Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi pembuatan pupuk organik vermikompos dan penerapannya pada sistem tumpangsari tanaman jagung pada perkebunan kelapa sawit Sitti Leomo; Sapto Raharjo; Sarinah Sarinah; Faisal Danu Tuheteru; Albasri Albasri; Waode Nuraida; Muhammad Afif Febrian Thahir; Fikar Fikar; Nur Hayati; Amiratul Anisa; Mawarni Mawarni
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024689

Abstract

Desa Lombuea merupakan salah satu desa di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa ini memiliki potensi kelapa sawit, namun produktivitasnya rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan melalui produksi dan aplikasi pupuk organik vermikompos. Banyak studi melaporkan bahwa aplikasi vermikompos dapat memperbaiki sifat tanah khususnya kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman pertanian dan perkebunan. Selain produktivitas rendah, pengetahuan petani atau masyarakat terkait produksi dan teknik penerapan juga masih rendah. Dengan demikian, perlu dilakukan sosiasilisasi terkait produksi pupuk organik vermikompos dan Teknik aplikasinya. Tujuan pelaksanaan KKN Tematik adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani terkait produksi dan penerapan vermikompos oleh petani kelapa sawit dari desa Lombuea. KKN tematik akan melibatkan 15 mahasiswa Universitas Halu Oleo. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi tim KKN tematik dengan pemerintah desa, penyerahan mahasiswa KKN tematik, pelaksanaan kegiatan KKN (sosialisasi produksi vermikompos dan penerapannya), monitoring dan evaluasi serta penarikan mahasiswa KKN tematik. Luaran KKN yang akan dicapai adalah produk barang berupa pupuk organik vermikompos, 1 (satu) artikel jurnal pengabdian, berita kegiatan pada media massa local (cetak atau online) dan video kegiatan KKN Tematik.
PKM bimbingan teknis pembuatan POC limbah pertanian untuk peningkatan produksi tanaman jagung di desa Warambe Tresjia Corina Rakian; Muhidin Muhidin; Laode Muhammad Harjoni Kilowasid; Resman Resman; Gusti Ayu Kade Sutariati; Sitti Leomo; Nini Mila Rahni; Waode Nuraida; Mani Yusuf; Rasul Mandia; I Kadek Pande Prasetia W
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024707

Abstract

Jagung merupakan tanaman dengan seribu manfaat, seluruh dari bagian tanaman jagung dapat dimanfaatkan. Manfaat pokok tanaman jagung adalah pemanfaatan biji jagung yang diolah sebagai makanan pokok. Selain itu limbah dari tanaman serba guna ini juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk yang bernilai ekonomis seperti batang, daun dan tongkol jagung. Hal ini menjadikan limbah jagung yang diolah sebagai bahan organik seperti pupuk organic cair sehingga dapat menambah kandungan unsur hara yang diperlukan tanaman. Oleh sebab itu, sangat diperlukan teknologi POC untuk meningkatkan kualitas unsur hara tanah, peningkatan produksi dan mendapatkan tanaman jagung organik. Desa Warambe merupakan daerah pertanian dengan kondisi lahan yang terus dilakukan penanaman jagung sepanjang tahun dengan menggunakan pupuk kimia sehingga ini akan berdampak menurunnya kondisi unsur hara tanah dan berdampak bagi kesehatan masyarakata desa Warambe.  Di desa Warambe selain terdapat limbah-limbah pertanian juga terdapat limbah-limbah rumah tangga yang melimpah tetapi belum diolah secara optimal sehingga tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat desa tersebut, maka tujuan kegiatan PKM ini harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang telah tercemar akibat penggunaan pupuk kimia, dan juga dapat menambah penghasilan masyarakat setempat dengan memanfaatkan limbah yang ada disekitar untuk dijadikan pupuk organik. Dimana pupuk organik memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan limbah kotoran ternak yang belum diolah. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan dalam kegiatan PKMI ini adalah penerapan teknologi dalam merubah penggunaan pupuk kimia dengan penggunaan teknologi POC sehingga lahan usahatani lebih produktif lagi. Adapun bentuk teknologi yang diterapkan ke masyarakat dalam pengabdian ini adalah (1) teknologi pembuatan pupuk organik cair (2) teknologi pengemasan pupuk organik cair (3) Teknologi pemasaran tanaman jagung melalui media online (Facebook dan Watshap). Pupuk organik cair yang berasal dari limbah-limbah pertanian, diminati oleh petani untuk digunakan sebagai pupuk dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman jagung di Desa Warambe Kecamatan Parigi Kabupaten Muna, dan dapat mendorong petani untuk mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan atau sistem pertanian organik. Maka dengan kegiatan PKMI petani sudah memiliki kemampuan dasar dalam sistem budidaya tanaman sehat yang berwawasan lingkungan yang dapat menghasilkan produk-produk pertanian yang dapat diterima oleh masyarakat luas.
PKM OPTIMALISASI LIMBAH RUMAH TANGGA DAN VEGETASI SEKUNDER MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK WISATA HIJAU TORONIPA Laode Sabaruddin; Robiatul Adawiyah; Waode Anima Hisein; L. M. Harjoni Kilowasid; Norma Air; Eka febrianti; Waode Nuraida
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6521

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah organik rumah tangga dan wisatawan serta pemanfaatan vegetasi sekunder di Kawasan wisata Pantai Toronipa belum mendapat perhatian secara optimal sehingga memiliki potensi besar akan mencemari lingungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik dan vegetasi sekunder menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai upaya mendukung konsep wisata hijau dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, dan demonstrasi/pelatihan pembuatan POC. Kegiatan melibatkan masyarakat dan pengelola wisata secara aktif melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengidentifikasi bahan baku POC, serta peningkatan keterampilan dalam proses pembuatan dan aplikasi POC pada media tanam. Tingkat kehadiran dan partisipasi masyarakat tergolong tinggi (±85%), ditunjukkan dalam forum diskusi dan praktik langsung. POC yang dihasilkan berpotensi memperbaiki kesuburan tanah di kawasan pantai serta menjadi alternatif pengurangan penggunaan pupuk anorganik. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pengembangan produk bernilai ekonomis berbasis limbah lokal. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan konsep wisata ramah lingkungan di Pantai Toronipa
PKM Pemberdayaan Masyarakat Desa Konda Satu Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan melalui Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair dan Peningkatan Kualitas Pasca Panen Tanaman Sayuran Teguh Wijayanto; Abdul Gafaruddin; Sukmawati Abdullah; Waode Nuraida; Wa Ode Nafilawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2269

Abstract

This PKM activity applies environmentally friendly organic fertilizer (POC) technology to the community living in Konda Satu Village, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi, both non-productive and productive communities in the agricultural sector. The Student Service Program (PKM) aims to optimize the potential use of liquid fertilizer by utilizing agricultural waste in Konda Satu Village by increasing added value through food processing, waste utilization, and increasing production results using organic fertilizer. The technological methods that will be applied to the community in this service are (1) liquid organic fertilizer manufacturing technology (2) Development of agricultural products in the utilization of agricultural waste into organic fertilizer that reduces dependence on the use of inorganic fertilizers. Overall, this PKM supports community empowerment and sustainable economic development based on the potential of agricultural waste being converted into liquid organic fertilizer in the region. Thus, the solution offered in this PKM activity is the application of technology in changing the use of chemical fertilizers with the use of POC technology so that agricultural land is more productive.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair Berbasis Limbah Lokal di Kelurahan Dana, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara La Ode Alwi; Darwis Darwis; Waode Nuraida; Ilian Elvira
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.1985

Abstract

Farmers’ dependence on inorganic fertilizers in crop cultivation remains high, leading to increased agricultural production costs and a gradual decline in soil quality and fertility over time. Meanwhile, Dana Village, Muna Regency, Southeast Sulawesi, has abundant local waste resources, including crop residues, leaves, livestock manure, and household kitchen waste, which have not been optimally utilized. These materials have the potential to be processed into solid and liquid organic fertilizers that can improve soil fertility and enhance crop productivity. This Community Service Program aimed to improve farmers’ knowledge and skills through training on the production of solid and liquid organic fertilizers based on local waste as an alternative to inorganic fertilizers. The program was implemented through lectures, discussions, and hands-on practice. The results showed increased farmers’ understanding, technical skills, and interest in independently producing and applying organic fertilizers. This activity is expected to be an initial step toward strengthening farmer self-reliance and promoting environmentally friendly agricultural waste management.