Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN BEASISWA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Utin Nina Hermina; Muhammad Toasin Asha; Desvira Zain
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38062/jpab.v3i1.25

Abstract

Nilai IPM di suatu daerah sangat ditentukan dengan pembangunan di bidang pendidikan, khususnya ada perguruan tingggi didaerah tersebut. Untuk memenuhi hal itu Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau bersama-sama dengan Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP), mendirikan kampus PSDKU POLNEP Sanggau. Bagi sebagian masyarakat keinginan untuk kuliah seringkali terbentur dengan biaya, biaya untuk menempuh kuliah di perguruan tinggi sangat mahal. Tantangan mahalnya biaya pendidikan menyebabkan pendidikan tersebut tidak dapat merata bagi seluruh rakyat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau memberikan bantuan melalui program beasiswa. Tujuan pemberian beasiswa tersebut untuk meningkatkan pemerataan dan kesempatan belajar bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi, mendorong dan mempertahankan semangat belajar para mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu serta memotivasi mereka meningkatkan prestasi akademik sehingga memacu kualitas pendidikan. Untuk penelitian ini peneliti mencoba mengungkapkan pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar mahasiswa PSDKU POLNEP Sanggau. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian beasiswa terhadap motivasi belajar mahasiswa PSDKU POLNEP Sanggau serta untuk mengetahui apakah ada pengaruh tidak langsung pemberian beasiswa terhadap prestasi belajar melalui motivasi belajar mahasiswa PSDKU POLNEP Sanggau. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa PSDKU POLNEP Sanggau penerima beasiswa tahun 2018-2020 sebanyak 247 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Berdasarkan pertimbangan estimasi kemungkinan maksimum, Hair et al. (2010) menyatakan bahwa jumlah sampel sebanyak 50-100 orang sudah dapat memberikan hasil yang valid, Dengan pertimbangan di atas, peneliti merencanakan untuk mendapatkan sampel sebanyak 50 responden dari seluruh mahasiswa penerima beasiswa dari ketiga angkatan. Adapun hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya pemberian beasiswa berpengaruh positif terhadap motivasi belajar mahasiswa PSDKU POLNEP Sanggau.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Di Pondok Pesantren Nurul Jadid Desa Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya Muhammad Toasin Asha; Sutriyatna Sutriyatna; Slamet Tarno; Ledy Purwandani; Okto Ivansyah; Muhammad Rizal; Dwi Isyana Achmad; Ragil Putri Widyastuti; Muliani Muliani; Zaenal Mutaqin
Kapuas Vol 2 No 1 (2022): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v2i1.400

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid adalah ponpes yang terletak di Jalan Raya Kumpai, Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Untuk memenuhi kebutuhan operasional, lahan kosong seluas 6 Ha milik Yayasan digunakan untuk membuat usaha peternakan kambing dan berencana untuk mengembangkan lahan pertanian berupa sayur-sayuran yang dikelola oleh santri tingkat Aliyah. Metode pelaksanaan kegiatan yang dirancang yaitu melalui partisipasi aktif mitra pada pembuatan TTG. Kegiatan dibagi menjadi dua yaitu penyuluhan berupa penyampaian materi dan pelatihan pembuatan pupuk cair organik dan kompos dengan tambahan Trichoderma. Selanjutnya dilakukan uji aplikasi pada tanaman sayuran di lahan milik pondok pesantren. Pembuatan pupuk organik sangat efektif dilakukan secara mandiri di pondok pesantren untuk menunjang produksi sayuran di lahan potensial milik ponpes. Selain itu juga pupuk yang dihasilkan dapat dijual untuk meningkatkan pendapatan guna menunjang biaya operasional ponpes. Setelah pelaksanaan kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat sebanyak 77,78%.