Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Media Labirin Berbasis Loose Part untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 tahun Siti Maimanah; Musayyadah; Danang Prasetyo
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2022): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v2i2.2935

Abstract

Media pembelajaran hanya sebagai alat bantu untuk keberhasilan proses belajar mengajar, sebagai komponen terhadap keberhasilan proses belajar mengajar maka pengadaan media pembelajaran menjadi keharusan yang harus ada. Media pembelajaran disarankan harus terdiri dari unsur yang dapat mengembangkan seluruh potensi anak serta dapat menjadi solusi terhadap hambatan hambatan di proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan model dari borg and gall, lokasi penelitian ini di RA Nurul Hidayah Omben Sampang. Teknik pemerolehan data yang dipakai adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil keseluruhan dari penelitian ini menyatakan bahwasannya media labirin berbasis loose part dapat digunakan sebagai media pembelajaran mengacu terhadap hasil dari uji validasi serta uji coba kelompok kecil dan besar.
Pengembangan Media Labirin Berbasis Loose Part untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 tahun Siti Maimanah; Musayyadah; Danang Prasetyo
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2022): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v2i2.2935

Abstract

Learning media is only a tool for the success of the teaching and learning process, as a component of the success of the teaching and learning process, the procurement of learning media is a must that must exist. It is suggested that learning media should consist of elements that can develop the full potential of children and can be a solution to obstacles in the learning process. This study uses a research and development model from Borg and Gall, the location of this research is RA Nurul Hidayah Omben Sampang. The number of classes at RA Nurul Hidayah is quite large, namely two classes for group A and three classes for group B. This study focuses on group A1 according to the findings at the pre-study stage. Data collection techniques used are observation, documentation, and interviews. The overall results of this study state that the loose part-based labyrinth media can be used as a learning media referring to the results of the validation test and small and large group trials.
Implementasi Metode Role Playing Untuk Mengembangkan Nilai Moral Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Alkautsar Larangan Slampar Luqiyya Mina’ur Rofahiyah; Siti Farida; Musayyadah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2206

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan suatu proses pembinaan tumbuh kembang anak usia lahir hingga enam tahun secara menyeluruh, yang mencakup aspek fisik dan non fisik, dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan jasmani, moral spiritual, motorik, emosional, kognitif, dan sosial yang tepat dan benar agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Bermain sangat bermanfaat bagi anak usia dini. Melalui kegiatan bermain, anak dapat mempelajari dan belajar banyak hal, dapat mengenal aturan, bersosialisasi, menempatkan diri, menata emosi, toleransi, dan kerja sama yang baik. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di kelas B (setara dengan usia 5-6 tahun) di TK Alkautsar Larangan Slampar pada bulan November Akhir 2024 diketahui bahwa perkembangan nilai moral anak belum berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui implementasi metode role playing untuk mengembangkan nilai moral anak usia 5-6 tahun di TK Alkautsar. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah peserta didik dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan cara reduksi, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing di TK Alkautsar mampu mengembangkan nilai moral anak. Pentingnya penggunaan metode yang baik dan tepat yang sesuai dengan kebutuhan anak mampu meningkatkan seluruh aspek perkembangan, salah satunya perkembangan nilai moral.
Implementasi Metode Demonstrasi Untuk Mengembangkan Perkembangan Bahasa Ekspresif Di RA Nurul Hidayah Kadur Mauliddatur robiah; Musayyadah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i5.2213

Abstract

Perkembangan kemampuan bahasa, khususnya bahasa ekspresif, sangat penting bagi anak usia dini sebagai dasar untuk berkomunikasi, menyampaikan ide, serta mengekspresikan perasaan. Namun, di lapangan masih banyak anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam berbicara, kurang percaya diri, serta terbatas dalam menyusun kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode demonstrasi dapat digunakan sebagai pendekatan yang menyenangkan dan efektif dalam mengembangkan bahasa ekspresif anak usia dini. Penelitian dilakukan di RA Nurul Hidayah Kadur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi yang dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kondisi anak, seperti guru menunjukkan cara berbicara, menyusun kalimat, atau memperkenalkan diri, memberikan dampak positif terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak. Anak-anak terlihat lebih aktif, mulai berani berbicara di depan teman-temannya, dan mampu mengungkapkan ide secara sederhana. Meskipun penguasaan bahasa anak masih terbatas, kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam melatih kemampuan berbicara mereka. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peran aktif guru dan lingkungan belajar yang mendukung untuk terus menstimulasi kemampuan bahasa anak melalui pendekatan yang sesuai dengan usia dan karakteristik mereka.