Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis ATP Dan WTP Pada Rencana Jalan TOL Kertosono – Kediri Provinsi Jawa Timur Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Leonardus Setia Budi Wibowo
AGREGAT Vol 6, No 1 (2021): Vol.6, No.1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v6i1.8330

Abstract

AbstractTransportation has an important role in a means that helps in the wheel of economy, an area needs another area as a support where one of the connecting infrastructure in the form of toll road development is the plan of the construction of Kertosono - Kediri Toll Road as one part of the trans Java Toll Road connecting western East Java and eastern East Java, the area forms a golden triangle in the industrial area , trade areas and tourist areas. Kertosono – Kediri Toll Road is built with a road length of 20.3 km that will be connected to the airport in Kediri and the southern causeway of Java. The object studied was the rider who passed through the Kertosono – Kediri road. By using the short method Of Ability To Pay and Willingness To Pay to determine the number of respondents conducted randomly or randomly as many as 194 respondents using a confidence level of 5%. Data collection with the dissemination of questionnaires to users of kertosono - Kediri road sections includes socioeconotic characteristics as prospective toll road users are shown in questionnaires containing karekteristik social economy namely age, gender, occupation, income per month, expenditures for transportation per month, origin and destination of travel, travel intent and frequency of travel and review of ideal fares. The method used in this study is the calculation of Ability To Pay and Willingnes To Pay. The relationship between ATP and WTP as well as the graph of the relationship between the potential and total revenue obtained ideal tariff Kertosono Toll – Kediri. The results of the analysis of ATP and WTP analysis in each group of vehicles are Group I Rp. 22.500,00, Group II Rp. 33.750,00, Group III Rp. 45.000,00, Group IV Rp. 56.250,00, Group V Rp. 67.500,00. The results of the analysis of atp value is lower than the value of WTP which means that the community has a relatively low income but the utility against the value of WTP which means the community has a relatively low income but the utility against the toll road is very high, so the desire of the public to pay tariffs tends to be more influenced by the utility to the service is relatively low, users in this condition are called choiced riders. Keywords: Toll Roads, Tariffs, ATP and WTP  AbstrakTransportasi memiliki peran penting dalam suatu sarana yang membantu dalam roda perkonomian, suatu daerah tersebut membutuhkan daerah lain sebagai pendukung dimana salah satu prasarana penghubung berupa pembangunan Jalan Tol yaitu rencana pembangunan Jalan Tol Kertosono – Kediri sebagai salah satu bagian Jalan Tol trans jawa yang menghubungkan Jawa Timur bagian barat dan Jawa Timur bagian timur, kawasan tersebut membentuk segitiga emas di kawasan industri, kawasan perdagangan dan kawasan wisata. Jalan Tol Kertosono – Kediri di bangun dengan panjang jalan 20,3 km yang akan terkoneksi dengan bandara di Kediri dan jalur lintas selatan jawa. Obyek yang diteliti yaitu pengendara yang melewati ruas jalan Kertosono – Kediri. Dengan menggunakan metode pendekat  Ability To Pay dan Willingness To Pay untuk penentuan jumlah responden dilakukan secara acak atau random sebanyak 194 responden dengan menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 5%. Pengumpulan data dengan penyebaran kuisioner ke pengguna ruas jalan Kertosono – Kediri meliputi karakteristik social ekonomi sabagai calon pengguna jalan tol di tunjukkan dalam kuisioner yang berisikan karekteristik social ekonomi yaitu usia , jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan per bulan, pengeluaran untuk transportasiper bulan, asal dan tujuan perjalanan, maksud perjalanan dan frekuensi perjalanan serta meninjau terhadap tarif ideal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini perhitungan Ability To Pay dan Willingnes To Pay. Hubungan antara ATP dan WTP serta grafik hubungan antara potensi dan total pendapatan didapatkan tariff ideal Tol Kertosono – Kediri. Hasil penelitian analisis ATP dan WTP di setiap golongan kendaraan adalah Golongan I Rp. 22.500,00, Golongan II  Rp. 33.750,00, Golongan III  Rp. 45.000,00, Golongan IV  Rp. 56.250,00, Golongan V  Rp. 67.500,00. Hasil analisis nilai ATP lebih rendah dari nilai WTP yang artinya masyarakat mempunyai penghasilan relatif rendah tetapi utilitas terhadap rendah dari nilai WTP yang artinya masyarakat mempunyai penghasilan relatif rendah tetapi utilitas terhadap jalan tol sangat tinggi, sehingga keinginan masyarakat untuk membayar tarif cenderung lebih dipengaruhi oleh utilitas terhadap jasa tersebut relatif rendah, pengguna pada kondisi ini disebut choiced riders. Kata Kunci: Jalan Tol, Tarif, ATP dan WTP
Perbandingan Analisis Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang Berdasarkan Beberapa Peraturan di Dunia Leonardus Setia Budi Wibowo; Agustinus Angkoso
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.205-216.2020

Abstract

Pemanfaatan material beton bertulang semakin meningkat, terutama pada struktur bangunan baik bangunan rendah maupun bangunan tinggi. Salah satu kunci dalam suatu struktur adalah perhitungan nilai kapasitas lentur pada elemen balok beton bertulang. Dalam suatu analisis prediksi nilai kapasitas lentur, nilai koefisien pada diagram blok tegangan dan regangan ultimit beton memiliki peranan yang sangat penting. Pada peraturan ACI 318, nilai koefisien tersebut dikembangkan berdasarkan hasil eksperimen pada kolom yang menggunakan beton mutu normal, namun dalam pelaksanaannya hingga saat ini, nilai koefisien tersebut digunakan juga untuk perhitungan pada struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Terdapat beberapa macam peraturan serta laporan ilmiah di dunia dengan nilai koefisien yang berbeda-beda, sehingga mengakibatkan prediksi nilai kapasitas lentur yang berbeda pula. Pada penelitian ini dilakukan analisis prediksi nilai kapasitas lentur balok beton bertulang menggunakan beberapa peraturan yang berlaku di beberapa negara antara lain ACI 318, AS3600, CAN-A23.3, CEB-FIP Model Code, JSCE dan NZS 3101 serta laporan ilmiah ACI ITG-4, dan dari hasil prediksi tersebut dibandingkan dengan nilai kapasitas lentur yang didapatkan dari uji eksperimental. Total terdapat 58 benda uji balok beton bertulang, dengan rincian 35 benda uji yang menggunakan beton mutu normal dibawah 55 MPa dan 23 benda uji yang menggunakan beton mutu tinggi diatas 55 MPa yang diuji dengan beban monotonik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahawa peraturan CEB-FIP Model Code memberikan prediksi terbaik untuk beton mutu normal dengan nilai rasio Vexp/Vmn sebesar 1,085 sedangkan untuk beton mutu tinggi, peraturan ACI 318 memberikan prediksi terbaik dengan nilai rasio Vexp/Vmn sebesar 1,124.
PERBANDINGAN PERPINDAHAN LATERAL GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN DAN TANPA DINDING GESER Dermawan Zebua; Leonardus Setia Budi Wibowo
Racic : Rab Construction Research Vol 7 No 1 (2022): RACIC (RAB CONSTRUCTION RESEARCH)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v7i1.2399

Abstract

Earthquakes that often occur in Indonesia are tectonic earthquakes. Indonesia is one of the countries in the earthquake area. Thus, the construction of structures built in earthquake-prone areas must meet applicable national standards and the structures can still function and be safe from earthquakes affected by the earthquake. Reinforced concrete shear walls are one of the structural elements that effectively resist earthquake forces. The application of reinforced concrete shear walls can effectively reduce the displacement and shear forces of the structure floor. This study aims to determine the effect of shear wall position on symmetrical high-rise buildings due to earthquake loads. In this research, the building that is analyzed is earthquake by considering two types of structural systems. Namely the frame system and the dual system. The first model is an open frame structure system, and the other three models are a double type structure system. The dual system with shear walls in the core and placed in the center of the building showed a significant reduction of more than 85% of lateral displacement at the top of the structure
Effect of Soil Type on Lateral Displacement of Reinforced Concrete Building Dermawan Zebua; Leonardus Setia Budi Wibowo
Applied Research on Civil Engineering and Environment (ARCEE) Vol. 3 No. 03 (2022): Resilience in Construction
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/arcee.v3i03.4965

Abstract

As has happened in various cases of earthquakes, the impact caused by each earthquake event varies, because the earthquake shaking that occurs on the ground is not only influenced by the distance and strength of the earthquake, but also by local soil conditions which are related to the amplification phenomenon. earthquake waves are influenced by the type and thickness of the soil/sediment layer above the bedrock. Reinforced concrete storey buildings are designed to withstand both vertical and horizontal loads. The taller the building, the greater the lateral load that will be received by the building structure. In the design of earthquake-resistant structures, the inelastic behavior of the structure is highly expected for the occurrence of earthquake energy dispersion during both moderate and strong earthquakes. In earthquake-prone countries such as Indonesia, it is required to comply with applicable national standards and the structure can still function and be safe from earthquakes affected by the earthquake. The purpose of this study was to determine how much influence the type of soil has on the lateral displacement of a 10-story reinforced concrete building using shear walls in accordance with earthquake building regulations (SNI 1726, 2019) and loading (SNI 1727, 2020). The results obtained that soft soil types have the largest displacement value with a value of 91,831 mm and hard rock soil types have the smallest displacement value with a value of 44,114 mm.
STUDI PERENCANAAN SPILLWAY MORNING GLORY PADA BENDUNG WAI WOKI KABUPATEN NGADA PANJI PRAYOGA; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Norman Ray
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 1 (2020): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v4i1.978

Abstract

The spillway construction is one of the components of a dam which has function to protect the dam from overtopping during a flood. Wai Woki’s dam is the object on this plan, it is planned to use the type of morning glory spillway. The spillway is a structure that is used to control the release of water flowing from the dam to the downstream areas, shaped tower / funnel which is very effective for dams that do not have sufficient space for the overflow of other spillway types. The planned dam has a period of 100 years with a watershed area of 38,25 km2 and length of the river 9,61 km as well as the daily rainfall data as much as 10 years. From the results of the study obtained that spillway top elevation is +120.00 MASL with maximum flood discharge 90,39 m3 / sec at an elevation of +121,25. The structure height 30 meters with the peak of diameter is 6 meters and a diameter of conduit is 4,5 meters. The lenght of the tunnel conduit is 212,065 meter. As well as the wall thickness of 0.40 meters with a reinforcement horizontal and vertical D24-150 mm. Keywords: morning glory spillway, pelimpah corong, spillway
STUDI PENGARUH VARIASI TIPE PENGAKU DIAGONAL PADA STRUKTUR BANGUNAN BAJA BERTINGKAT TERHADAP PERPINDAHAN LATERAL CLEMENT KRISTIANTO HALIM; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Norman Ray
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 1 (2020): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v4i1.1043

Abstract

Pada studi ini dilakukan analisis terhadap kinerja struktur bangunan baja bertingkat (5 dan 15 lantai) dengan 3 variasi tipe pengaku diagonal (Inverted V, Single Diagonal dan X-Bracing) dan gedung terbuka. Analisis dilakukang dengan bantuan software SAP 2000 v14. Hasil dari analisis ini akan dibandingkan dari 4 tipe gedung dan 2 jenis ketinggian. Melalui studi analisis ini dilakukan perbandingan perpindahan dan simpangan masing-masing gedung. Gedung dengan tambahan pengaku diagonal memiliki nilai perpindahan yang lebih kecil dibanding struktur gedung terbuka. Gedung dengan tipe pengaku diagonal X-Bracing mampu mereduksi perpindahan paling besar dengan presentase 30,78% untuk gedung 5 lantai dan 18,84% untuk gedung 15 lantai. Taraf kinerja struktur bangunan 5 lantai termasuk dalam Immediate Occupancy untuk semua variasi pengaku diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tipe pengaku diagonal X-Bracing paling efektif dapat meningkatkan kekakuan, kekuatan dan stabilitas struktur.
Perbandingan Analisis Struktur Atas Gedung 16 Lantai Berdasarkan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019 dengan SNI 2847-2013 dan SNI 1726-2012 Yosef Sumantri; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono
Jurnal Anggapa Vol 1 No 1 (2022): ANGGAPA April 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan bangunan seperti apartemen memerlukan beberapa kriteria seperti kekuatan struktur, ekonomis, fungsional dan memiliki nilai estetika. Perancangan bangunan vertikal harus berdasarkan ketetapan standar yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan perkembangan teknologi dalam pembangunan di era modern ini, maka terbentuk ketentuan SNI yang baru dimana belum semua pihak menggunakannya sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil desain struktur menggunakan SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019 dengan hasil perhitungan struktur bangunan dari SNI 2847-2013 dan 2847-2019. Subjek penelitian ini diatur dalam “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton dan Bangunan Tahan Gempa”. Adapun permasalahan yang ditemukan diantaranya: bagaimana hasil perhitungan struktur, balok, kolom, plat dan dinding geser bangunan gedung apartmen menggunakan SNI 1726-2019 dan SNI 2847-2019 dan hasil perbandingan desain struktur dengan SNI 2847-2019 dan SNI 2847-2013. Penelitian ini menggunakan metode program bantu analisis SAP 2000 dimana hasil outputnya digunakan untuk menghitung tulangan yang digunakan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai SS dan SD1 antara peta gempa SNI 1726-2019 dan SNI 1726-2012, hasil akhir elemen struktur pada sama dengan dimensi pada Preliminary Design, dan terdapat perbedaan hasil desain SNI 2847-2019 dengan SNI 2847-2013.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH S di SURABAYA BARAT Studi Kasus : Sekolah S – Surabaya Barat Jovan Sebastian; Leonardus Setia Budi Wibowo; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Pembangunan proyek konstruksi sering terjadi penggunaan biaya yang tidak efisien. Pada pembangunan sekolah S di Surabaya Barat membutuhkan biaya sebesar Rp. 70,186,189,670 atau Rp. 31.902.813/m2. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi terhadap biaya yang sudah direncanakan. Metode yang dilakukan adalah Value Engineering dengan 6 tahap, yaitu: tahap informasi, tahap analisis fungsional, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembagan dan tahap pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penghematan biaya sebesar 1.57% dari biaya total proyek setelah dilakukan Value Engineering. Rekomendasi penggantian material pekerjaan lantai dan salut dinding dari lantai granit menjadi lantai keramik 30 x 30 memberikan penghematan sebesar Rp 903.617.729 (52 %) dari total biaya pekerjaan. Rekomendasi Pekerjaan Pasangan dan Plesteran dari Dinding Bata Merah menjadi Dinding Batako Semen memberikan penghematan sebesar Rp. 200.787.271 (32 %) dari total biaya pekerjaan.
Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Persimpangan Pasar Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Handri Denziger Wijaya S; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu; Leonardus Setia Budi Wibowo
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada persimpangan tak bersinyal kemampuan pelayanan jalan sangat tergantung dari kemampuan ruas jalan dan persimpangan. Namun kapasitas jalan lebih dipengaruhi oleh kapasitas persimpangan, sehingga daerah persimpangan sering terjadi konflik arus lalu lintas. Kabupaten Magetan Jawa Timur pada persimpangan 4 Lengan jalan Sarangan dengan jalan Karangudi. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode MKJI 1997. Pengambilan data di mulai hari Senin s/d Minggu dengan waktu 24 jam perhari. Dengan pencatatan selama 7 (tujuh) hari yang jumlah personil berjumlah 4 (empat) orang. Berdasarkan hasil analisa maka kinerja dari persimpangan untuk lengan A dan C dalam kondisi tidak baik, sebaliknya untuk lengan B dan D yang ditinjau sudah tidak dalam kondisi baik, adapun lengan A menunjukan ruas pada jalan Sarangan dan lengan C menunjukan ruas jalan Karangudi, dan dimana lengan B menunjukan ruas jalan P.s Wage dan lengan D menunjukan ruas jalan Sidomukti, yang menurut metode MKJI (1997) kapasitas dasarnya adalah 2900 smp/jam untuk persimpangan sebidang 4 Lengan dengan kapasitas (C) lengan A = 2992 smp/jam, lengan B = 2164 smp/jam, lengan C = 3117 smp/jam, lengan D = 2623 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) A = 0,46, B = 0,79, C = 0,13 dan D = 0,61. tundaan setiap simpang (D) A = 8,90 det/smp, B = 12,12 det/smp, C = 5,74 det/smp,dan D = 10,37 det/smp. Untuk kelancaran arus lalu lintas pada persimpangan jalan tersebut khususnya jalur belok kanan pada jalan utama sering terjadinya konflik, serta kendaraan yang melambat dan juga menggunakan lokasi parkir pada persimpangan jalan. Agar para pemakai jalan dapat mengetahui fasilitas jalan hendaknya diberi tanda rambu larangan parkir/larangan berhenti di persimpangan sebagai rambu jalan.
PENGARUH KAPASITAS PENAMPANG BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI TERHADAP DEFLEKSI MAKSIMUM Leonardus Setia Budi Wibowo; Agustinus Angkoso
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.452 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v19i2.35556

Abstract

Beton bertulang merupakan salah satu material yang paling populer digunakan didalam dunia konstruksi, terutama pada gedung bertingkat rendah, bertingkat sedang maupun bertingkat tinggi. Salah satu keuntungan menggunakan beton mutu tinggi adalah dimensi penampang yang lebih kecil daripada beton mutu normal, namun kerugiannya adalah sifatnya getas sehingga memiliki daktilitas yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh kapasitas lentur maupun kapasitas geser penampang menggunakan ACI318-14 terhadap drift maksimum yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis pada 21 balok beton bertulang yang menggunakan beton mutu tinggi dapat disimpulkan bahwa nilai rasio Vn,ACI´a/Mn,ACI berbanding lurus dengan drift pada saat beban maksimum. Disisi lain, terdapat dua benda uji balok beton bertulang yang memiliki nilai Vn,ACI´a/Mn,ACItetapi mampu mencapai nilai drift maksimum sebesar 2,0%.