Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI DAN REPTIL DI KAWASAN HUTAN BUKIT BELUAN KABUPATEN KAPUAS HULU Sri Sumarni; Nazarudin Nazarudin; Zainudin Zainudin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Jenis Amfibi dan Reptil di KawasanHutan Bukit Beluan Kabupaten Kapuas Hulu. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi untukpengelolaan kawasan dan wawasan bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian jenis dan habitatnya.Pengumpulan data dilakukan secara ekplorasi dengan metode survey perjumpaan visual (Visual EcounterSurvey) pada dua tipe habitat yaitu perairan (aquatik) dan daratan atau terestrial. Penelitian ini berhasilmenemukan 23 jenis amfibi dan reptil, dimana 17 jenis amfibi terdiri dari 5 famili dan 10 genus meliputiBufonida (2 jenis), Dicroglossidae (4 jenis), Megophryidae (5 jenis), Ranidae (4 jenis) danRhacophoridae (2 jenis). Terdapat 6 jenis reptildari 4 famili dan 5 genus antara lain Agamidae (2 jenis),Geckonidae (2 jenis), Scincidae (1 jenis) dan Colubridae (1 jenis).Amfibi yang sering dijumpai adalahAnsonia minuta, Staurois guttatus, Meristogenys spdan Polypedates macrotis. Amfibi yang termasukkategori endemik Kalimantan yaitu Ansonia spinulifer, Limnonectes ibanorum, Limnonectesleporinus, Leptobrachium abbotti dan Staurois guttatu, dan terdapat satu jenis yang penyebarannyamasuk kategori rawan berdasarkan status konservasi IUCN adalah Meristogenys jerbo. Penemuanjumlah jenis dipengaruhi banyak faktor antara lain usaha(effort), faktor biotik (vegetasi) dan faktorlingkungan. Keadaan habitat dengan lingkungan yang mendukung menjadi tempat hidup yang sesuaiuntuk kehidupan amfibi dan reptil. Namun demikian aktifitas manusia menjadi salah satu ancamanterhadap kerusakan atau keberadaan jenis amfibi dan reptil yang terdapat di kawasan hutan BukitBeluan Kabupaten Kapuas Hulu.
POTENSI KARBON PADA TEGAKAN POHON DI HUTAN DESA NANGA SEMANGUT KABUPATEN KAPUAS HULU Selfiany, Widiya Octa; Mulyadi; Sumarni, Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.915

Abstract

Hutan Desa Nanga Semangut memiliki potensi sebagai simpanan cadangan karbon melalui tegakan vegetasi di dalamnya, namun, informasi tentang potensi simpanan karbon di Hutan Desa Nanga Semangut belum tersedia, sehingga dirasa perlu dilakukan penelitian tentang potensi karbon pada tegakan pohon di Hutan Desa Nanga Semangut. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi tentang potensi karbon pada tegakan tingkat pohon di Hutan Desa Nanga Semangut Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan jalur berpetak. Panjang jalur penelitian yang digunakan sepanjang 100 meter dimana di dalamnya dibuat petak dengan ukuran 20 x 20 m sebanyak 5 buah. Jumlah jalur yang dibuat sebanyak 5 jalur penelitian. Penentuan peletakkan jalur penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 jenis pohon yang ditemukan di dalam jalur penelitian dengan jumlah pohon sebanyak 368 individu/ha. Jumlah potensi karbon sebesar sebesar 109,44 ton C/ha, dimana populasi jenis Meranti (Shorea spp.) paling banyak ditemukan dengan jumlah 218 batang/ha dan memiliki simpanan karbon sebesar 61,57 ton C/ha atau setara dengan 225,97 ton CO2/ha dan jenis Tekam (Hopea spp.) dengan jumlah individu sebanyak 58 batang/ha dan memiliki simpanan karbon sebesar 21,22 ton C/ha atau setara dengan 77,87 ton CO2/ha. Jenis Ubah (Syzygium leptostemon (Korth.) Merrill & Perry) ditemukan sebanyak 23 batang/ha dan memiliki simapanan karbon sebesar 10,48 ton C/ha atau setara dengan 38,47 ton CO2/ha.
KEANEKARAGAMAN JENIS HERPETOFAUNA PADA KAWASAN LINDUNG BUKIT RENTAP KABUPATEN SINTANG Nazarudin, Nazarudin; Sumarni, Sri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1101

Abstract

Bukit Rentap merupakan salah satu dari bentang alam yang ada di kabupaten Sintang dengan status sebagai kawasan lindung. Potensi hutan selain keanekaragaman hayati, juga menyediakan jasa lingkungan berupa sumber air dan keindahan panorama. Kawasan ini juga merupakan habitat bagi herpetofauna, dimana herpotofauna berperan dalam ekosistem, sebagai bio indikator lingkungan, predator hama dan serangga yang merugikan manusia. Ketersediaan dan keterbatasan informasi tentang herpetofauna yang masih kurang terdokumentasi khususnya di kawasan Bukit Rentap. Penelitian mengenai keanekaragaman jenis herpetaofauna yaitu reptil dan amfibi  dilakukan di habitat akuatik dan terestrial pada kawasan lindung Bukit Rentap Kabupaten Sintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui keanekaragaman jenis herpetofauna yang terdapat dalam kawasan lindung Bukit Rentap Kabupaten Sintang. Pengumpulan data herpetofauna dilakukan dengan metode Visual Encounter Survey (VES) dimodifikasi dengan Time Search dan penjelajahan (eksplorasi) pada ekosistem akuatik dan teresterial. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 14 jenis herpetofauna yang terdiri dari 7 jenis amfibi dari 5 famili dan reptil 7 jenis dari  6 famili. Ada 2 jenis yang masuk kategori terancam (EN: Endangered) dalam daftar merah IUCN maupun appendiks II CITES yaitu Limnonectes melasianus dan Staurois guttatus kedua jenis ini merupakan kelompok amfibi. Keberadaan herpetofauna ini didukung oleh adanya berbagai mikrohabitat karena berkaitan dengan pola aktivitas dan sebaran ekologis. Perlindungan kawasan ini sangat penting mengingat makin meningkatnya desakan perubahan kawasan hutan untuk peruntukan lain.
STUDI HABITAT Amorphophallus hewittii DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT LUIT KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG Khoerul Anam; Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1689

Abstract

Amorphophallus hewittii atau bunga bangkai merupakan tumbuhan liar yang memiliki keunikan, keindahan, serta peran ekologis penting seperti menarik polinator dan menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi biotik dan abiotik habitat A. hewittii yang terdapat di Kawasan Hutan Lindung Bukit Luit Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan adalah petak tunggal yang diletakkan secara purposive dan representatif, dengan ukuran 100 × 60 m. Pada petak tersebut dibuat 15 subpetak pengamatan untuk mengidentifikasi vegetasi pada tingkat semai, tiang, dan pohon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 jenis vegetasi yang menyusun komunitas tumbuhan di sekitar A. hewittii. Struktur vegetasi yang berlapis ini mencerminkan adanya dinamika regenerasi alami dan ketersediaan naungan yang penting bagi keberlangsungan spesies pada lapisan bawah. Interaksi antara faktor biotik dan abiotik menciptakan mikrohabitat yang stabil dan sesuai bagi kelestarian A. hewittii. Selain itu dalam penelitian ini juga terlihat adanya aktivitas masyarakat di dalam kawasan hutan lindung walau saat ini bukan berupa ancaman namun harus ada pemantauan dari pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan terpadu oleh pemerintah, dukungan masyarakat, serta kolaborasi mitra konservasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya hayati dan kesejahteraan masyarakat sekitar Bukit Luit.
ETNOZOOLOGI AMFIBI DAN REPTIL DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA (STUDI KASUS: DESA NUSA PORING) Umar Fhadli Kennedi; Sitti Maisyara; Sri Sumarni; Sepiska Michello Wanimbo; Rino Evrianto; Wendi Prameswari; Ari Wan Gandara; Firasadi Nursub’i
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v22i1.1902

Abstract

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna diantaranya 82 spesies amfibi dan 71 spesies reptil. Kawasan ini juga memiliki peranan penting bagi penduduk asli, yaitu suku Dayak yang menempati desa penyangga disekitarnya. Kehidupan masyarakat suku Dayak memiliki kaitan erat dengan hutan, hal ini tercermin dari perburuan untuk pemanfaatan dan penggunaan sumberdaya alam sejak dahulu, diantaranya amfibi dan reptil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan amfibi dan reptil oleh masyarakat di Desa Nusa Poring, sebagai desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Penelitian dilakukan pada Maret - April 2025 menggunakan metode wawancara semi terstruktur dengan penentuan responden melalui snowball sampling (n=15). Setidaknya tercatat 11 spesies amfibi dan 21 spesies reptil yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Nusa Poring. Tujuan pemanfaatan amfibi dan reptil berupa sumber makanan (100%), peliharaan (9.37%), dan penggunaan kepercayaan lokal. Berdasarkan daftar spesies amfibi dan reptil secara keseluruhan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, diperkirakan 13.41% spesies amfibi dan 29.57% spesies reptil yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Nusa Poring. Salah satu reptil yaitu Cakau (Manouria emys) yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan tujuh spesies yang tergolong terancam punah (vulnerable, endangered, dan critically endangered) berdasarkan IUCN Red List termasuk dalam daftar yang dimanfaatkan masyarakat. Kontak erat antara manusia dan satwa dalam proses pemanfaatan amfibi dan reptil akan meningkatkan risiko transmisi zoonosis yang dapat merugikan kesehatan manusia dan satwa lain. Pemanfaatan amfibi dan reptil oleh masyarakat hendaknya dapat diatur dan dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan agar keberadaan tetap lestari dan kesehatan terjaga.