Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGERJAKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS V SD Ali Muckromin; Achmad Fathoni
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang berkualitas adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang guru dan merupakan faktor utama yang dapat menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Subjek pada penelitian ini berjumlah 14 siswa kelas V SDN 2 Banyusri Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan tes yang diberikan pada setiap siklus pembelajaran. Meningkatnya keterampilan siswa dalam mengerjakan soal cerita matematika melalui model pembelajaran Problem Based Learning merupakan tujuan penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada siklus I 7,14 siklus II 35,71 serta siklus III 85,71% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan siswa mengalami peningkatan, dari sedang menjadi tinggi. Kata Kunci: soal cerita, Pembelajaran, PBL
FILSAFAT HUMANISME DAN IMPLIKASINYA DALAM KONSEP MERDEKA BELAJAR Nafiah Nur Shofia Rohmah; Ali Muckromin; Endang Fauziyati
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep merdeka belajar sesungguhnya telah dicetuskan sejak dahulu oleh Ki Hadjar Dewantara dengan pendapatnya yang menjelaskan bahwa merdeka belajar merupakan konsep tentang pendidikan yang yang didasarkan pada asas kemanusiaan. Menurutnya mendidik adalah proses memanusiakan manusia, sehingga bakat dan minat peserta didik bisa mengalami perkembangan baik. Karena filsafat merupakan keseluruhan kerangka konseptual bagi manusia, maka konsep pendidikan dapat dijelaskan sebagai implementasi pemikiran filosofis, jika pelaku pendidikan mempertimbangkan aspek filosofis sebagai dasar penciptaannya, sehingga implementasi konsep merdeka belajar dapat terlaksana secara tepat. Merdeka belajar merupakan sebuah konsep yang dalam pandangan filsafat humanisme lebih mempertimbangkan kebebasan peserta didik untuk memilih dan mengelola pengalaman belajarnya. Fokus merdeka belajar adalah sebuah konsep yang memberikan pengalaman secara langsung dalam kegiatan pembelajaran, yang memungkinkan peserta didik menjadi individu yang unik sesuai apa yang dimiliki. Tujuan pendidikan adalah menggunakan apa yang telah diperoleh peserta didik dalam pembelajaran dan menciptakan hal-hal yang baik bagi orang lain. Kata Kunci: Filsafat Humanisme, Implikasi, Konsep Merdeka Belajar.