Bartolomius Budi
Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-Nilai Kristiani dalam Ritual Dipelima Sundun pada Upacara Adat Rambu Solo’ Christian Elyesar Randalele; Bartolomius Budi; Dorce Desi Nabu'
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i2.86

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Kristiani yang terdapat dalam ritual Dipelima Sundun pada upacara adat rambu solo’ di Lembang Ma’kodo Kecamatan Simbuang. Rambu Solo’ adalah prosesi upacara kematian yang digelar pada saat seseorang meninggal dan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat Toraja. Ritual Dipelima sundun adalah upacara pemakaman bagi orang yang meninggal atau masyarakat dangan status sosial yang tinggi (bangsawan) yang disebut Ma’dika. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan sebagai upaya peneliti untuk menggali informasi dan menganalisis makna dan nilai dari objek yang sedang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Telaah literatur dilakukan dengan mengumpulkan referesi berupa buku, jurnal dan monograf yang relevan dengan topik. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi di lapangan, Hasil penelitian ditemukan beberapa nilai dalam ritual dipelima sundun yang berkesesuaian dengan nilai-nilai Kristiani antara lain: empati dan kepedulian sosial, kasih sayang dan penghormatan, gotong-royong serta nilai sukacita. Nilai empati dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh kerabat atau masyarakat kepada keluarga yang berduka. Nilai kasih sayang dan penghormatan dinyatakan oleh keluarga kepada yang mati melalui tahapan-tahapan dalam ritus. Nilai gotong-royong merupakan nilai kebersamaan yang ditunjukan oleh masyarakat dengan saling membantu mendukung keluarga yang berduka. Nilai sukacita terungkap lewat perilaku dari keluarga ketika menjamu kerabat atau masyarakat yang datang mengungkapkan dukacita, dan juga ketika keluarga tidak lagi larut dalam kesedihan yang disimbolkan dengan ukkandean bo’bo’.  
LITERASI ALKITAB SIKLUS TAHUN GEREJA MASA ADVEN SAMPAI NATAL DI GEREJA TORAJA JEMAAT MA’DONG DAN BUTTU LEPONG, DENPINA, TORAJA UTARA Mery Toban; Serdianus Serdianus; Setblon Tembang; Christian Elyesar Randalele; Yanni Paembonan; Bartolomius Budi; Anugerah Agustus Rando; Lorensy Kadang; Defri Meilepen; Erayanti Paelongan; Tania Stevannie
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.3

Abstract

Alkitab sebagai dasar hidup orang Kristen sangat perlu dibaca. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, remaja lebih mempunyai aktivitas yang memanfaatkan gadget dalam aktivitasnya. Peluang inilah yang dimanfaatkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK). Pengenalan yang mendalam dapat diperoleh melalui kronologi kisah Alkitab, yang dapat membantu mereka memahami nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung di dalamnya. Masalah yang terjadi adalah sebagian besar anak remaja belum rutin membaca Alkitab, sehingga pengetahuan tentang Alkitab masih sangat kurang. Hal serupa ditemukan ketika tim FKIPK melaksanakan kegiatan desa binaan di Ma’dong, Denpina, Toraja Utara. Khususnya di Gereja Toraja Jemaat Ma’dong dan Jemaat Buttu Lepong ditemukan bahwa sekolah minggu anak remaja yang mengikuti Gerakan Cinta Alkitab (GCA) belum konsisten saat monitoring dan evaluasi dilaksanakan dalam PkM tahun 2022. Metode yang digunakan adalah bercerita, video atau gambar, permainan atau aktivitas, aplikasi Quizizz. Berhubung keterbatasan waktu maka fokus pada kronologi kisah dan karakter tokoh Alkitab, didasarkan pada kalender gerejawi dengan memilih kisah dan tokoh pada masa Adven sampai Natal. Berdasarkan hasil penelitian PkM maka dapat disimpulkan bahwa anak remaja memahami konteks sejarah dan budaya, kisah dan karakter tokoh dalam Alkitab dan menunjukkan penerapan nilai-nilai spiritual dan moral melalui kisah dan karakter tokoh dalam Alkitab. The Bible as the basis of Christian life really needs to be read. With the increasingly rapid development of technology, teenagers have more activities that utilize gadgets in their activities. This opportunity is utilized in Community Empowerment activities at the Faculty of Teacher Training and Christian Education. An in-depth introduction can be obtained through the chronology of Bible stories, which can help them understand the spiritual and moral values ??contained therein. The problem that occurs is that most teenagers do not read the Bible regularly, so their knowledge of the Bible is still very lacking. A similar thing was found when the faculty team carried out assisted village activities in Ma'dong, Denpina, North Toraja. Especially in the Toraja Church, Ma'dong Congregation and Buttu Lepong Congregation, it was found that the Sunday school of teenagers who took part in the Bible Love Movement was not consistent when monitoring and evaluation was carried out in Community Empowerment in 2022. The methods used were storytelling, videos or pictures, games or activities, Quizizz app. Due to time constraints, the focus is on the chronology of the stories and characters of Bible characters, based on the ecclesiastical calendar by selecting stories and characters from Advent to Christmas. Based on the results of the Community Empowerment research, it can be concluded that teenagers understand the historical and cultural context, stories and characters of figures in the Bible and demonstrate the application of spiritual and moral values ??through the stories and characters of figures in the Bible.