Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Environmental Knowledge, Environmental Concern dan Health Consciousness terhadap Purchase Intention melalui Attitude pada Local Green Skincare Tri Nur Avni Amelia; Andi Muhammad Sadat; Nofriska Krissannya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Environmental Knowledge (EK), Environmental Concern (EC), dan Health Consciousness (HC) terhadap Purchase Intention (PI) melalui Attitude towards Local Green Skincare (AT) sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 265 responden di Kota Bogor yang memiliki niat membeli produk local green skincare. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) 4 versi 4.1.1.8 untuk menguji kelayakan model pengukuran (validitas dan reliabilitas), dan menguji hubungan struktural antarvariabel dalam model penelitian. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian konsumen terhadap isu lingkungan dan kesehatan yang mendorong berkembangnya permintaan terhadap produk skincare ramah lingkungan. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kepedulian konsumen terhadap lingkungan dengan perilaku pembelian aktual, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi niat beli konsumen terhadap local green skincare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa environmental knowledge, environmental concern, dan health consciousness berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude towards local green skincare maupun purchase intention. Selain itu, attitude towards local green skincare juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa attitude towards local green skincare memediasi secara parsial pengaruh environmental knowledge, environmental concern, dan health consciousness terhadap purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan lingkungan, kepedulian lingkungan, dan kesadaran kesehatan dapat membentuk sikap positif yang pada akhirnya meningkatkan niat beli konsumen terhadap local green skincare. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan skincare lokal dalam merancang strategi pemasaran yang menekankan aspek keberlanjutan, edukasi lingkungan, dan manfaat kesehatan produk guna meningkatkan purchase intention konsumen
Analisis Pengaruh Purchase Intention Kendaraan Listrik Berdasarkan Functional Value, Environmental Concern, Government Policy dengan Mediasi Attitude Toward Electric Vehicle Athar Rafly Aleandro; Andi Muhammad Sadat; Nofriska Krissanya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11090

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh functional value (FV), environmental concern (EC), dan government policy (GP) terhadap purchase intention (PI) kendaraan listrik dengan attitude toward electric vehicle (AT) sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 253 responden yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan memenuhi kriteria penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji model pengukuran dan hubungan struktural antarvariabel. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan sebagai upaya mengurangi dampak negatif transportasi terhadap lingkungan. Selain itu, perkembangan teknologi kendaraan listrik dan dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan mendorong perubahan perilaku konsumen dalam mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa functional value, environmental concern, dan government policy berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude toward electric vehicle dan purchase intention. Selain itu, attitude toward electric vehicle juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention serta mampu memediasi secara positif dan signifikan pengaruh functional value, environmental concern, dan government policy terhadap purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap nilai fungsional kendaraan listrik, kepedulian terhadap lingkungan, dan dukungan kebijakan pemerintah berperan penting dalam membentuk sikap positif terhadap kendaraan listrik yang pada akhirnya meningkatkan niat pembelian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pelaku industri otomotif dalam menyusun strategi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji perilaku konsumen terhadap teknologi transportasi berkelanjutan.
Do Monetary Incentives Policy Drive EV Adoption? Evidence from Jakarta and Bangkok Andi Muhammad Sadat; Solikhah Solikhah; Agung Kresnamurti Rivai Prabumenang; Kattareeya Prompreing
International Journal of Applied Business and International Management Vol 11, No 1 (2026): April 2026
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v11i1.4551

Abstract

This study investigates the factors influencing consumers' intention to buy electric vehicles in Jakarta and Bangkok. It examines the impact of price value, driving range, charging station availability, and monetary incentive policies on purchase intention. The research employs a quantitative technique, which data was collected through an online survey using convenience sampling, targeting individuals aged 17 and above with knowledge and experience related to electric vehicles. The sample consists of 302 respondents, with 167 from Jakarta and 135 from Bangkok. Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Square (PLS) is used for hypothesis testing. The results reveal that price value, driving range, and charging station availability significantly affect the intention to purchase electric vehicles, while monetary incentive policies do not show a significant impact in both cities. The moderating role of monetary incentive policy on the relationship between price value and purchase intention is also not supported in both cities. The findings provide valuable insights for manufacturers and policymakers in promoting electric vehicle adoption. Future studies could explore additional factors and cover a wider population to guide decision-makers in implementing appropriate adoption of electric vehicles.