Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Fintech Opportunities And Challenges In The Sharia Banking Industry In Pandemic Times Ihdi Aini; Adanan Murroh Nasution; Ferdy Kurniawan; Rahmat Husein Lubis
AL-MASHARIF: JURNAL ILMU EKONOMI DAN KEISLAMAN Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/masharif.v10i2.6514

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang dan tantangan fintech dalam industri Perbankan Syari'ah di tengah Pandemi. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif yaitu menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal, buku, literature, ensiklopedia, karya ilmuan serta berbagai sumber lain baik dalam bentuk tulisan maupun dalam format digital yang relevan. Adapun objek kajian dalam penelitian ini adalah berupa teks-teks atau tulisan-tulisan yang menggambarkan dan memaparkan tentang peluang dan tantangan fintech pada industri perbankan syariah di tengah pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi covid-19 telah memberikan peluang yang lebih besar bagi fintech perbankan syariah disebabkan pandemi telah mendorong masyarakat melakukan transaksi e-comerce. Dimana volume transaksi digital banking meningkat selama pandemi hingga 20,8% yaitu mencapai 1.493 juta kali transaksi dan secara nominal meningkat 23% yaitu mencapai Rp.8.223 triliun. Adapun  tantangannya adalah keamanan data dan transaksi pengguna layanan fintech, mudahnya nasabah berpindah kepada bank lain, serta kurangnya pengetahuan masayarakat pedesaan untuk mengoperasikan Fintech.  Abstract  The purpose of this research is to find out the opportunities and challenges of fintech in the Islamic banking industry in the midst of a pandemic. This study uses a qualitative descriptive. The object of study in this research is in the form of texts that describe the opportunities and challenges of fintech in the Islamic banking industry. The results of the study show that the Covid-19 pandemic has provided greater opportunities for Islamic banking fintech because the pandemic has encouraged people to carry out e-commerce transactions. The volume of digital banking transactions increased during the pandemic by up to 20.8%, namely reaching 1,493 million transactions and nominally increasing by 23%, reaching IDR 8,223 trillion. The challenges are the security of data and transactions for users of fintech services, the ease with which customers can switch to other banks, and the lack of knowledge of rural communities to operate Fintech.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN FINANSIAL GENERASI Z DI KOTA PADANGSIDIMPUAN MELALUI PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI YANG CERDAS DAN TERENCANA Ihdi Aini; Nofinawati Nofinawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.40040

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian finansial generasi Z di Kota Padangsidimpuan melalui perencanaan keuangan pribadi yang cerdas dan terencana. Dengan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, terutama di kalangan pengusaha muda, penting untuk meningkatkan literasi keuangan guna mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2024 dengan melibatkan 20 orang peserta yang terdiri dari generasi Z, khususnya pengusaha muda. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta masih memiliki kesadaran rendah terhadap pentingnya literasi keuangan dan hanya sebagian kecil yang telah memulai pencatatan keuangan pribadi. Meskipun demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya penyusunan anggaran dan pengelolaan pengeluaran. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa 90% peserta merasa lebih memahami konsep dasar perencanaan keuangan dan menyatakan niat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi keuangan generasi Z dan mendorong pengusaha muda untuk mengelola keuangan pribadi mereka dengan lebih bijak. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian finansial yang lebih kuat di kalangan generasi muda di Kota Padangsidimpuan.
Pemanfaatan Zakat untuk Meningkatkan Pendapatan Mustahiq pada BAZNAS Kabupaten Dharmasraya Tezi Asmadia; Ihdi Aini; Netta Agusti
ZAWA: Management of Zakat and Waqf Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/zawa.v3i1.9509

Abstract

The main problem in this study is that the Productive Economy program is one of the Dharmasraya Makmur programs which aims to increase mustahiq's income in the long term and change their economic capabilities for the better. However, in carrying out productive zakat distribution programs, many problems occur in the field, including failures due to their own efforts such as production aspects, low business motivation, indiscipline in the use of zakat funds and indiscipline in the use of funds, causing differences in the income of mustahiq recipients of productive zakat funds. The type of research conducted is field research or field research using a descriptive qualitative approach. Data collection techniques that the authors use are interviews and documentation. The analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the distribution of productive zakat funds in the form of business capital provided by BAZNAS Dharmasraya Regency to 30 mustahiq people as a sample of this study can be said to be successful in increasing mustahiq income in terms of the average increase in mustahiq income, which is 80%. However, mustahiq who are not successful in developing their business because these funds are used to meet mustahiq's personal needs and productive zakat funds channeled by BAZNAS Dharmasraya Regency are quite large but not accompanied by coaching because the accompanying HR (Human Resources) is lacking, so mustahiq who receive these funds are trying to develop their own business, but in the middle of running the business, they are confused about how to manage the business that is being occupied so that there is no significant development.