Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASOSIASI KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU PANJANG KEPULAUAN DERAWAN Muhamad Roem; Andi Niar; Dori Rachmawani
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 1 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i1.3284

Abstract

Macrozoobentos is one of the basic organisms of waters associated with the seagrass ecosystem. This study aims to determine the correlation between the density of Macrozoobentos and seagrass cover in the seagrass ecosystem in the waters of Panjang Island. Sampling was done during lowest tide periode by a quadrat transect method consisting of 3 transects and spanned 50 from coral reefs to coastal areas. The results obtained 83 Type Macrozoobentos of 8 Classes with a total of 4,097 ind. The type of seagrass found on Pulau Panjang consists of Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium and Enhalus acoroides, average seagrass density of 6 stations in Panjang Island waters ie Thalassia hemprichii 644 / m2 and The lowest is the seagrass type Enhalus acoroides 76 stands / m2.
public awareness about climate change impacts and the importance of plastic waste management through the Climate Village Program (ProKlim) Syamsidar Gaffar; M Gandri Haryono; Asbar Laga; Abdul Jabarsyah; Muhammad Firdaus; Muhamad Roem; Amrullah Taqwa; Dori Rachmawanti; Ratno Achyani; Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Dhimas Wiharyanto; Gazali Salim; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase; Dian Islamia Muhtar; Resti Amelia Saputri; Sabrina Nourramzy Rahmadania; Theresia Theresia; Balqis Nurmauli Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/38d97k39

Abstract

Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah pesisir yang rentan seperti Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan botol plastik bekas, telah memperburuk pencemaran plastik dan mengancam ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah plastik dan program iklim, pelatihan aksi nyata, serta evaluasi. Kegiatan edukasi di Pantai Amal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampak pencemaran plastik dari budidaya rumput laut. Diskusi interaktif mendorong warga mengevaluasi praktik lama dan mencari solusi ramah lingkungan. Siswa juga berinisiatif melakukan kampanye lingkungan di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif membangun kesadaran kolektif di wilayah pesisir.
Analisis Tinggi Muka Air Kanal Bandara Kota Tarakan Akibat Pengaruh Pasang Surut Menggunakan HEC-RAS 6.0 Aswar Amiruddin; Muhamad Roem; Rahmat Faizal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.868

Abstract

Abstrak Banjir akibat air pasang atau banjir rob merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah pesisir yang menggenangi bagian daratan di wilayah pesisir yang memiliki ketinggian (elevasi) lebih rendah dari muka air laut pasang tinggi. Kejadian banjir akibat pasang ini sudah memasuki area pemukiman penduduk di beberapa titik lokasi di Tarakan termasuk di sekitar kanal bandara Kota Tarakan. Berdasarkan pengamatan lapangan terdapat pemukiman warga di sisi kiri aliran kanal bandara Kota Tarakan, sehingga genangan mengganggu aktivitas warga. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi muka air pada penampang kanal bandara Kota Tarakan akibat pasang surut dan banjir rancangan periode ulang 5 dan 10 tahunan. Metode yang digunakan untuk menganalisis tinggi muka air kanal bandara Kota Tarakan yakni menggunakan software HEC-RAS. Berdasarkan hasil analisis tinggi muka air menggunakan HEC-RAS diperoleh tinggi muka air penampang kanal bandara Kota Tarakan akibat banjir 5 tahunan dan 10 tahunan yang terjadi bersamaan dengan pasang tertinggi (HHWL) diperoleh tinggi muka air pada penampang sta 0+100 - 1+000 sebesar 3,8 m dan penampang 1+100 - 1+500 sebesar 3,81 m. Dari hasil penelitian ini maka disarankan pemerintah membangun pengendalian banjir dengan membuat tanggul dengan elevasi +4,5 m dari datum muka air terendah (LLWL). Kata kunci: Banjir rancangan, HEC-RAS, pasang surut, tinggi muka air,  Abstract Floods caused by high tides or tidal floods are one of the disasters that often occur in coastal areas that inundate the mainland areas in coastal areas that have lower elevations than the high tide sea level. The occurrence of tidal floods has entered residential areas at several locations in Tarakan, including around the Tarakan City airport canal. Based on field observations, there are residential areas on the left side of the Tarakan City airport canal, so the inundation disturbs the activities of the residents. Based on this problem, this study aims to determine the water level in the section of the Tarakan City airport canal due to tidal floods and floods with a 5-year and 10-year return period. The method used to analyze the water level of the Tarakan City airport canal is by using the HEC-RAS software. Based on the analysis results of the water level using HEC-RAS, the water level in the Tarakan City airport canal section due to a 5-year and 10-year flood that occurs simultaneously with the highest tide (HHWL) was obtained the water level at the sta 0+100 - 1+000 section is 3,8 m and the section of 1+100 - 1+500 is 3,81 m. From the results of this study, it is recommended that the government build flood control by constructing embankments with an elevation of +4,5 m from the lowest water level datum (LLWL). Keywords: Flood design, HEC-RAS, tides, water level,