Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Perspektif KH. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim” (Studi Di Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah Batang Hari Provinsi Jambi) Rahmat Fauzi; Ainur Rofiq
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis serta mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan karakter perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Keabsahan data menggunakan tiga kreteria yaitu: kredibilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, pendidikan karakter perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim. yaitu: a) Nilai Pendidikan Karakter Peserta Didik Terhadap Dirinya Sendiri terdapat 10 karakter. b) Pendidikan karakter peserta didik terhadap guru terdapat 12 karakter: Kedua, implementasi nilai-nilai pendidikan karakter perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim di pondok pesantren Darusy Syafiiyah yaitu: 1) Pendidik diwajibkan menanamkan pentingnya adab kepada santri walaupun pendidik tidak mengajar kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim. 2) Pendidik diwajibkan membenahi adab santri yang dinilai tidak sesuai dengan kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim, sekalipun hari libur belajar mengajar. 3) Memberikan hukuman yang mendidik kepada santri yang melanggar aturan pondok. 4) Seluruh pendidik dan tenaga pendidikan harus mengusai kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim. 5) Pendidik dan tenaga pendidikan harus mengimplementasikan kitab Adab al-‟Alim Wa al-Muta‟allim sebelum menerapkan kepada santri.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KITAB ADĀBUL ĀLIM WA AL-MUTA‘ ALLIM UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA Nur Rohman; Ainur Rofiq
EDUTHINK: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam Vol. 4 No. 02 (2023)
Publisher : Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eduthink.v4i02.368

Abstract

Lembaga pendidikan formal kejuruan adalah salah satu lembaga yang diresmikan dalam rangka mempersiakan peserta didik dalam dunia kerja. Hal ini tentu selaras dengan progam pemerintah terkait progam pengurangan angka pengangguran. Pesatnya teknologi yang masuk pada dunia pendidikan membawa dua dampak positif dan negatif. salah satu dampak negatif tersebut adalah perubahan karakter siswa yang kurang baik terhadap guru dan lingkungan mereka belajar seperti kasus yang terjadi di SMK Hasyim Asy‘aridi mana ditemukan siswa yang membentak gurunya. Maka dari itu perlu di adakan pembelajaran tambahan husus dalam bidang karakter yaitu pembelajaran kitab Adābul Ālim wal muta"Ālim. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa langkah – langkah persiapan implementasi pembelajaran kitab Adābul Ālim Wa al-Muta‘allim , menganalisa metode implementasi pembelajaran kitab Adābul Ālim Wa al-Muta‘allim . Menganalisa hasil implementasi pembelajaran kitab Adābul Ālim Wa al-Muta‘allim . Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif, pendekatannya dengan studi kasus dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dari analisa implementasi pembelajaran kitab Adābul ‘ Ālim wal Muta’ allim yang ditemukan adalah: a) Adanya sikap menghormati siswa kepada seluruh dewan guru, b) Siswa menunduk ketika lewat depan guru, c)Tidak gaduh berteriak – teriak ketika ada dewan guru sedang lewat, d) Kitab dan buku tertata rapi di rak masing – masing, e) Siswa mulai menyadari akan pentingnya berakhlak baik terhadap siapapun.
Upaya Guru PAI dalam Menanggulangi Perilaku Bullying di SMP Negeri 2 Sapeken Mansyur; Ainur Rofiq
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 2 No 3: Oktober (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying di kalangan siswa merupakan isu yang mendalam dalam dunia pendidikan, berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kesejahteraan mental dan fisik siswa serta mengganggu iklim sekolah. Penelitian ini memfokuskan perhatian pada peran penting yang dimainkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam upaya pencegahan bullying di SMP Negeri 2 Sapeken. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran konkret yang dimainkan oleh guru PAI dalam mencegah perilaku bullying. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada guru PAI, siswa, serta pihak sekolah yang terlibat. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa guru PAI memegang peran yang signifikan dalam mencegah bullying. Mereka melaksanakan pendekatan preventif dengan mengajarkan nilai-nilai moral dan etika agama kepada siswa. Selain itu, guru PAI juga turut berperan dalam mengidentifikasi kasus-kasus bullying, memberikan bimbingan dan nasehat kepada siswa, serta mendukung pengembangan iklim sekolah yang aman dan inklusif. Upaya ini telah memberikan dampak positif yang signifikan, dengan mengurangi insiden bullying dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah dan peduli.
Implementasi Kegiatan Keagamaan melalui Program Sholat Dhuha Berjama’ah dalam Menanamkan Karakter Religius Siswa di SDN Jabon 1 Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Yuni Erma ristanti; Ainur Rofiq
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 2 No 3: Oktober (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yakni untuk menganalisis kegiatan keagamaan sholat dhuha berjama’ah di SDN Jabon 1 Mojokerto dan untuk menganalisis bagaimana kegiatan keagamaan ini mengimplementasikan karakter religius pada siswa di sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak, pengamatan langsung di sekolah, dan analisis dokumen terkait program sholat dhuha berjama’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sholat dhuha berjama’ah di SDN Jabon 1 bertujuan untuk mengenalkan peserta didik dengan sholat berjama’ah dan membentuk karakter religius mereka. Program ini berhasil membawa perubahan positif dalam perilaku siswa, dan mereka menjadi lebih terbiasa melaksanakan sholat berjama’ah, bahkan di luar lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan keagamaan di sekolah menciptakan suasana religius yang terlihat dalam aspek berpakaian, perilaku, dan ketaatan siswa terhadap aturan sekolah. Hal ini menunjukkan kesadaran kepala sekolah tentang pentingnya nilai-nilai religius dalam pendidikan, dan upaya ini dilakukan oleh seluruh praktisi pendidikan, terutama guru, yang melalui pembiasaan langsung berkontribusi pada pertumbuhan siswa.
PENGARUH USTADZ DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TAHFIDZ AL-QURAN Dewi Masitho; Ainur Rofiq
EDUTHINK: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam Vol. 4 No. 02 (2023)
Publisher : Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eduthink.v4i02.373

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ustadz dalam meningkatkan hafalan al-Quran pada para siswa di MTs Bustanul Ulum Sumberkarang Dlanggu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2022. Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Survey dengan para responden menggunakan kuesioner sebagai metode pokok. Dilakukan dengan pengisian angket. Instrumen yang digunakan untuk tes yaitu kuesioner yang telah melalui proses uji validitas. Sampel dari penelitian ini adalah kelas VII (tujuh) Mts Bustanul Ulum yang berjumlah 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada ustadz dalam meningkatkan kemampuan tahfidz siswa di kelas VII. Hasil ini dapat dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 7.785, koefisien regresi (b) sebesar0,627, nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 (p < 0,05) dan koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,654 atau 65,4% yang artinya 65,4% kemampuan tahfidz siswa dipengaruhi oleh ustadz, sedangkan sisanya sebesar 34,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan ustadz berpengaruh dalam meningkat kemampuan tahfidz al-Quran pada siswa.
Tradisi Slametan Jawa dalam Perpektif Pendidikan Islam Ainur Rofiq
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2019): September
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attaqwa.v15i2.13

Abstract

Each village must have a different tradition, culture, or habits. The tradition is also a local wealth owned by the nation, must always be maintained, preserved and also maintained so that the tradition is not extinct. No exception traditions that exist in the land of Java so much, such as the slametan tradition, both in the context of slametan event of pregnancy, marriage, circumcision or slametan tradition of death. Each has a certain way of doing it, although there are also some who have the same way. The Javanese slametan tradition in particular is the same as alms in the context of the Arabic language. So in a number of propositions both sourced from the Qur'an and the hadith are not explained in detail so that each region has a way and form a particular dish, so is not same between the form of dishes in East Java with Central Java, and so forth. Why is that, because this is influenced by the topography, history and also the hierarchy of each region. However, the context is the same magnitude that is almsgiving but the form is different. So in this case there is no need to debate between alms and slametan.