Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Proporsi Kejadian Depresi Pasien Kanker di Ruang Rawat Singkat Rumah Sakit Kanker “Dharmais” LUGITO, NATA; KARIM, BIRRY; KANSERA, DOLLY DOLVEN; KHORINAL, EKA WIDYA; YARUNTRADHANI, RIZKI; SUTANDYO, NOORWATI
Indonesian Journal of Cancer Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.115 KB)

Abstract

Tujuan: mendapatkan data  tentang proporsi  kejadian depresi  serta  faktor yang berhubungan pada  pasien  kanker di ruang rawat singkat Rumah Sakit Kanker “Dharmais”.Metode: studi potong lintang dilakukan terhadap 26 pasien dewasa ruang rawat singkat Rumah Sakit Kanker “Dharmais” (RSKD) untuk menentukan proporsi kejadian depresi dan faktor yang mungkin berhubungan. Data demografik meliputi nama,  usia, jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan,  pendidikan, status pernikahan, dan pembiayaan. Data yang berhubungan dengan  kanker meliputi  jenis  kanker, lama  terdiagnosis kanker, kemoterapi, dan  terapi  lainnya (pembedahan dan radioterapi). Depresi dievaluasi menggunakan Beck Depression Inventory (BDI).Hasil: diperoleh 26 pasien kanker. Proporsi pasien yang mengalami depresi ambang, sedang, dan berat sebesar 13,1%; dan tidak ada pasien yang mengalami depresi sangat berat. Proporsi kejadian depresi lebih tinggi pada pasien dengan pembiayaan jaminan, sudah pensiun bekerja, dan menjalani pembedahan.Kesimpulan:  proporsi  kejadian depresi  di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” sebanding dengan  berbagai  studi.  Perlu dilakukan penapisan gejala depresi  pada pasien  kanker sebagai  bagian penatalaksanaan kanker secara holistik serta rujukan untuk pasien  dengan  risiko tinggi menderita depresi  dalam usaha  menurunkan morbiditas, perbaikan  luaran penyakit, penghematan biaya kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup pasien.Kata Kunci: Beck Depression Index (BDI), depresi, kanker
Transfusi pada Pasien Kanker: Manfaat dan Resiko Sutandyo, Noorwati
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.695 KB)

Abstract

Transfusi darah pada pasien kanker biasanya diperlukan pada terapi radiasi, terapi operasi, kemoterapi, terapi suportif/ paliatif. Walaupun saat ini transfusi darah diyakini lebih aman dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, namun transfusi juga masih memiliki banyak risiko, antara lain peristiwa yang menyimpang (adverse events), baik berupa peristiwa imunologik maupun non imunologik yang berpotensi fatal. Peristiwa imunologik antara lain berupa reaksi transfusi, alloimunisasi, transfussion-related acute lung injury (TRALI), dan transfussion-associated immunomodulation (TRIM), sedangkan peristiwa non-imunologik antara lain meliputi kelebihan beban volume, hemodilusi, dan infeksi. Selain itu, human error sering dikaitkan juga sebagai salah satu faktor risiko yang berakibat fatal. Dengan mengingat berbagai keterbatasan dan risiko yang dapat terjadi, maka perlu dipertimbangkan pemberian transfusi sesuai manfaat dan indikasinya.Kata kunci: transfusi darah, kanker imunologik, peristiwa menyimpang
Nutrisi pada Pasien Kanker Yang Mendapat Kemoterapi Sutandyo, Noorwati
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.196 KB)

Abstract

Dukungan nutrisi merupakan bagian dari terapi suportif pada kanker. Tujuan terapi nutrisi pada pasien kanker dititikberatkan terutama pada efek potensial dalam meningkatkan kualitas hidup. Kondisi nutrisi yang cukup berhubungan dengan prognosis yang baik. Kemoterapi merupakan terapi yang bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, namun memiliki efek samping yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna dengan manifestasi kurangnya asupan makanan dan gangguan pencernaan selama kemoterapi. Skrining dan evaluasi nutrisi secara dini dapat mengidentifikasi masalah yang mungkin mempengaruhi keberhasilan terapi kanker. Penemuan masalah nutrisi dan terapinya membantu pasien meningkatkan respon terapi dan menurunkan komplikasi.Kata kunci: nutrisi, pasien kanker, kemoterapi
Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri Pada Pasien Kanker Yang Mendapatkan Kemoterapi Doksorubisin Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Maifitrianti, Maifitrianti; Sutandyo, Noorwati; Andrajati, Retnosari
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.15 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3761

Abstract

Doksorubisin masih sering digunakan dalam pengobatan kanker. Efek samping doksorubisin terhadap jantung perlu mendapatkan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan faktor risiko yang mempengaruhinya pada pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi doksorubisin di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Populasi adalah pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi doksorubisin minimal 4 siklus periode Oktober 2011-Oktober 2013. Penilaian fungsi jantung didapatkan dari data Echocardiography jantung yaitu fraksi ejeksi ventrikel kiri sebelum kemoterapi dan setelah siklus terakhir kemoterapi. Penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% pada penelitian dinilai sebagai penurunan yang bermakna. Analisis statistik menggunakan software Statistical Products Social Science (SPSS) versi 18. Sebanyak 77 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Sebanyak 37 pasien (48,05%)  mengalami penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri <10% dan sebanyak  28  pasien  (36,36%) mengalami penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10%. Hipertensi berpengaruh terhadap penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% secara bermakna (p=0,032). Jenis kelamin laki-laki dan radiasi dada kiri menunjukkan adanya kecenderungan berhubungan dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% (p=0,095 dan p=0,051). Doksorubisin dapat menyebabkan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% pada lebih dari sepertiga pasien kanker di RSKD dan faktor yang paling mempengaruhinya adalah komorbiditas hipertensi. Kata Kunci: doksorubisin; faktor risiko; penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri 
Transfusi pada Pasien Kanker: Manfaat dan Resiko Sutandyo, Noorwati
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.695 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v1i3.22

Abstract

Transfusi darah pada pasien kanker biasanya diperlukan pada terapi radiasi, terapi operasi, kemoterapi, terapi suportif/ paliatif. Walaupun saat ini transfusi darah diyakini lebih aman dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, namun transfusi juga masih memiliki banyak risiko, antara lain peristiwa yang menyimpang (adverse events), baik berupa peristiwa imunologik maupun non imunologik yang berpotensi fatal. Peristiwa imunologik antara lain berupa reaksi transfusi, alloimunisasi, transfussion-related acute lung injury (TRALI), dan transfussion-associated immunomodulation (TRIM), sedangkan peristiwa non-imunologik antara lain meliputi kelebihan beban volume, hemodilusi, dan infeksi. Selain itu, human error sering dikaitkan juga sebagai salah satu faktor risiko yang berakibat fatal. Dengan mengingat berbagai keterbatasan dan risiko yang dapat terjadi, maka perlu dipertimbangkan pemberian transfusi sesuai manfaat dan indikasinya.Kata kunci: transfusi darah, kanker imunologik, peristiwa menyimpang
Correlation between carbohydrate, protein and fat intake with serum c-reactive protein level in lung cancer patients stage IIIB-IV Patricia Amanda; Diana Sunardi; Noorwati Sutandyo
World Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V01i2.0006

Abstract

Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri Pada Pasien Kanker Yang Mendapatkan Kemoterapi Doksorubisin Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Maifitrianti Maifitrianti; Noorwati Sutandyo; Retnosari Andrajati
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.15 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3761

Abstract

Doksorubisin masih sering digunakan dalam pengobatan kanker. Efek samping doksorubisin terhadap jantung perlu mendapatkan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan faktor risiko yang mempengaruhinya pada pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi doksorubisin di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Populasi adalah pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi doksorubisin minimal 4 siklus periode Oktober 2011-Oktober 2013. Penilaian fungsi jantung didapatkan dari data Echocardiography jantung yaitu fraksi ejeksi ventrikel kiri sebelum kemoterapi dan setelah siklus terakhir kemoterapi. Penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% pada penelitian dinilai sebagai penurunan yang bermakna. Analisis statistik menggunakan software Statistical Products Social Science (SPSS) versi 18. Sebanyak 77 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Sebanyak 37 pasien (48,05%)  mengalami penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri <10% dan sebanyak  28  pasien  (36,36%) mengalami penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10%. Hipertensi berpengaruh terhadap penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% secara bermakna (p=0,032). Jenis kelamin laki-laki dan radiasi dada kiri menunjukkan adanya kecenderungan berhubungan dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% (p=0,095 dan p=0,051). Doksorubisin dapat menyebabkan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% pada lebih dari sepertiga pasien kanker di RSKD dan faktor yang paling mempengaruhinya adalah komorbiditas hipertensi. Kata Kunci: doksorubisin; faktor risiko; penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri 
Removal of Mimosine from Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit Seeds to Increase Their Benefits as Nutraceuticals Wardatun, Sri; Harahap, Yahdiana; Mun'im, Abdul; Saputri, Fadlina Chany, Dr.; Sutandyo, Noorwati
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 7, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit tree contains pharmacologically active compounds and can easily be found in abundant quantities. The utilization of this tree as a source of nutraceuticals would increase its value. The extraction yields show the number of compounds that have been extracted by solvent. However, Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit seeds also contain mimosine, which can cause hair loss. The present study investigated the process of removing mimosine from the seeds. Three treatments were applied to these seeds: treatment without soaking, soaking with distilled water for 24 hours, and splitting the seeds in half and then soaking with distilled water for 24 hours. The seeds were dried, ground, and then extracted with different concentrations of ethanol solvent. The mimosine levels of the extracts were measured with a JascoV-730 spectrophotometer using ferry chloride as a reagent. The results showed that the soaking process and the concentration of ethanol had significant effects on the extract yields and mimosine levels. The unsoaked seeds, extracted with 70% ethanol, produced the highest ratio of extract yield to mimosine level. Therefore, 70% ethanol can be used as a solvent to utilize unsoaked seeds as nutraceuticals.
Change of Coagulation Status in Solid Cancer Patients Undergoing Chemotherapy in Indonesia: A Prospective Cohort Study Sutandyo, Noorwati; Setyawan, Lyana
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neutrophil Lymphocyte Ratio as A Predictor of The First Onset Acute Neutropenia After R-CHOP Chemotherapy in Diffuse Large B-cell Lymphoma Patients Christine, Griskalia; Sukrisman, Lugyanti; Sutandyo, Noorwati; Rumende, Cleopas Martin
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 6, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Diffuse Large B-cell Lymphoma (DLBCL) is the most common lymphoma in Indonesia. R-CHOP chemotherapy has a moderate risk for neutropenia / febrile neutropenia. Lymphocytes can describe host immunity, while neutrophils and monocytes can describe the inflammatory response. No study has assessed differential count of leukocytes as a predictor of the first onset acute neutropenia after R-CHOP chemotherapy in DLBCL patients. This study aimed to determine the relationship between differential count of leukocytes before chemotherapy as a predictor of the first onset acute neutropenia after R-CHOP chemotherapy in DLBCL patients. Methods. A retrospective cohort study was conducted among 18–60 years old DLBCL patients with ECOG 0–1 and no comorbidity related to chemotherapy 18–60 years old. Subjects were given with the first 3 cycles of R-CHOP chemotherapy without G-CSF prophylaxis. Results. Of the 95 patients, first onset acute neutropenia after chemotherapy occurred in 83 (87.4%) subjects or 83 (55.3%) cycles of 150 chemotherapy cycles. Febrile neutropenia occurs in 50.6% of the onset of neutropenia. Severe neutropenia occurs in 34 (41.0%) cycles of 83 neutropenic episodes. The first onset of acute neutropenia was the most common at 7–15 days after chemotherapy. The AUC of neutrophil lymphocyte ratio was 0.74 (95% CI 0.65–0.82); while absolute lymphocytes, absolute neutrophils, absolute monocytes, and monocyte lymphocyte ratios were 4.1 neutrophil lymphocyte ratio were able to predict the first onset of acute neutropenia after RCHOP chemotherapy in DLBCL patients (sensitivity 71.1%; specificity 64.2%; positive predictive value 71.1%; negative predictive value 64.2%). Conclusion. Neutrophil lymphocyte ratio before chemotherapy > 4.1 is a predictor of the first onset acute neutropenia after R-CHOP chemotherapy in DLBCL patients.