Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penerapan Situational Communication Crisis Theory bagi Organisasi Dakwah dalam Menghadapi Situasi Krisis Rizky Saputra
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 2 (2020): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i2.4172

Abstract

This paper will discuss a theory in dealing with a crisis situation in the context of a da'wah organization in general, which of course will be different from the crisis context of a business company, both in terms of the type of issue or problem to the handling of the crisis situation. According to Coombs, there are five message strategies that are usually used in crisis communication, namely: (1) Non-existence strategies. This strategy is carried out by organizations that are not experiencing a crisis, but there are rumors that the organization is facing a crisis; (2) Distance strategies. Organizations that acknowledge a crisis are used and try to weaken the relationship between the organization and the crisis that has occurred; (3) Ingratiation strategies. This strategy is used by organizations in seeking public support; (4) Mortification strategies. The organization tries to apologize and accept the fact that there is a real crisis; (5) Suffering strategies. Organizations also show suffering as victims of those who are not happy with the organization and seek to gain public support and sympathy. The choice of crisis communication strategy must be considered by the da'wah organization that will carry out its crisis communication by still considering the situation, type of problem, and the scale or size of a crisis that occurs as well as the organization's ability to reach the choice of communication model.
Transmisi Pesan dan Pemrosesan Informasi Individu Menyoal Diskriminasi di Indonesia dari Perspektif Van Kaam Magfirah Magfirah; Rizky Saputra
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/exp.v4i1.1442

Abstract

AbstractThis study aims to describe the experience of individuals processing information and interpret the phenomenon of discrimination in Indonesia. This study uses the interpretive paradigm and the phenomenological tradition as a basis for theoretical thinking to understand the subjective world of communicators through in-depth interview instruments. Information Integration Theory is used to explain the process of forming cognitive structures and individual attitudes when interacting with discriminatory information obtained through a number of information media. The data analysis technique used the phenomenological approach proposed by Van Kaam. The results of this study indicate that information on discrimination cases appears in the daily activities of individuals accessing and using information, thus encouraging information processing in the individual's cognitive system. However, only a number of cases have been noticed and followed by individuals, such as cases of discrimination against ethnic Madurese in Kalimantan, Ahmadiyah congregations, students from Papua in Malang and Surabaya, and the Natalius Pigai case. Discrimination messages are transmitted via Facebook, Twitter, media coverage, research journals, and word of mouth. The phenomenon of discrimination in Indonesia is understood by individuals into three different meanings. Keywords: discrimination, phenomenology, Natalius Pigai, information processing, message transmission AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman individu memproses informasi dan memaknai fenomena diskriminasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dan tradisi fenomenologi sebagai landasan berpikir teoritik untuk memahami dunia komunikator yang bersifat subyektif melalui intrumen wawancara mendalam. Teori Integrasi Informasi digunakan untuk menjelaskan proses terbentuknya struktur kognitif dan sikap individu ketika berinteraksi dengan informasi diskriminasi yang diperoleh melalui sejumlah media informasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan fenomenologi yang diusulkan oleh Van Kaam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informasi kasus diskriminasi muncul dalam aktivitas sehari-hari individu mengakses dan menggunakan informasi, sehingga mendorong terjadinya pemrosesan informasi di dalam sistem kognitif individu. Namun demikian, hanya sebagian kasus yang diperhatikan dan diikuti perkembangannya oleh individu seperti kasus diskriminasi warga etnis Madura di Kalimantan, jemaat Ahmadiyah, mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, serta kasus Natalius Pigai. Pesan diskriminasi ditransmisikan melalui Facebook, Twitter, pemberitaan media, jurnal penelitian, dan word of mouth. Fenomena diskriminasi di Indonesia, dipahami individu ke dalam tiga makna yang bervariasi. Kata kunci : diskriminasi, fenomenologi, Natalius Pigai, pemrosesan informasi, transmisi pesan
Re-definisi Superioritas Kulit Putih Terhadap Kulit Hitam Dalam Film The Help Maulana Andinata Dalimunthe; Rizky Saputra
Avant Garde Vol 9, No 2 (2021): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v9i2.1451

Abstract

The Help movie becomes a site for redefining the superiority of white skin over black skin. The number of films with the central theme of oppression and discrimination against blacks makes whites feel they have to redefine their identity in the eyes of the world as people who bring enlightenment to blacks. The purpose of this paper is to identify forms of redefinition superiority in The Help movie. The theory that used in this paper is representation theory that formulated by Stuart Hall. The data obtained from observation of images (visual image) and sound/dialogue (audio) in which there is a text that describes the redefinition of the superiority of whites over blacks, and then analyzed using a constructionist approach. The results showed, The Help is an attempt to construct that not all whites discriminate against blacks, by presenting white figures who oppose discrimination and defend black rights through a book, which is then published and read by the public, but on the other hand, this film wants to convey that the black struggle not succeed without the presence of whites. Blacks will not get their freedom if whites do not take part in the struggle that they are doing. This film wants to redefine white superiority which does not always have a bad impact on black lives, because there are many positive aspects that can be generated through white superiority, such as improvement in the economic level, and raise black awareness of their potential.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Pantai Labu Guna Meningkatkan Perekonomian Melalui Pelestarian Lingkungan Nur Subiantoro; Dhea Agusty Ningrum; Tomy Sun Siagian; Mhd Andi Rasyid; Rulliyani Rulliyani; Rizky Saputra
Jurnal Abdi Mas Adzkia Vol 3, No 1 (2022): Agustus- Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/adzkia.v3i1.12660

Abstract

STIE Graha Kirana (STIE GK) Medan melakukan kemitraan dengan Kepul Id dalam “Sosialisasi Bank Sampah” yang dilaksanakan di acara “Cek Kesehatan Gratis dengan Sampah” untuk berkontribusi langsung terhadap keberlasungan lingkungan yang bersih dan madani dan juga bagaimana sampah bisa memberikan pendapatan tambahan yang bisa meningkatkan sejahteraan masyarakat yang kali ini dilaksanakan di Dusun 2 Pantai Labu, Deli Serdang. Dalam kegiatan digunakan metode PAR, dimana para pelaksana melakukan observasi melalui pendekatan kuisioner sambil menjelaskan, diperoleh 68 responden dari sekitar 200 jumlah populasi masyarakat yang ikut serta dalam acara tersebut. Dari hasil kuisioner dan observasi langsung disimpulkan bahwa masyarakat telah menyadari pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan karena berkaitan dengan kelangsungan hidup dan kesejahteraan mereka. Namun demikian karena masih minimnya informasi tentang bank sampah di kalangan mereka, mereka masih berperilaku belum taat dalam membuang sampah pada tempatnya apalagi melakukan 3R. Hal ini terbukti dari temuan di lapangan tempat pelaksanaan PkM yang terdapat sampah plastik lama di beberapa area. Dengan adanya PkM ini diharapkan masyarakat yang menjadi responden bisa setidaknya merubah perilaku secara bertahap agar lebih sadar 3R dan mulai menjadi nasabah atau bahkan mendirikan Bank Sampah. Namun demikian hal ini tentunya tidak mudah, dibutuhkan pendampingan dari para praktisi seperti Dosen STIE GK dan Kepul id agar apa yang masyarakat harapkan bisa terwujud; mengelola sampah dengan baik dan benar dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.
JAVANESE HEGEMONY AND INDONESIA-CENTRIC NARRATIVE IN KEMENPAREKRAF YOUTUBE TOURISM VILLAGE VISUAL REPRESENTATION ANALYSIS Safitri, Lies Utami Efni; Saputra, Rizky
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v6i4.1208

Abstract

This study examines the persistence of Javanese hegemony within the state’s “Indonesia-Centric” tourism narrative, as reflected in the Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 promotional videos on the official Kemenparekraf YouTube channel. Using a mixed-method approach combining quantitative content analysis and semiotic narrative interpretation, this research identifies significant spatial and representational imbalances between Javanese and Non-Javanese destinations. This research analyzes a total of 50 promotional videos (N=50). Quantitative findings reveal that Javanese destinations received 65% of total promotional airtime, with an average duration of 7.22 minutes per video, compared to only 4.57 minutes for Non-Javanese regions. Qualitative analysis further shows that Javanese villages are portrayed through narratives of modernity, accessibility, and managerial excellence framing them as normative and strategic models of success. Conversely, Non-Javanese destinations are represented through exoticized imagery emphasizing remoteness and cultural spectacle, perpetuating the “Othering” discourse. These findings demonstrate a symbolic contradiction between the Indonesia Centric development mandate and the digital execution of tourism branding, where cultural hegemony persists despite decentralization efforts. The study proposes the implementation of an Equity in Promotional Investment (EPI) framework to ensure spatial representational justice and promote genuine inclusivity in Indonesia’s tourism communication strategy.
Product Crisis Management Through Continuous Communication: A Content Analysis Approach Using The Case of Honda Astra Indonesia Rizky Saputra; Lies Utami Efni Safitri
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 9, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v9i2.20176

Abstract

AbstractThis study investigates the crisis communication strategies employed by Honda Astra Indonesia in response to the eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame) issue, which posed significant challenges to the company's reputation and customer trust due to product quality concerns. The urgency of this research lies in understanding how effective crisis communication can mitigate reputational damage and restore public confidence in the automotive industry. Utilizing crisis communication theory, which emphasizes transparency, consistency, and swift responsiveness, this study examines the approaches Honda Astra Indonesia adopted to manage the crisis.A content analysis method was employed to analyze various data sources, including official press releases, media reports, and public responses on social media platforms Instagram. The analysis aimed to identify key themes and assess the effectiveness of the communication strategies implemented by Honda Astra Indonesia.Findings indicate that the company's consistent and transparent communication through regular press releases, which outlined the steps taken to address the eSAF issue, played a crucial role in mitigating the negative impact. Media reports reflected mixed perspectives, with some criticism of product quality and appreciation of the company's corrective actions. Social media analysis revealed diverse public responses, ranging from concerns about safety to praise for the company's prompt response and transparency. The study's novelty lies in its comprehensive examination of how different communication channels and strategies contribute to crisis management in the automotive industry. It provides valuable insights into best practices for effectively managing product-related crises and highlights the importance of maintaining open and transparent communication with stakeholders. These findings offer practical implications for other companies facing similar challenges, emphasizing the need for structured and proactive communication plans to restore and maintain public trust during crises. AbstrakKajian ini mengulas strategi komunikasi krisis yang digunakan oleh Honda Astra Indonesia dalam menanggapi isu eSAF (Enhanced Smart Architecture Frame), yang memberikan tantangan signifikan terhadap reputasi perusahaan dan kepercayaan pelanggan karena masalah kualitas produk. Urgensi penelitian ini terletak pada pemahaman bagaimana komunikasi krisis yang efektif dapat memitigasi kerusakan reputasi dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap industri otomotif. Memanfaatkan teori komunikasi krisis yang menekankan transparansi, konsistensi, dan kecepatan tanggap, penelitian ini mengkaji pendekatan yang diterapkan Honda Astra Indonesia dalam mengelola krisis. Metode analisis konten digunakan untuk menganalisis berbagai sumber data, termasuk siaran pers resmi, laporan media, dan tanggapan publik di platform media sosial Instagram. Analisis bertujuan untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan menilai efektivitas strategi komunikasi yang diterapkan Honda Astra Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi perusahaan yang konsisten dan transparan melalui siaran pers rutin, yang menguraikan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah eSAF, memainkan peran penting dalam memitigasi dampak negatif. Laporan media mencerminkan perspektif yang beragam, dengan beberapa kritik terhadap kualitas produk dan apresiasi terhadap tindakan perbaikan yang dilakukan perusahaan. Analisis media sosial mengungkapkan tanggapan masyarakat yang beragam, mulai dari kekhawatiran mengenai keselamatan hingga pujian atas respons cepat dan transparansi perusahaan. Kebaruan studi ini terletak pada pemeriksaan komprehensif tentang bagaimana berbagai saluran komunikasi dan strategi berkontribusi terhadap manajemen krisis di industri otomotif. Laporan ini memberikan wawasan berharga mengenai praktik terbaik untuk mengelola krisis terkait produk secara efektif dan menyoroti pentingnya menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan dengan para pemangku kepentingan. Temuan-temuan ini menawarkan implikasi praktis bagi perusahaan-perusahaan lain yang menghadapi tantangan serupa, dengan menekankan perlunya rencana komunikasi yang terstruktur dan proaktif untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik selama krisis 
PENGARUH ONLINE CUSTOMER REVIEW DAN ONLINE CUSTOMER RATING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GO-FOOD DI KOTA STABAT Syawal Fachruzi; Rizky Saputra; Nur Subiantoro; Palacheta Subies Subianto
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v5i1.154

Abstract

AbstractThe growth of digital food delivery services has transformed consumer purchasing behavior. Information available on these platforms such as online customer reviews and ratings serves as a key consideration for consumers prior to making a transaction. This study aims to analyze the impact of online customer reviews and ratings on the purchasing decisions of GoFood users in Stabat City. A quantitative approach utilizing a survey method was employed. The study population consisted of GoFood users in Stabat City, with a sample of 100 respondents selected via simple random sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS version 26. The results indicate that online customer reviews have a positive and significant effect on purchasing decisions, with a regression coefficient of 0.431 and a significance value of 0.000. Online customer ratings also exert a positive and significant influence on purchasing decisions, with a regression coefficient of 0.356 and a significance value of 0.000. Simultaneously, both variables significantly affect purchasing decisions, yielding an F-statistic of 75.863 and a significance value of 0.000. The coefficient of determination (R²) of 0.610 indicates that online customer reviews and ratings explain 61.0% of the variation in purchasing decisions, while the remainder is influenced by factors outside the research model. The findings of this study imply that culinary business operators need to enhance the quality of customer reviews as a digital marketing strategy. AbstrakPerkembangan layanan pesan antar makanan berbasis digital telah mengubah perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Informasi yang tersedia pada platform, seperti online customer review dan online customer rating, menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen sebelum melakukan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh online customer review dan online customer rating terhadap keputusan pembelian pada pengguna GoFood di Kota Stabat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pengguna GoFood di Kota Stabat, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa online customer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,431 dan nilai signifikansi 0,000. Online customer rating juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,356 dan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai F hitung sebesar 75,863 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,610 menunjukkan bahwa online customer review dan online customer rating mampu menjelaskan 61,0% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelaku usaha kuliner perlu meningkatkan kualitas ulasan pelanggan sebagai strategi pemasaran digital.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PEGAWAI TERHADAP KEPUASAN LAYANAN KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI TAHUN 2024 PADA KANTOR UPT. ASRAMA HAJI MEDAN Muthmainnah Muthmainnah; Rizky Saputra
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v4i1.122

Abstract

AbstractImproving the quality of public services is a strategic imperative in realizing responsive governance, particularly in religious services such as Hajj pilgrim departures. Hajj pilgrims have complex and sensitive needs, making high-quality service a critical factor in achieving satisfaction. This study aims to analyze the influence of employee service quality on the satisfaction of Hajj pilgrims during the 2024 departure services at the UPT Asrama Haji Medan Office. A quantitative approach was employed using a survey method with 100 respondents selected through Slovin’s formula. The research instrument was based on the five SERVQUAL dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Regression analysis results show that service quality has a positive and significant effect on pilgrim satisfaction, with a regression coefficient of 0.613 and a significance value of 0.000. The determination value (R²) of 38.4% indicates that employee service quality explains a substantial portion of the variation in pilgrim satisfaction. These findings emphasize that improving empathy, responsiveness, and employee professionalism is essential in creating a satisfying service experience for Hajj pilgrims.AbstrakPeningkatan kualitas pelayanan publik merupakan tuntutan strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, terutama dalam pelayanan keagamaan seperti keberangkatan ibadah haji. Jamaah haji sebagai pengguna layanan memiliki kebutuhan yang kompleks dan sensitif, sehingga pelayanan yang berkualitas menjadi prasyarat utama untuk menciptakan kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan pegawai terhadap kepuasan jamaah haji pada layanan keberangkatan tahun 2024 di Kantor UPT Asrama Haji Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 jamaah yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian mengacu pada lima dimensi SERVQUAL: bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan jamaah, dengan koefisien regresi sebesar 0,613 dan signifikansi 0,000. Nilai determinasi (R²) sebesar 38,4% mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan pegawai menjelaskan sebagian besar variasi dalam tingkat kepuasan jamaah. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan dimensi empati, ketanggapan, dan profesionalitas pegawai merupakan kunci dalam menciptakan pengalaman layanan yang memuaskan bagi jamaah haji.
ANALISIS PERSEPSI BUDAYA ORGANISASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PRINCIPLE DAN DISTRIBUTOR Muhammad Syafri; Rizky Saputra
Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Graha Kirana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61715/jmeb.v3i2.100

Abstract

This study aims to analyze the perception of organizational culture and its relationship with job satisfaction among employees working at Principle and Distributor companies. Organizational culture refers to a set of values, norms, and practices that form the foundation of behavior within an organization, while job satisfaction reflects the level of happiness and contentment an individual has with their work. This research uses a quantitative approach with a survey method involving 50 respondents from both types of companies. Data were collected through questionnaires that measured perceptions of organizational culture dimensions such as innovation, results orientation, teamwork, and stability, as well as job satisfaction from both intrinsic and extrinsic aspects. The analysis results show a significant positive relationship between perceptions of organizational culture and employee job satisfaction, with the dimension of teamwork having the greatest influence. This study indicates the importance of strengthening organizational culture to enhance job satisfaction, which in turn can drive productivity and employee loyalty. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi budaya organisasi dan hubungannya dengan kepuasan kerja pada karyawan yang bekerja di perusahaan Principle dan Distributor. Budaya organisasi merupakan sekumpulan nilai, norma, dan praktik yang menjadi dasar perilaku dalam organisasi, sementara kepuasan kerja mencerminkan tingkat kebahagiaan dan kepuasan individu terhadap pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 50 responden dari kedua jenis perusahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi terhadap dimensi budaya organisasi seperti inovasi, orientasi hasil, kerja tim, dan stabilitas, serta kepuasan kerja dari aspek intrinsik dan ekstrinsik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan, dengan dimensi kerja tim memiliki pengaruh paling besar. Studi ini mengindikasikan pentingnya penguatan budaya organisasi untuk meningkatkan kepuasan kerja, yang pada gilirannya dapat mendorong produktivitas dan loyalitas karyawan.