Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Diversifikasi Hasil Perikanan menjadi Berbagai Olahan Pangan Bagi Kelompok PKK Kampung Enam, Kota Tarakan Kartina Kartina; Nurhikma Nurhikma; Christine Dyta Nugraeni; Tuty Alawiyah; M. Gandri Haryono; Miska Sanda Lembang; Sumarlin Sumarlin; Syamsidar Gaffar; Dena Pramita Dewi; Yane Rahayu
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.486 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.83

Abstract

Tarakan City is one of the cities which is famous for its fishery potential. Utilization of fishery products in an efficient and integrated manner is necessary, because fishery products are very susceptible to damage or deterioration of quality so that proper handling is needed, for example through diversification into various processed products. This activity is intended to provide knowledge and skills to PKK group as motivators in the community. This activity was held on Friday, February 7, 2020 which was attended by 40 participants. Activities consist of delivering materials and demonstrations of the manufacture of processed fish and shrimp products. The result of the activity is an increase in the skills and knowledge of the participants in the diversification of various fishery products into nutritious food. Given the great benefits of this activity, it is necessary to conduct similar training to the PKK group regarding packaging techniques so that the products produced can be marketed.
EDUKASI PENINGKATAN KUALITAS AIR DENGAN MEDIA BERBAHAN DASAR SUMBERDAYA PESISIR DI DESA BUNYU SELATAN Christine Dyta Nugraeni; Dena Pramita Dewi; Gazali Salim; Tuty Alawiyah; Miska Sanda Lembang; Kartina; M. Gandri Haryono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 6 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Abdimas Kesosi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v6i1.156

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan manusia baik untuk konsumsi maupun kegiatan sehari-hari. Problematika dalam memperoleh air bersih terdapat di berbagai wilayah dan tersebar makin banyak. Pengetahuan mengenai proses penjernihan air dalam mengatasi kelangkaan air bersih merupakan salah satu yang perlu digiatkan, terlebih penggunaan media yang sederhana dan tersedia di sekitar seperti pasir, sabut kelapa, pasir, dan arang. Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam filtrasi air pada anak-anak di Desa Bunyu Selatan. Teknik penjernihan air menggunakan material yang sederhana yaitu pasir, sabut kelapa, dan arang. Metode pada kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, tanya jawab dan praktik langsung oleh anak-anak untuk membuat media filter air dengan material yang sederhana yaitu pasir, sabut kelapa, dan arang. Kegiatan ini menghasilkan tercapainya pemahaman para peserta mengenai ciri-ciri air tercemar dan bersih, serta cara pembuatan filter air sederhana. Ketertarikan para peserta terlihat saat praktik langsung pembuatan filter air secara sederhana dengan pasir, sabut kelapa, dan arang. Evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anak-anak tentang penjernihan air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak di Desa Bunyu Selatan mengenai perancangan alat penjernih air sederhana.
Pelatihan Pemijahan Ikan dengan Metode Kawin Suntik dan Pengkayaan Pakan dengan Tepung Kunyit di SMKN 1 Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan Kartina Kartina; Awaludin Awaludin; Miska Sanda Lembang; Nasra Nasra; Salman. S S; Zainuddin Zainuddin; Nurasmi Nurasmi; Christine Dyta Nugraeni; M. Gandri Haryono; Tuty Alawiyah
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catfish (Clarias sp.) is one of the freshwater commodities that is favored because of its high economic value, rich in protein, can be cultivated in narrow land or yards and of course much in demand by the public. Efforts to develop in cultivation continue to be made, including an increase in seed production. The purpose of this activity is to provide training to partners in this case are students of the Department of Fisheries Cultivation, SMKN 1 Sebatik Barat regarding the semi-artificial spawning system (injection mating) and enrichment of feed with turmeric flour to support increased production and quality of catfish seeds. The methods used are socialization and counseling with lectures, hands-on practice related to injecting mating techniques with ovaprim hormone and making feed enriched with turmeric flour. The results of the activity showed an increase in partner knowledge regarding the benefits of turmeric and the role of hormone use in hatchery activities. In addition, partners have also been able to select gonadally mature broodstock, make feed enriched with turmeric flour and perform injection mating of catfish with hormones appropriately. The hope for follow-up is that partners can apply the techniques that have been learned for hatchery activities so that the scarcity of seeds, especially in Sebatik Barat, can be overcome and no longer have to bring in from outside.
Structure of The Plankton Community in Tanjung Pasir Sea Waters, Tarakan City M. Gandri Haryono; Dhimas Wiharyanto; Tuty Alawiyah; Cici Helmi
Sriwijaya Journal of Environment Vol 8, No 1 (2023): NATURAL RESOURCES MANAGEMENT
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.2023.8.1.21-29

Abstract

Tarakan City is a city that has potential natural resources to be developed. One of the areas in the town of Tarakan is Tanjung Pasir, where the residents live in the coastal area. This study aims to determine the quality of the waters of the dune by using the plankton community structure as a water bioindicator. As a research object, Plankton communities in Tanjung Pasir waters include abundance, diversity index, uniformity index, and dominance index. This study uses a quantitative descriptive method with the research location being carried out at two points, namely Station I in the mangrove area and Station II close to residential areas. Sampling was conducted every two days, 15 times out in the field. The types of phytoplankton found in five classes, namely Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Mediophyceae, and Dinophycea lessons and zooplankton from Crustacea class at Station I and Station II. Station I and Station II were from classes. The most abundant types of phytoplankton are found in Bacillariophyceae and Dinophyceae because these two classes dominate all kinds of phytoplankton worldwide. The abundance value of phytoplankton at; Station I was 354 cells/l; at Station II, it was 202 cells/l. The abundance of zooplankton at; Station I was 40 ind/l, and at Station, II was 38 ind/l. The diversity index at the two stations is in the medium category, with the uniformity index being in the high uniformity category and the dominance index at each low. Based on the value of the plankton community structure, Tanjung Pasir waters are classified as lightly polluted. Environmental factors of Tanjung Pasir waters in Tarakan city include the physical and chemical characteristics of Station I and Station II, which are still suitable for the life of aquatic organisms.
Potensi limbah genjer udang windu (Penaeus monodon) sebagai bahan baku pengolahan isolat dan hidrolisat isolat protein Reni Tri Cahyani; Tuty Alawiyah; Nur Fadilla; Andi Ramadani

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v15i1.4296

Abstract

Genjer adalah hasil samping pengolahan udang windu (Penaeus monodon) bentuk headless yang dapat dikonsumsi dan berpotensi untuk diolah menjadi bioproduk berbasis protein seperti isolat dan hidrolisat isolat protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi genjer udang windu sebagai bahan baku pengolahan isolat dan hidrolisat isolat protein berdasarkan karakteristik bahan baku dan rendemen dari pengolahan isolat dan hidrolisat isolat protein. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible portion pada udang windu sebesar 49,38%, sedangkan sisanya merupakan processing waste sebesar 50,62%. Genjer udang windu memiliki proporsi sebesar 15,38% dari keseluruhan total berat udang. Genjer udang windu mengandung protein sebesar 14,31±0,02%, kadar lemak sebesar 0,78±0,01%, kadar abu sebesar 1,87±0,01%, kadar air sebesar 82,22±0,03% dan kadar karbohidrat sebesar 0,83±0,01%. Rendemen Isolat protein dari genjer udang windu sebesar 7,74±0,07%, sedangkan rendemen hidrolisat isolat protein dari genjer udang windu sebesar 31,35±3,43%. Limbah genjer udang memiliki potensi sebagai bahan baku pengolahan isolat dan hidrolisat protein. Optimasi proses pengolahan perlu dilakukan untuk mendapatkan rendemen lebih besar.
Sosialisasi Manajemen Usaha Untuk Pengembangan Ekonomi Keluarga di Kelompok Wanita Tani Kelurahan Mamburungan Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Amrullah Taqwa; Encik Weliyadi; Dhimas Wiharyanto; Gazali Salim; Syamsidar Gaffar; Muhammad Firdaus; M Gandri Haryono; Asbar Laga
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.274

Abstract

Kesejahteraan keluarga menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan berkeluarga. Kesejahteraan keluarga akan berdampak besar bagi segala aspek kehidupan, seperti kebutuhan gizi keluarga, ekonomi, pendidikan, sosial, dan aspek lainnya. Untuk menjamin kesejahteraan keluarga diperlukan berbagai upaya yang sesuai dengan keahlian dari masing-masing individu yang berperan dalam suatu keluarga. Ibu pekerja secara otomatis akan sangat membantu peran kepala keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berbeda halnya dengan ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan rendah memiliki kendala dalam membantu kepala keluarga meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengembangan keahlian yang dimiliki untuk memotivasi ibu-ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Bukan hanya keahlian yang harus ditingkatkan tetapi pengenalan jenis usaha, strategi pemasaran serta pengelolaan keuangan perlu juga dikuasai. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan Sosialisasi Manajemen Usaha Untuk Pengembangan Ekonomi Keluarga Di Kelompok Wanita Tani Kelurahan Mamburungan. Kegiatan yang akan dilakukan ini diharapkan dapat membuka wawasan ibu-ibu sehingga dapat membantu peningkatan ekonomi keluarga. Sasaran kegiatan PKM ini adalah ibu-ibu kelompok Wanita Tani Kelurahan Mamburungan. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan beberapa tahapan antara lain koordinasi dengan ketua kelompok wanita tani Kelurahan Mamburungan, mengundang narasumber kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Target yang akan dicapai pada kegiatan PKM ini adalah Kelompok Wanita Tani dapat memahami dan mengubah mindset dari ibu-ibu untuk dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah kelompok ibu-ibu Wanita tani memiliki antusias terhadap kegiatan PKM hal ini digambarkan dari respon awal pelaksanaan kegiatan serta ibu-ibu dapat mengikuti kegiatan dengan sangat baik. Hasil evaluasi kegiatan baik, namun perlu dilakukan pendampingan khusus bagi ibu-ibu dalam jangka waktu tertentu.
Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan dan Penanganan Limbah Hasil Perikanan Kepada Ibu-Ibu Anggota Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Kaltara Tuty Alawiyah; Dori Rachmawani; Heni Irawati; Muhammad Roem; M. Gandri Haryono; Gazali Salim; Asbar Laga; Amrullah Taqwa; Dhimas Wiharyanto; Muhammad Firdaus; Ratno Achyani; Abdul Jabarsyah; Syamsidar Gaffar
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.613

Abstract

Kota Tarakan memiliki potensi perikanan tangkap maupun budidaya yang tinggi. Potensi yang dimiliki tersebut menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan. Hasil perikanan dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi jika dilakukan pengolahan menjadi berbagai macam produk. Pengolahan hasil perikanan dapat dikembangkan oleh seluruh kalangan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan. Pengolahan hasil perikanan dapat menjadi berbagai produk yang siap dikonsumsi. Salah satu produk yang dihasilkan seperti amplang, abon ikan, nuget ikan, sambal ikan, ikan asap, kerupuk ikan, bakso ikan, dodol rumput laut, krispy rumput laut, tortilla rumput laut, minyak ikan dan lain sebagainya. Hasil olahan produk perikanan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama bila dibandingkan dengan hasil perikanan tanpa pengolahan. Selain itu pengolahan tidak hanya dapat dilakukan pada ikan segar saja dan hasil perikanan lainnya, akan tetapi dapat juga dengan pemanfaatan sisa atau limbah ikan untuk produk tertentu seperti tulang ikan, cangkang, sisik, kepala udang dan lain sebagainya sehingga tidak ada sisa dari setiap pengolahan hasil perikanan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan pelatihan pengolahan hasil perikanan dan penanganan limbah hasil perikanan kepada ibu-ibu Majelis Ekonomi Tarakan. Tahapan kegiatan antara lain pretes, penyampaian materi, pelatihan pembuatan produk, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Ibu-ibu Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Kaltara memiliki pengetahuan mengenai limbah perikanan dan pemanfaatannya serta pemahaman terkait pengolahan produk hasil perikanan. Hasil pretes dan postest di analisis menggunakan T-test yang menunjukkan hasil bahwa output pair 1 diperoleh nilai yang signifakan yaitu 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi terdapat perbedaan sebelum dan setelah sosialisasi. Hasil produk yang dipraktekkan pada kegiatan ini adalah pengolahan rumput laut menjadi berbagai macam produk sepertik stick rumput laut, crispy rumput laut.
KAMPANYE KEGIATAN INTERNASIONAL CONSERVACY SUISTAINABLE COASTAL CLEANUP (ICSCC) DI KELURAHAN PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN Gazali Salim; Muhammad Gandri Haryono; Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Muhammad Firdaus; Dori Rachmawani; Dhimas Wiharyanto; Abdul Jabarsyah; Asbar Laga; Amrullah Taqwa; Ratno Achyani; Muhammad Roem; Syamsidar Gaffar; Balqis Nurmauli Damanik; Syahferi Anwar; Heri Prasetio; Hartati Hartati; Suci Wulandari; Marhamah Marhamah; Dwi Ulan Rahmawati; Lilis Darliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8s736a49

Abstract

The Amal Lama beach area is a coastal area that is used by the local community as a recreational area. The estuary area in the East of Tarakan City, precisely on Amal Lama Beach, is a residential area, which is quite high so that it is constrained by waste problems, where the higher or greater the increase in population, the more waste problems will be released based on the fulfillment of the needs of the local community. Waste in this case is waste that cannot be recycled or waste that can be recycled. The type of waste is not only caused by humans, but waste can also be caused by nature, one of which is waste from mangrove leaf litter or mangrove leaf twigs or mangrove stems. In addition, this activity is also used as part of the community service program in the coastal area of ​​Amal Lama Beach, Tarakan City as one of the destinations for Coastal Clean-Up activities. The coastal cleanup activity was carried out on Sunday, September 29, 2024 in the Amal Lama beach area of ​​Tarakan City, attended by students of SMA Negeri 1 Tarakan City, SMA Negeri 2 Tarakan City, SMA Negeri 3 Tarakan City, SMA Negeri 4 Tarakan City, SMK Negeri 3 Tarakan City and residents of RT 03 Amal Lama Beach, Tarakan City. The results of the activity produced 60 plastic bags of garbage consisting of various types of garbage, both garbage from local tourists, garbage from residents, garbage from industry or garbage from nature.   Keywords: Campaign; Coastal Cleanup; Conservancy; International Tarakan
public awareness about climate change impacts and the importance of plastic waste management through the Climate Village Program (ProKlim) Syamsidar Gaffar; M Gandri Haryono; Asbar Laga; Abdul Jabarsyah; Muhammad Firdaus; Muhamad Roem; Amrullah Taqwa; Dori Rachmawanti; Ratno Achyani; Tuty Alawiyah; Heni Irawati; Dhimas Wiharyanto; Gazali Salim; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase; Dian Islamia Muhtar; Resti Amelia Saputri; Sabrina Nourramzy Rahmadania; Theresia Theresia; Balqis Nurmauli Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/38d97k39

Abstract

Abstrak Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor kelautan dan perikanan, terutama di wilayah pesisir yang rentan seperti Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan botol plastik bekas, telah memperburuk pencemaran plastik dan mengancam ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah plastik dan program iklim, pelatihan aksi nyata, serta evaluasi. Kegiatan edukasi di Pantai Amal meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan dampak pencemaran plastik dari budidaya rumput laut. Diskusi interaktif mendorong warga mengevaluasi praktik lama dan mencari solusi ramah lingkungan. Siswa juga berinisiatif melakukan kampanye lingkungan di sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif membangun kesadaran kolektif di wilayah pesisir. Kata Kunci: ProKlim, Pantai Amal, Iklim
IMPROVING WATER FILTERS AS AN EFFORT TO IMPROVE COASTAL COMMUNITY AWARENESS REGARDING CLEAN WATER SANITATION Heni Irawati; Dhimas Wiharyanto; Amrullah Taqwa; Ratno Achyani; Abdul Jabarsyah; Dori Rachmawani; Muhammad Firdaus; Asbar Laga; Muhammad Roem; Gazali Salim; Tuty Alawiyah; M Gandri Haryono; Syamsidar Gaffar; Yushra Yushra; Muhammad Yusfi Yusuf; Dian Islamia Muhtar; Taufiq Ahmad Romdoni; Ardy Andreas Bernard Kase; Anang Zunianto; Hermawan Susanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/a20fnw54

Abstract

Abstract Tarakan City has potential groundwater that can be utilized as a source of clean water for the community. However, its utilization is currently constrained by the poor groundwater quality, thus necessitating filtration efforts. A simple technology that can be applied is filtration using waste shells of kapah clams (Meretrix sp.), which are abundantly available in coastal area of Pantai Amal Subdistrict. This activity aims to raise community awareness about the importance of clean water sanitation while providing training on how to utilize kapah clam shells as basic materials for simple water filters. The methods used in this program include public socialization, demonstration of water filter production, and assistance to the community. The filter media used in this process are kapah clam shells combined with activated carbon, quartz sand, and gravel. The application is expected to improve groundwater quality to meet environmental health standards as stipulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2 of 2023. The result showed that kapah clam shells have been proven effective as a filtration medium, particularly in improving the physical quality of water, and can serve as an alternative solution for communities in accessing suitable clean water. Keywords: groundwater, kapah clam shells (Meretrix sp.), higiene and sanitation, environmental health   Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat. Namun saat ini pemanfaatannya masih terkendala oleh kualitas air tanah yang belum memenuhi standar baku mutu, sehingga perlu dilakukan upaya penyaringan air. Salah satu teknologi sederhana yang dapat diterapkan adalah filtrasi menggunakan limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) yang banyak tersedia di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Pantai Amal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi air bersih, sekaligus memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan limbah cangkang kapah sebagai bahan filter air sederhana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan filter air, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan filter adalah cangkang kapah yang dikombinasikan dengan arang aktif, pasir kuarsa, dan kerikil. Penggunaan filter sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas air tanah hingga memenuhi standar kesehatan lingkungan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah cangkang kapah sebagai media filter cukup efektif dalam memperbaiki kualitas air secara fisik dan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan air bersih yang layak. Kata Kunci: Air tanah, cangkang kerang kapah (Meretrix sp.), higiene dan sanitasi, kesehatan lingkungan