Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Pemanfaatan Media Whatsapp Terhadap Keteraturan Kunjungan ANC Di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang Netty Herawaty Purba; Nuari Andolina; R. Susi Yanti Purba
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13848

Abstract

Latar Belakang : Kunjungan ANC secara teratur sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Namun, masih ditemukan ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Pemanfaatan media komunikasi digital seperti WhatsApp dapat menjadi sarana efektif dalam mengingkatkan akses informasi dan konsultasi kesehatan ibu hamil, sehingga diharapkan dapat mendukung keteraturan kunjungan ANC. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan media WhatsApp terhadap keteraturan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 58 ibu hamil yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan media WhatsApp secara efektif. Dari 46 ibu hamil yang memanfaatkan WhatsApp secara efektif, seluruhnya (100 %) melakukan kunjungan ANC teratur. Sedangkan dari 12 ibu hamil yang pemanfaatannya tidak efektif, hanya 41,7 % yang melakukan kunjungan ANC teratur. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan media WhatsApp dengan keteraturan kunjungan ANC. Kesimpulan : Terdepathubungan signifikan antara pemanfaatan media WhatsApp dengan keteraturan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas batu 10 tanjungpinang. Pemanfaatan media WhatsApp dapat dijadikan sebagai strategi komunuikasi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC.
Efektivitas Inovasi PEKAT CERMIN (Pengetahuan Singkat Cegah Dismenore) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Dismenore Nuari Andolina; Erika Fariningsih; Indah Ronauli H.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1211

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahannya. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah PEKAT CERMIN (Pengetahuan Singkat Cegah Dismenore) sebagai media edukasi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Inovasi PEKAT CERMIN terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan dismenore. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest- posttest design. Sampel penelitian berjumlah 62 remaja putri usia 10–12 tahun di Posyandu Remaja Kasih Bunda yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebelum dan sesudah pemberian edukasi melalui Inovasi PEKAT CERMIN. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (53,2%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 95,2%. Nilai rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 73,77 ± 14,14 menjadi 89,77 ± 7,26, dengan peningkatan sebesar 16 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah pemberian edukasi menggunakan Inovasi PEKAT CERMIN. Dengan demikian, Inovasi PEKAT CERMIN terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan dismenore dan berpotensi diterapkan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi di sekolah maupun Posyandu Remaja.
Implementasi Program Remaja Anti Anemia dan Cantik (Remantik) Melalui Edukasi Pencegahan Anemia Nuari Andolina; Bela Nofa Hartanti; Fitria Anwar Marito; Nadia Nihayatul Fikri; Ayuandini Ayuandini
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v4i4.12503

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang perlu dicegah sejak dini karena dapat memengaruhi kondisi fisik, konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesiapan kesehatan reproduksi. Program REMANTIK (Remaja Anti Anemia dan Cantik) dikembangkan sebagai kegiatan promotif dan preventif yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, permainan edukatif, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta gerakan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Permata Hati 2, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam, dengan melibatkan 10 remaja putri yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pelaksanaan meliputi registrasi, pre-test, penyuluhan menggunakan booklet interaktif, permainan edukatif, post-test, pemeriksaan Hb, dan pemberian TTD disertai edukasi mengenai cara konsumsi yang benar. Pre-test dan post-test menggunakan 10 pertanyaan untuk menilai pengetahuan mengenai anemia, tanda dan gejala, dampak, pencegahan, manfaat TTD, dan cara konsumsi TTD. Pemeriksaan Hb dilakukan menggunakan alat digital sesuai prosedur pemeriksaan yang digunakan oleh petugas kesehatan. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,8 menjadi 9,4; sebanyak 90% peserta memperoleh skor 9–10 setelah edukasi. Pemeriksaan Hb menunjukkan 8 peserta (80%) memiliki kadar Hb normal dan 2 peserta (20%) mengalami anemia, yaitu satu anemia ringan dengan Hb 11,4 g/dL dan satu anemia sedang dengan Hb 8,5 g/dL. Peserta dengan anemia memperoleh konseling dan tindak lanjut dari bidan. Kegiatan REMANTIK menunjukkan bahwa integrasi edukasi, skrining Hb, dan gerakan minum TTD dapat digunakan sebagai pendekatan promotif-preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung deteksi dini anemia pada remaja putri.