Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI TENTANG DAMPAK PARIWISATA TERHADAP BUDAYA MASYARAKAT (Studi Kasus di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas Jawa Tengah): Perception about Tourism Impact to Community Culture (Case in Baturraden District Banyumas Regency Central Java) Bedi Mulyana; Dyah Prabandari; Dwi Suci Riyanti
Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Vol. 12 No. Khusus (2022): Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, Vol
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstsv.12.Khusus.22-36

Abstract

Baturraden, Banyumas Regency, Central Java, is one of the tourist destinations that has the potential for future tourism development. The development of tourism in this region has an impact on regional development and the people who live in the area. One of those affected is the change in the cultural conditions of the community along with the development of tourism in the region. Cultural aspects that are intended include; religion and belief, organization and kinship, knowledge, equipment and technology, livelihood, language and arts. The study was conducted to see the community's perspective on tourism and its impact on cultural conditions in this region. The results of the study can be an initial consideration for tourism stakeholders in determining plans and actions to support tourism development in their area so that tourism development can provide optimal benefits, especially to the communities of Baturraden in the future. ABSTRAKBaturraden, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi pengembangan pariwisata ke depan. Pengembangan pariwisata di wilayah ini memberikan dampak terhadap pembangunan wilayah dan masyarakat yang tinggal di daerah. Salah satu yang terkena dampak adalah perubahan budaya masyarakat seiring perkembangan pembangunan pariwisata di wilayahnya. Aspek budaya yang dimaksudkan meliputi; religi dan kepercayaan, kekerabatan dan organisasi, pengetahuan, perlengkapan dan teknologi, mata pencaharian, bahasa serta kesenian. Penelitian dilakukan untuk melihat perspektif masyarakat terhadap pariwisata dan dampaknya terhadap kondisi budaya di wilayah Ini. Hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan awal para pelaku (stakelohders) kepariwisataan dalam menentukan rencana dan tindakan untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayahnya supaya pembangunan pariwisata dapat memberikan manfaat yang optimal, khususnya kepada masyarakat Baturraden Kabupaten Banyumas ke depannya.
Faktor-Faktor Dominan Komunikasi Pemasaran untuk Meningkatkan Wisata Kuliner Kopi Masa Pandemi Covid-19 Di Bogor Santoso, Hudi; Priatna, Wahyu Budi; Mulyana, Bedi
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.2.118-127

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada faktor-faktor komunikasi pemasaran yang mencerahkan, kredibel, terarah yang dapat memandu masyarakat, terutama para pelaku usaha untuk dapat kembali bangkit dengan meningkatkan kapasitas pelaku dalam keberlanjutan usaha wisata kuliner kopi melalui kolaborasi dan inovasi di tengah dinamika perubahan dan kondisi pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan tingkat faktor internal dan eksternal, ketersediaan sarana prasarana, komunikasi pemasaran dan kapasitas pelaku wisata kuliner kopi di Bogor; (2) Menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal, ketersediaan sarana prasarna, komunikasi pemasaran terhadap kapasitas pelaku wisata kuliner kopi di tengah pandemi Covid-19 di Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan multianalisis, yaitu analisis deskriptif, uji regresi sederhana, dan partial least square (PLS). Unit analisis adalah pengelola kedai kopi yang aktif dan terdampak pandemi Covid-19 di Kota Bogor. Hasil penelitian dengan kategori tinggi faktor internal, pemanfaatan media komunikasi, komunikasi pemasaran dan kapasitas pelaku usaha; dan faktor eksternal dan sarana dan prasarana temasuk kategori rendah. Terdapat pengaruh dari Faktor Eksternal (FE) dan media komunikasi terhadap Komunikasi Pemasaran (KP), selain itu Sarana dan Prasarana (SP) berpengaruh terhadap Media Komunikasi (MK), sedangkan Komunikasi Pemasaran (KP) berpengaruh terhadap Kapasitas Pelaku Usaha (KPU). Untuk rekomendasi penelitian perlu kajian mendalam terkait pengunjung wisata kuliner kopi, respon dan fasilitasi pemerintah terhadap pengembangan dan pembangunan pariwisata kuliner kopi di Bogor (kebijakan, peraturan, insentif pelaku hospitality industry dan yang lainnya), dengan stakeholders dalam mendukung pengembangan dan pembangunan pariwisata Kota Bogor.