Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

public awareness about climate change impacts and the importance of plastic waste management through the Climate Village Program (ProKlim) Syamsidar Gaffar; M Gandri Haryono; Asbar Laga; Abdul Jabarsyah; Muhammad Firdaus; Muhamad Roem; Amrullah Taqwa; Dori Rachmawanti; Ratno Achyani; Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Dhimas Wiharyanto; Gazali Salim; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase; Dian Islamia Muhtar; Resti Amelia Saputri; Sabrina Nourramzy Rahmadania; Theresia Theresia; Balqis Nurmauli Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/38d97k39

Abstract

Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah pesisir yang rentan seperti Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan botol plastik bekas, telah memperburuk pencemaran plastik dan mengancam ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah plastik dan program iklim, pelatihan aksi nyata, serta evaluasi. Kegiatan edukasi di Pantai Amal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampak pencemaran plastik dari budidaya rumput laut. Diskusi interaktif mendorong warga mengevaluasi praktik lama dan mencari solusi ramah lingkungan. Siswa juga berinisiatif melakukan kampanye lingkungan di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif membangun kesadaran kolektif di wilayah pesisir.
IMPROVING WATER FILTERS AS AN EFFORT TO IMPROVE COASTAL COMMUNITY AWARENESS REGARDING CLEAN WATER SANITATION Heni Irawati; Dhimas Wiharyanto; Amrullah Taqwa; Ratno Achyani; Abdul Jabarsyah; Dori Rachmawani; Muhammad Firdaus; Asbar Laga; Muhammad Roem; Gazali Salim; Tuty Alawiyah; M Gandri Haryono; Syamsidar Gaffar; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Dian Islamia Muhtar; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase; Anang Zunianto; Hermawan Susanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/a20fnw54

Abstract

Kota Tarakan memiliki potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat. Namun saat ini pemanfaatannya masih terkendala oleh kualitas air tanah yang belum memenuhi standar baku mutu, sehingga perlu dilakukan upaya penyaringan air. Salah satu teknologi sederhana yang dapat diterapkan adalah filtrasi menggunakan limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) yang banyak tersedia di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Pantai Amal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi air bersih, sekaligus memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan limbah cangkang kapah sebagai bahan filter air sederhana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan filter air, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan filter adalah cangkang kapah yang dikombinasikan dengan arang aktif, pasir kuarsa, dan kerikil. Penggunaan filter sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas air tanah hingga memenuhi standar kesehatan lingkungan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah cangkang kapah sebagai media filter cukup efektif dalam memperbaiki kualitas air secara fisik dan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan air bersih yang layak
INCREASING COASTAL COMMUNITY AWARENESS REGARDING PERSONAL AND ENVIRONMENTAL HEALTH IN THE BINALATUNG AREA, PANTAI AMAL VILLAGE, TARAKAN CITY Muhammad Firdaus; Muhammad Roem; Amrullah Taqwa; Ratno Achyani; Abdul Jabarsyah; Dori Rachmawani; Asbar Laga; Dhimas Wiharyanto; Heni Irawati; Gazali Salim; Tuty Alawiyah; M Gandri Haryono; Syamsidar Gaffar; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Dian Islamia Muhtar; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/v79jmz56

Abstract

Wilayah Binalatung di Kelurahan Pantai Amal merupakan kawasan pesisir yang berkembang sebagai sentra budidaya rumput laut dan destinasi wisata Kota Tarakan. Namun, pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pemukiman di wilayah ini belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan kesehatan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, diskusi, dan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung kepada warga pesisir. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, distribusi media edukasi (brosur dan poster), diskusi tatap muka, serta layanan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Pantai Amal. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat yang ditandai dengan antusiasme dalam mengikuti pemeriksaan dan diskusi kesehatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis edukasi langsung efektif dalam membangun pemahaman warga terhadap hubungan antara kondisi lingkungan dengan kesehatan pribadi dan kualitas hidup. Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi awal yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk wilayah pesisir lainnya dengan karakteristik serupa
Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan Pada Ibu-Ibu Nelayan Kelurahan Pantai Amal Alawiyah, Tuty; Gaffar, Syamsidar; Rachmawani, Dori; Irawati, Heni; Haryono, M. Gandri; Firdaus, Muhammad; Taqwa, Amrullah; Wiharyanto, Dhimas; Salim, Gazali; Roem, Muhammad; Jabarsyah, Abdul; Achyani, Ratno; Yushra, Yushra; Yusuf, Muhammad Yusfi; Romdoni, Taufiq Ahmad; Kase, Ardy Andreas Bernard; Muhtar, Dian Islamia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Partnership Program (PKM) aims to enhance the capacity of fisherwomen in Pantai Amal Village, Tarakan City, in processing fishery products into high-value economic commodities through educational-based training and outreach. The local community faces challenges in utilizing aquaculture products such as seaweed and milkfish, which are typically sold in raw form at low prices. This community service activity consists of several stages, including coordination with local leaders, collection of raw materials, dissemination of fish and seaweed nutritional information, and training in processing fishery products into seaweed dodol, amplang, and pempek. The results show that the training increased participants’ knowledge, skills, and creativity in diversifying fishery products. This service activity contributes to the development of educational science, particularly in community empowerment through nutritional literacy, household entrepreneurship, and contextual learning based on local potential. It is expected that this model of educational empowerment can be replicated in other coastal areas.
HUBUNGAN PANJANG-BOBOT, POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN SUKABUMI DAN LEBAK Romdoni, Taufiq Ahmad; Taryono, Taryono; Simanjuntak, Charles PH; Munandar, Arif; Nurfaiqah, Seplina; Lisamy, Sisilia Eka Aisyah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 15, No 1 (2023): (APRIL) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.15.1.2023.41-52

Abstract

Perairan Lebak, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat yang merupakan bagian dari WPPNRI 573 adalah daerah penangkapan ikan pelagis. Kajian mengenai hubungan panjang-bobot serta faktor kondisi ikan pelagis kecil di kedua daerah tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan panjang-bobot, pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan pelagis kecil di perairan Sukabumi dan Lebak. Ikan pelagis kecil yang dijadikan sampel meliputi kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) dan layang (Decapterus macarellus). Sampel ikan diperoleh dari tiga pendaratan ikan yaitu PPI Binuangeun, PPN Palabuhanratu dan PPI Ciwaru dari bulan Juli-Desember 2022. Persamaan hubungan panjang-bobot ikan kembung lelaki adalah W=0,0000075.L3,125 (R2 = 0,93), sedangkan pada ikan layang adalah W=0,0000059.L3,136 (R2 = 0,96). Pola pertumbuhan ikan kembung lelaki dan ikan layang diperoleh alometrik positif. Hasil kondisi relatif (Kn) ikan kembung lelaki berada pada kisaran 0,91-1,06, nilai paling rendah ditemukan pada bulan Agustus dan nilai paling tinggi ditemukan pada bulan Desember. Sementara itu nilai faktor kondisi relatif ikan layang berkisar antara 0,87-1,06, dengan nilai terendah saat bulan Juli dan tertinggi saat bulan Desember. Pola pertumbuhan alometrik positif dan faktor kondisi yang tinggi mengindikasikan bahwa status ikan kembung lelaki dan ikan layang di perairan Sukabumi dan Lebak berada dalam kondisi yang baik.
Biodiversity and abundance of fish in estuarine waters of Sesayap and Sembakung, North Kalimantan, Indonesia ASBAR LAGA; M. GANDRI HARYONO; RATNO ACHYANI; STEPHANIE BIJA; GAZALI SALIM; MUJIYANTO MUJIYANTO; TAUFIQ AHMAD ROMDONI; SITTI HARTINAH
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 26 No. 11 (2025)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d261119

Abstract

Abstract. Laga A, Haryono MG, Achyani R, Bija S, Salim G, Mujiyanto, Romdoni TA, Hartinah S. 2025. Biodiversity and abundance of fish in estuarine waters of Sesayap and Sembakung, North Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas 26: 5574-5594. The estuary of Sesayap and Sembakung Waters in North Kalimantan, Indonesia are areas which are semi-enclosed where river currents meet with tidal’s. The extreme fluctuations are covered by the availability of food because they get nutrient supplies from the sea and land, so this area get variety of fish in abundance. This study aims to determine the biodiversity and abundance of of fish in the estuarine waters of Sesayap and Sembakung. The research uses a quantitative descriptive method and it was conducted for 4 months from August 2021 to November 2021. The fish caught were obtained from fishermen using various fishing gear, including sero nets, gillnets, mini trawls, and tugu nets. The fish were sorted by species, weighed collectively, and the total length and weight of each individual were measured. Species identification was performed using three intact specimens, following guidelines from the fish identification book. The results of the study of fish species identification using different fishing gears, obtained as many as 28 species found in the tugu fishing gear dominated by white shrimp species with a percentage of 76.78%; as many as 15 species in the gill net dominated by the selangat (Anodontostoma chacunda) fish species at 47.85%; as many as 21 species in the tiger trawl dominated by the nomei (Harpodon nehereus) fish species at 56.93%, and as many as 30 species in the sero fishing gear dominated by the Penaeus sp. species at 69.13%. The highest abundance was white shrimp at 19.19% found in the tugu fishing gear, respectively. This explains that each fishing tool has characteristics that result in different variations in the catch. The ecological implications of these areas as important nursery grounds, migration routes, and feeding grounds require fishing regulations and the selective use of fishing gear to sustainably increase fisheries productivity.
Food Supply Chain Network (FSCN) Analysis of Traditional Smoked Fish Enterprises in Bone Regency: Structure and Risks Dian Islamia Muhtar; A. Nadia Mughsita Sani; Muhammad Yusfi Yusuf; Ardy Andreas Bernard Kase; Yushra Yushra; Taufiq Ahmad Romdoni; Nurmaida Nurmaida
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 9 No. 2 (2026): VOLUME 9, NOMOR 2, JUNE 2026
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/177jnx90

Abstract

Traditional smoked fish enterprises play an important role in supporting the livelihoods of coastal communities. However, the highly perishable nature of fish products poses significant challenges to the supply chain, including uncertainty in raw material availability, limited coordination among supply chain actors, and distribution risks. This study aimed to analyse the Food Supply Chain Network (FSCN) of traditional smoked fish enterprises in Bone Regency, Indonesia, by examining the network structure, supply chain management, business processes, resources, product, information, and financial flows, as well as identifying key bottlenecks and supply chain risks. A descriptive research approach was employed through field observations and interviews with 38 traditional smoked fish producers selected using the census method as the primary respondents. The analysis was further supported by information obtained from other supply chain actors to provide a comprehensive FSCN assessment. The results revealed that the smoked fish supply chain consists of five main actors: fishers, raw material suppliers, smoked fish producers, retailers, and end consumers, supported by secondary actors providing production facilities and supporting services. Smoked fish producers serve as the central actors by transforming fresh fish into value-added smoked fish products. Product flows move from fishers and suppliers to producers and subsequently to retailers and end consumers. Information flows occur bidirectionally among supply chain actors, while financial flows move upstream from consumers through predominantly cash-based transactions founded on mutual trust. The business processes encompass raw material procurement, production, inventory replenishment, and customer order fulfilment. FSCN analysis identified raw material supply as the primary key bottleneck, primarily due to dependence on capture fisheries, where seasonal variation and adverse weather conditions disrupt the continuity of fresh fish supply. This bottleneck is further exacerbated by limited processing technology and quality deterioration during product distribution. These findings highlight the importance of strengthening raw material supply continuity, enhancing coordination among supply chain actors, and improving institutional integration to increase the resilience and sustainability of the traditional smoked fish supply chain in Bone Regency