Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Karakterisasi Elektrolit Biobaterai Berbasis Kulit Nanas dengan NaCl sebagai Penguat Konduktivitas dan NaOH sebagai Pelarut Aprilia, Luraselly Arda; Mustain Zamhari; Muhammad Yerizam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i4.23642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi limbah kulit nanas (Ananas comosus) sebagai bahan baku elektrolit biobaterai ramah lingkungan. Kulit nanas mengandung senyawa elektrolit alami seperti asam organik dan gula yang dapat menghasilkan energi listrik melalui reaksi redoks. Untuk meningkatkan kinerja biobaterai, ditambahkan NaCl sebagai penguat konduktivitas dan NaOH sebagai pelarut bahan organik. Variasi yang digunakan meliputi konsentrasi NaOH (0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 M), NaCl (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 M), serta massa kulit nanas (5, 10, 15 gram). Pengujian dilakukan dengan pengukuran tegangan, arus, daya, pH, konduktivitas, serta waktu nyala beban berupa lampu LED dan kipas kecil. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi 10 gram kulit nanas, NaOH dengan konsentrasi 0,5 M dan NaCl dengan konsentrasi 2,5 M menghasilkan daya tertinggi sebesar 1478,04 mW dan konduktivitas yang meningkat signifikan, yang berdampak positif pada efisiensi sistem. Arus listrik dan durasi nyala beban meningkat seiring dengan peningkatan konduktivitas polusi. Selain itu, elektroda tembaga-aluminium (Cu-Al) menunjukkan kinerja yang baik dalam mendukung reaksi elektrokimia. Dengan demikian, kulit nanas terbukti memiliki potensi besar sebagai bahan alternatif elektrolit, dan penambahan NaCl serta NaOH secara optimal dan dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja biobaterai.
Pengaruh Waktu Fermentasi dan Massa Ragi Terhadap Bioetanol dari Tongkol Jagung dan Kulit Singkong Melalui Proses SSF Putri, Sabina; Jafriani, Sindy; Leila Kalsum; Mustain Zamhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24031

Abstract

Ketersediaan sumber daya energi fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara semakin menipis serta tidak dapat diperbarui, sehingga pengembangan energi terbarukan menjadi solusi penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi bioetanol dari dua jenis biomassa lignoselulosa, yaitu tongkol jagung dan kulit singkong, melalui proses Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dengan penambahan Aspergillus niger. Variabel bebas yang digunakan adalah waktu fermentasi (3–7 hari) dan massa ragi (2% dan 4% m/v). Hasil fermentasi dimurnikan melalui proses distilasi, kemudian dianalisis menggunakan refraktometer dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mengetahui kadar etanol yang dihasilkan. Hasil terbaik dari tongkol jagung diperoleh pada indeks bias sebesar 1,3498 dengan kadar etanol 52% (refraktometer) dan 66,02% (GC-MS). Sementara itu, kulit singkong menghasilkan indeks bias tertinggi sebesar 1,3510 dengan kadar etanol 56% (refraktometer) dan 48,41% (GC-MS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik tongkol jagung maupun kulit singkong memiliki potensi sebagai bahan baku bioetanol, dengan variasi waktu fermentasi dan massa ragi yang berpengaruh terhadap kualitas bioetanol yang dihasilkan.