Muhammad Dwi Toriyono
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Dhikra

QUNUT DALAM KACAMATA MUHAMMADIYAH: STUDI PEMAHAMAN HADIS DALAM FATWA MAJELIS TARJIH Siti Lailatul Qomariyah dan Muhammad Dwi Toriyono
al Dhikra | Jurnal Studi Qur'an dan Hadis Vol. 2 No. 2 (2020): al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Ushuluddin Faculty, PTIQ Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.627 KB) | DOI: 10.57217/aldhikra.v2i2.781

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meneliti pemahaman hadis yang digunakan sebagai argument fatwa Majelis Tarjih yang tidak membenarkan pengkhususan membaca qunut dalam shalat shubuh.Putusan ini tidak sepaham dengan sebagian mazhab di Indonesia, yakni mazhab Imam Syafi’i yang juga menggunakan hadis sebagai dasar hukum. Artikel ini ditulis menggunakan metode analisisdiksriptis terhadap pemahaman hadis yang digunakan oleh Majelis Tarjih. Sebagai hasil, didapati kesimpulan bahwa hadis yang dijadikan landasan hukum oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah benar-benar sahih. Hadis tersebut secara terang tidak melarang membaca qunut dalam shalat shubuh. Namun pelarangan atau tidak membenarkan adanya qunut dalam shalat shubuh merupakan suatu pemahaman Majelis Tarjih Muhammadiyah yang berlandaskan pada bahwasannya jika ada suatu amalan yang diperselisihkan hukumnya, maka tidak dibenarkan untuk mengamalkannya. Sementara itu, didapatkan bahwasannya dalil yang dikemukakan oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah merupakan suatu dalil yang umum tentang utamanya shalat dengan membaca qunut. Dalil ini mestinya memperkuat dalil yang disampaikan oleh Syafi’i sebagaimana dipaparkan dalam hadis sebelumnya bahwasannya membaca qunut dalam shalat shubuh hukumnya adalah sunnah.
DIALOG ARGUMENTATIF NABI IBRAHIM DAN RAJA NAMRUD DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Muhammad Dwi Toriyono dan Afrizal El Adzim Syahputra
al Dhikra | Jurnal Studi Qur'an dan Hadis Vol. 3 No. 2 (2021): al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Ushuluddin Faculty, PTIQ Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.462 KB) | DOI: 10.57217/aldhikra.v3i2.783

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meneliti model dialog argumentatif yang menitik beratkan pada proses adu argumentasi dari kedua belah pihak antara Ibrahim dan Raja Namrud sebagaimana diungkap dalam Al-Qur’an, di antaranya dapat ditemukan pada surah al Baqarah ayat 258 yang menceritakan secara singkat pertemuan Nabi Ibrahim dan Raja Namrud. Saat mereka bertemu,terjadilah dialog argumentatif yang pada akhirnya dimenangkan oleh Nabi Ibrahim. Temuan tersebut sekaligus mendukung teori Dawam Raharjo yang menyebutkan, ada beberapa cirikeistimewaan nabi Ibrahim. Pertama, ia memperoleh pengertian tentang Tuhan melalui proses perjuangan berpikir sejak usia muda dengan cara observasi dan pengamatan. Kedua, iamenyebarkan dan memperjuangkan keyakinannya tersebut kepada berbagai bangsa. Ketiga, ia adalah orang yang teruji dengan berbagai perintah dan larangan Allah, dan karena itu ia dipilihsebagai pemimpin umat manusia. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan analisis semantik yang dikembangkan oleh al-Jurjani. Hasil dari riset ini mengatakan bahwa dialog yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim menggunakan bahasa yang santun dan persuasif sebagai metode dakwah yang mencirikan agama tauhid.