Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM OPTIMALISASI LIMBAH RUMAH TANGGA DAN VEGETASI SEKUNDER MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK WISATA HIJAU TORONIPA Laode Sabaruddin; Robiatul Adawiyah; Waode Anima Hisein; L. M. Harjoni Kilowasid; Norma Air; Eka febrianti; Waode Nuraida
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6521

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah organik rumah tangga dan wisatawan serta pemanfaatan vegetasi sekunder di Kawasan wisata Pantai Toronipa belum mendapat perhatian secara optimal sehingga memiliki potensi besar akan mencemari lingungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik dan vegetasi sekunder menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai upaya mendukung konsep wisata hijau dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, dan demonstrasi/pelatihan pembuatan POC. Kegiatan melibatkan masyarakat dan pengelola wisata secara aktif melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengidentifikasi bahan baku POC, serta peningkatan keterampilan dalam proses pembuatan dan aplikasi POC pada media tanam. Tingkat kehadiran dan partisipasi masyarakat tergolong tinggi (±85%), ditunjukkan dalam forum diskusi dan praktik langsung. POC yang dihasilkan berpotensi memperbaiki kesuburan tanah di kawasan pantai serta menjadi alternatif pengurangan penggunaan pupuk anorganik. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pengembangan produk bernilai ekonomis berbasis limbah lokal. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan konsep wisata ramah lingkungan di Pantai Toronipa
Pemberdayaan Kelompok Tani Sayuran melalui Intensifikasi Ekologi Menggunakan Eko-Teknologi Non-Mikroba di Sekitar Kebun Raya Kendari Laode Muhammad Harjoni Kilowasidi; Robiatul Adawiyah; Nur Isiyana Wianti
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.3.276-288

Abstract

Agricultural Innovation in the green revolution contains high ecological risk, so that eco-technology innovation is needed for the sustainability of agricultural productivity. Unfortunately, not all farmers know about of this innovation, including members of the Nanga-Nanga Makmur Farmers Group around the Kendari City Botanical Gardens. This Community Partnership Program aimed to: (i) increase the knowledge and skills of target farmers regarding the management of abundant organic waste around farmers' fields to be used as non-microbial biofertilizer products; and (ii) provide knowledge to target farmers about conducting soil quality testing as a reference for farmers to determine the dose of non-microbial biofertilizer on managed agricultural land by members of the farmer groups. The method applied to achieve this goal is to do incidental counseling through face-to-face activities, training activities through mentoring in plot demonstration actions. Data on the increasing knowledge and skills of farmers were recorded through photos during mentoring and pilot demonstrations and analyzed descriptively. The results of these activities have increased the knowledge and skills of farmers in evaluating soil fertility using KIT for soil analysis, and determining the need for organic matter and fertilizers. Partner farmers have been able and skilled to produce biochar, compost tea, and compost as non-microbial biofertilizer by utilizing liquid organic waste and organic solid waste. Farmers can to manage soil quality and plant health through the application of non-microbial biofertilizer to soil and plants. Farmers also have insight into pest/disease control through an eco-technology approach.