandular DSu for glandular contribution were then obtained from Boone's table. Average Entrance Surface Dose (ESD) for 49 patients were found to be 7.6 ('bl 3.9) mGy. The average MGD for 49 patients were found to be 1.818 (bl 0.615) mGy. These values were generally below the recommended FDA (Food and Drug Administration) limit of 3 mGy.Key Words : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)