Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS SELF-REGULATION DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GOAL ORIENTATION PADA 7E-LEARNING CYCLE Noor, Naili Luma’ati; Mulyono, Mulyono
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.849 KB)

Abstract

Pemecahan masalah penting dalam matematika dan membutuhkan self-regulation. Goal orientation mempengaruhi self-regulation dan kemampuan pemecahan masalah. Mengatasi permasalahan tersebut diterapkan 7E-learning cycle untuk mengoptimalkan cara belajar. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan 7E-learning cycle serta mendeskripsikan self-regulation dan pemecahan masalah matematika berdasarkan goal orientation sebelum dan setalah implementasi 7E-learning cycle. Desain penelitian ini adalah mix method. Subjek penelitian peserta didik kelas XI MA Nurul Ulum Jekulo Kudus yang dikelompokan berdasarkan goal orientation yaitu mastery goal dan performance goal. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan pemecahan masalah dan self-regulation. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah melalui 7E-learning cycle mencapai ketuntasan secara individual dan klasikal,  self-regulation dan kemampuan pemecahan masalah pada 7E-learning cycle lebih baik daripada pembelajaran model ekspositori, serta regulation dan kemampuan pemecahan masalah setelah implementasi 7E-learning cycle lebih baik sebelum implementasi 7E-learning cycle. Berdasarkan analisis kualitatif, self-regulation setalah implementasi 7E-learning cycle kelompok mastery goal lebih baik dibandingkan kelompok performance goal. Setelah pembelajaran dengan 7E-learning cycle peserta didik kelompok mastery goal dapat memahami masalah dengan tepat dan merencanakan strategi pemecahan masalah lebih sistematis.
PEMBELAJARAN MODEL POGIL STRATEGI LSQ UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Noor, Naili Luma’ati
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 3 No 3 (2014): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujme.v3i3.4483

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menguji ketuntasan belajar kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajar model POGIL strategi LSQ; (2) mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa yang tertinggi diantara pembelajaran model POGIL strategi LSQ, POGIL saja, dan ekspositori; (3) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran POGIL strategi LSQ. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N 5 Kudus tahun pelajaran 2013/2014. Menggunakan teknik cluster random sampling, terpilih kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen 1, kelas VIII E sebagai kelompok eksperimen 2, dan kelas VIII F sebagai kelompok kontrol. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode tes dan observasi. Kelompok sampel diberi pretes dan postes dengan instrument yang sama. Simpulan yang diperoleh adalah: (1) kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran model POGIL strategi LSQ mencapai ketuntasan 91% dengan batas ketuntasan 75%; (2) kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran model POGIL strategi LSQ (rata-rata 85,63) tertinggi dibandingkan dengan POGIL saja (rata-rata 79,18) dan ekspositori (rata-rata 74,18); (3) ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran POGIL strategi LSQ sebesar 0,73 (tinggi).
Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Canthika Putriana; Naili Luma'ati Noor
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2021): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v2i1.1642

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak pertengahan bulan Maret 2020 menjadikan semua sektor merasakan dampaknya, terutama sektor pendidikan. Karena terjadinya pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran di sekolah yang pada awalnya dilaksanakan secara tatap muka harus ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pembelajaran yang dilakukan secara daring terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Peneliti memperoleh data dari kuesioner yang dibagikan kepada 37 siswa SMA kelas XI sebagai responden secara online. Subjek penelitian dipilih dengan metode random sampling. Kuesioner digunakan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring terhadap motivasi serta prestasi belajar matematika pada siswa kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran daring tidak memberikan hambatan yang berarti bagi siswa dalam memahami materi pelajaran dan tidak menjadikan prestasi belajar matematika siswa turun. Pada beberapa siswa, motivasi belajar matematika turun karena tidak dapat memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru yang tidak maksimal dan tidak bervariasi sehingga berdampak pada prestasi belajar siswa turun. Siswa menginginkan pembelajaran daring yang menarik, menyenangkan, bervariasi, dan kreatif. 
Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Canthika Putriana; Naili Luma'ati Noor
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2021): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v2i1.1642

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak pertengahan bulan Maret 2020 menjadikan semua sektor merasakan dampaknya, terutama sektor pendidikan. Karena terjadinya pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran di sekolah yang pada awalnya dilaksanakan secara tatap muka harus ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pembelajaran yang dilakukan secara daring terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Peneliti memperoleh data dari kuesioner yang dibagikan kepada 37 siswa SMA kelas XI sebagai responden secara online. Subjek penelitian dipilih dengan metode random sampling. Kuesioner digunakan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring terhadap motivasi serta prestasi belajar matematika pada siswa kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran daring tidak memberikan hambatan yang berarti bagi siswa dalam memahami materi pelajaran dan tidak menjadikan prestasi belajar matematika siswa turun. Pada beberapa siswa, motivasi belajar matematika turun karena tidak dapat memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru yang tidak maksimal dan tidak bervariasi sehingga berdampak pada prestasi belajar siswa turun. Siswa menginginkan pembelajaran daring yang menarik, menyenangkan, bervariasi, dan kreatif. 
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: KEMAMPUAN MATEMATIKA Lutvi Rahmawati Rahmawati; Naili Lumaati Noor Lumaati Noor
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v4i2.1904

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendiskripsikan kemampuan matematika yang meliputi tiga macam yaitu kemampuan pemecahan masalah, kemampuan koneksi matematika, dan kemampuan komunikasi matematika. Dalam matematika terdapat suatu permasalahan yang harus diselesaiakan oleh peserta didik dengan menggunakan berbagai penjelasan menurut ahli, salah satunya adalah Polya yang menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah. Selain itu juga terdapat koneksi matematika yang menghubungkan antar konsep matematika. Serta ada komunikasi matematika yaitu meyampaiakan materi dengan bahasa atau komunikasi yang mudah dipahami oleh peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data ini dilakukan dengan mengumpulkan review semua artikel lebih dari enam belas artikel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah artikel yang diperoleh melalui google scholar. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa kemampuan belajar matematika dapat dijelaskan melalui beberapa indikator pada setiap macamnya oleh beberapa ahli. Kata-kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, kemampuan koneksi matematika, kemampuan komunikasi matematika.
PENGEMBANGAN KUALITAS GURU MATEMATIKA MADRASAH ALIYAH MELALUI MODUL DAN PELATIHAN MICROSOFT MATHEMATICS Naili Lumaati Noor; Dina Fakhriyana; Wahyuning Widiyastuti
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3300

Abstract

Hampir semua sektor kegiatan masyakat memanfaatkan penggunaan teknologi informasi yang canggih, tak terkecuali dunia pendidikan. Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan misalnya dalam hal penggunaan bahan dan media pembelajaran. Namun realitanya masih banyak guru yang belum memanfaatkan perkembangan teknologi secara maksimal. Khususnya dalam pendidikan matematika, teknologi dalam bentuk aplikasi hitung bisa dimanfaatkan guru untuk membuat soal yang lebih bervariatif. Aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika diantaranya adalah Microsoft Mathematics. Microsoft Mathematics adalah suatu software yang berfungsi untuk membantu menghitung, yang didalamnya memuat penjelasan cara penyelesaian masalah secara detail dan tahap demi tahap. Tujuan pengabdian ini adalah mengidentifikasi respon guru matematika Madrasah Aliyah setelah penggunaan aplikasi Microsoft Mathematics pada pembelajaran matematika yang didampingi modul Microsoft Mathematics yang telah pengabdi susun. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Subjek pengabdian adalah guru matematika Madrasah Aliyah di wilayah Kabupaten Kudus. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket kepuasan pelatihan yang diisi oleh peserta pelatihan. Teknik analisis data menggunakan kriteria penilaian ideal. Pengabdian ini memberikan hasil bahwa respon guru matematika Madrasah Aliyah setelah pelatihan penggunaan aplikasi Microsoft Mathematics pada pembelajaran matematika yang didampingi modul Microsoft Mathematics adalah sangat puas.
Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran TGT Jannah, Afifah Miftahul; Noor, Naili Luma'ati
ILUMINASI: Journal of Research in Education Vol 2, No 1 (2024): ILUMINASI: Journal of Reaserch in Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah (LPHN) Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/iluminasi.v2i1.288

Abstract

Learning mathematics using conventional learning models results in students being less interested in learning so that students' interest in learning mathematics is low. Low interest in learning can also result in unsatisfactory learning results. This research aims to determine the TGT learning in increasing student interest and learning outcomes. The type of research used is field research with a quantitative approach. The population in this study were students of class XI MA NU Raudlatut Tholibin while the sample was taken from 1 class using the Simple Random Sampling technique. collection techniques use questionnaires and tests. The data were analyzed using statistical data techniques. The research results show that there are differences in student interest and learning outcomes between before and after learning TGT  with an interest pretest average score of 45.05 and an interest posttest score of 62.55. Meanwhile, for the N-gain test, there were 3 students in the low category with increased interest in learning, 11 students in the medium category, and 8 students in the high category. In the mathematics learning outcomes test, the average pretest score was 30.45 and the posttest score was 64.27, while for the N-gain test, there were 4 students with improved learning outcomes in the low category, 12 students in the medium category, and 6 students in the high category.
Implementasi Teori Behaviorisme pada Pembelajaran Matematika dalam Mengembangkan Kecakapan Abad 21 Pada Siswa Sekolah Dasar Noor, Naili Luma'ati
ILUMINASI: Journal of Research in Education Vol 2, No 1 (2024): ILUMINASI: Journal of Reaserch in Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah (LPHN) Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/iluminasi.v2i1.291

Abstract

Current learning, including mathematics, is required to encourage students to have 21st century skills in the form of communications, creative thinking, critical thingking, and collaborations. Because it needs a good learning process that is able to develop these skills. This study aims to examine how to develop 21st century skills in MI Hikmatun Najah students through the theory of behaviorism in learning mathematics. This research is a qualitative method using a case study design. The techniques used in data collection are tests, observation, and documentation. Data analysis was performed using data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study indicate that developing students' 21st century skills cannot be separated from various factors in the school environment, both the role of the school, teachers, students, and society. Implementation of behaviorism learning theory in learning mathematics is an alternative in developing 21st century skills that are tailored to the goals and needs of learning. By providing a stimulus in the form of learning activities that refer to 21st century skills, it results in changes in behavior that are in line with 21st century skills
The Effect of Mathematical Logical Intelligence on Mathematical Problem Solving Ability through Contextual Approach Noor, Naili Luma'ati; Kori'ah, Siti
Al Hikmah: Journal of Education Vol 3, No 1 (2022): Al Hikmah: Journal of Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/ahje.v3i1.63

Abstract

The purpose of this study was to prove that there is a correlation between mathematical logical intelligence and mathematical problem solving ability through a contextual approach and to prove that is a significant effect of mathematical logical intelligence on mathematical problem solving ability through a contextual approach. The sample used was 31 students of class VIII B MTs Tauhidiyah Sulang with the material used is polyhedron. The learning process in this study was based on lesson plans with a contextual approach, while the data were obtained through mathematical logical intelligence instruments and mathematical problem solving ability tests. After the data was collected and analyzed using two techniques, namely simple linear correlation and simple linear regression, the conclusions were: 1) There is a positive correlation and significant (r = 0.417) between mathematical logical intelligence and problem solving ability through a contextual approach. 2) There is a significant effect of mathematical logical intelligence on mathematical problem solving ability through a contextual approach of 17.4% which is explained by the regression line equation Y=3.360+0.265X, which means that the mathematical problem solving ability variable has a consistent value a 3.360 and it can be said that for every increase 1 unit of mathematical logical intelligence value increase 0.265 trought contextual approach.
The Effect of Learning Independence and Gender on Students’ Mathematics Learning Achievement Imron Farhani, Muhammad Andi; Noor, Naili Lumaati
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.28026

Abstract

This study was conducted at MTs Maslakul Huda Sluke Rembang, emphasizing the importance of self-directed learning and gender in mathematics achievement. The objectives of this study were to determine 1) the significant influence of self-directed learning on mathematics achievement, 2) the significant influence of gender on mathematics achievement, and 3) the significant interaction between self-directed learning and gender on mathematics achievement. This study used a quantitative approach with a correlational method. The research sample was randomly selected and consisted of 37 eighth-grade students from MTs Maslakul Huda Sluke Rembang. Data were collected through tests and questionnaires, using a self-directed learning questionnaire, gender data, and a mathematics achievement test. Hypothesis testing was conducted using two-way ANOVA and Tukey's post-hoc test. The results showed a significant influence of self-directed learning on mathematics achievement with a significance value of 0,000<0,05. Tukey's post-hoc test indicated a significance value among the self-directed learning groups of 0,000, showing significant differences among the groups. There was no significant difference between gender and mathematics achievement with a significance value of 0,121>0,05. There was a significant interaction between self-directed learning and gender on mathematics achievement with a significance value of 0,016<0,05. The implications of this study are the importance of enhancing students' self-directed learning as a key factor in improving mathematics achievement and that gender does not significantly affect this, so the focus of learning can be more directed towards developing students' self-directed learning while still considering gender equality to enhance mathematics achievement. Penelitian ini dilakukan di MTs Maslakul Huda Sluke Rembang dengan menekankan pentingnya kemandirian belajar dan gender dalam prestasi belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh signifikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika, 2) pengaruh signifikan antara gender terhadap prestasi belajar matematika, 3) pengaruh interaksi signifikan antara kemandirian belajar dan gender terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian dipilih secara acak dan terdiri dari 37 siswa kelas VIII A MTs Maslakul Huda Sluke Rembang. Data dikumpulkan melalui tes dan angket, menggunakan instrumen angket kemandirian belajar, data gender, dan tes prestasi belajar matematika. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji two-way ANOVA dan uji lanjut tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan nilai Sig sebesar 0,000<0,05. Uji lanjut tukey menunjukkan nilai signifikansi antar kelompok kemandirian belajar sebesar 0,000, menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara gender terhadap prestasi belajar matematika dengan nilai Sig sebesar 0,121>0,05. Terdapat interaksi signifikan antara kemandirian belajar dan gender terhadap prestasi belajar matematika dengan nilai Sig sebesar 0,016<0,05. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan kemandirian belajar siswa sebagai faktor utama dalam meningkatkan prestasi belajar matematika, serta bahwa faktor gender tidak mempengaruhi secara signifikan, sehingga fokus pembelajaran dapat lebih diarahkan pada pengembangan kemandirian belajar siswa dengan tetap memperhatikan kesetaraan gender agar meningkatkan prestasi belajar matematika.