Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The influence of individual, environmental and organizational factors on the work stress among Indonesian nurses in Kuwait Eko Priyanto; Tatan Sukwika; Bernard Hasibuan
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v5i2.7988

Abstract

Background: The condition of Indonesian nurses in the Sabah Hospital Kuwait shows symptoms of nurse work stress, while the quality of service for health care facilities needs to be maintained and improved by strengthening individual, environmental and organizational factors towards optimizing the positive response of performing nurses.Purpose: To determine individual, environmental, organizational and work stress factors as well as to determine the influence of individual, environmental and organizational factors on the work stress of Indonesian nurses in Kuwait.Method: A descriptive cross-sectional observational design with multiple linear regression analysis and using a sampling technique with a total sampling of 65 nurses who work at Al Sabah Hospital in Kuwait.Results: This shows that individual factors are in the Moderate category and have an effect of 9.6% on nurses' work stress. Environmental factors are in the Moderate category and have an effect of 23.3% on the work stress of nurses. Organizational factors are in the Moderate category and have an effect of 12.7% on the work stress of nurses. The work stress of Indonesian nurses is in the Moderate category at 75.38%, high at 1.54%, and in the low category at 23.08%.Conclusion: There is a significant influence of 45.6% between individual, environmental and organizational factors on the work stress of Indonesian nurses in Sabah Hospital Kuwait while the rest is influenced by other factors.Suggestion: Hospitals need to design workshops or training programs on individual coping mechanisms and work stress management on a regular basis, organizational strengthening and upgrading of the work environment according to changing needs of the times at least every 6 months to 1 year, reporting nurses' work stress and conducting family meetings for nursing. minimize and relieve work stress at least once every 1-2 years.
Pengaruh Implementasi Budaya Keselamatan Pasien terhadap Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Kepolisian Kuwait Ekawati Prasetya Mabruroh; Bernard Hasibuan; Soehatman Ramli
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.9321

Abstract

ABSTRACT Patient safety culture is an important factor in efforts to reduce incidents that can stimulate work stress for nurses. The implementation of a patient safety culture is carried out to protect nurses as health service providers and patients as recipients of health services from management errors and injuries resulting from interventions into comprehensive, fair, open, learning and informative reporting, so that work stress can be controlled. This study aims to determine the effect of the implementation of patient safety culture on the work stress of nurses at the Kuwait Police Hospital. This research is a quantitative pre experimental design with a one shot case study design. The research sample consisted of 45 nurses using the total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire. The analysis used is a simple linear regression analysis. The results showed that the implementation of patient safety culture went well and very well at 66.4%. The work stress of nurses showed a high level of work stress of 42.2%, but the rest of the work stress levels of 57.8% of nurses had moderate and low levels of work stress. The results showed that there was an influence of 37.4% between the implementation of patient safety culture on the work stress of nurses at the Kuwait Police Hospital. The results of this study are expected to be information for hospitals to further improve patient safety culture and need to design workshop programs or training on coping mechanisms and work stress management on a regular basis as well as implement family gatherings of nursing. Keywords: Patient Safety Culture, Nurse, Work Stress  ABSTRAK Budaya keselamatan pasien merupakan faktor penting dalam upaya mengurangi insiden yang dapat menstimulasi stres kerja perawat. Pelaksanaan budaya keselamatan pasien dilakukan untuk melindungi perawat selaku pemberi pelayanan kesehatan dan pasien selaku penerima pelayanan kesehatan dari kesalahan tatalaksana maupun cidera akibat intervensi menjadi pelaporan komprehensif, berkeadilan, terbuka, pembelajaran dan informatif, sehingga stres kerja dapat terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara implementasi budaya keselamatan pasien terhadap stres kerja perawat di Rumah Sakit Kepolisisan Kuwait. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre eksperimental design dengan rancangan one shot case study. Sampel penelitian adalah perawat berjumlah 45 perawat dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya keselamatan pasien berjalan baik dan sangat baik sebesar 66,4%. Stres kerja perawat menunjukkan tingkat stres kerja yang tinggi sebesar 42,2%, akan tetapi sisanya tingkat stres kerja perawat sebesar 57,8% memiliki tingkat stres kerja yang sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sebesar 37,4% antara implementasi budaya keselamatan pasien terhadap stres kerja perawat di Rumah Sakit Kepolisian Kuwait. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi rumah sakit untuk lebih meningkatkan budaya keselamatan pasien dan perlu merangcang program workshop atau pelatihan mekanisme koping dan manajemen stres kerja secara berkala serta penerapan family gathering of nursing. Kata Kunci: Budaya Keselamatan Pasien, Perawat, Stres Kerja
Analisis Efektivitas Penggunaan Mesin Crusher dalam Pengelolaan Limbah Padat B3 serta Pengurangan Biaya pada Industri Farmasi Muhammad Iqbal Iskandar; Bernard Hasibuan; Arnanto Nurprabowo
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.17488

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan tantangan penting bagi industri farmasi karena melibatkan kepatuhan regulasi, efisiensi operasional, dan biaya pengelolaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan mesin crusher dalam mereduksi volume limbah padat B3 serta menganalisis dampaknya terhadap efisiensi biaya pada Perusahaan Farmasi X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi mesin crusher selama periode 2018–2023. Analisis dilakukan melalui Cost Saving Analysis dan Life Cycle Cost Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin crusher mampu mengurangi volume limbah secara substansial dan menghasilkan penghematan biaya tahunan yang tinggi, dengan tingkat pengembalian investasi yang menguntungkan serta periode pengembalian yang relatif singkat. Namun, penurunan nilai aset selama masa penggunaan menunjukkan perlunya strategi pemeliharaan yang lebih proaktif. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi reduksi limbah dapat meningkatkan efisiensi finansial, memperkuat kemandirian pengelolaan limbah, dan mendukung praktik industri farmasi yang lebih berkelanjutan.
Analisis Manajemen Risiko K3L, SIKA dan SIMOPS terhadap Kecelakaan Kerja pada Rig Pengeboran dan Anjungan Produksi Lepas Pantai di PT. XYZ Imam Fahrorozi; Kholil Kholil; Sugiarto S. Citroatmojo; Bernard Hasibuan
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan manajemen risiko K3L, SIKA, dan SIMOPS terhadap insiden kecelakaan kerja pada rig pengeboran serta anjungan produksi lepas pantai di PT. XYZ. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed method research-explanatory sequential design), dengan analisis kuantitatif menggunakan SEM-PLS serta wawancara mendalam untuk mendukung temuan secara kualitatif. Hasil penelitian mengungkap bahwa manajemen risiko K3L memiliki pengaruh nyata terhadap kecelakaan kerja (p=0,029), sedangkan SIKA dan SIMOPS tidak memiliki pengaruh nyata. Unsafe act & condition juga terbukti berpengaruh nyata terhadap kecelakaan kerja (p=0,038). Namun, pengaruh tidak langsung dari manajemen risiko K3L, SIKA, dan SIMOPS melalui unsafe act & condition terhadap kecelakaan kerja tidak nyata. Sedangkan hasil temuan kualitatif mengungkapkan bahwa SIKA masih dipandang sebagai formalitas administratif, SIMOPS masih kurang dipahami oleh pekerja lapangan, dan implementasi manajemen risiko K3L belum optimal. Disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman dan kepatuhan terhadap SIKA dan SIMOPS, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap unsafe act & condition, diperlukan untuk mengurangi kecelakaan kerja.