Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN APARTEMEN GRAND DHARMAHUSADA LAGOON Kusuma, Vincencius Christian; Hadiwidjaja, Mardijono; Cahyono, Muhammad Shofwan Donny; Wibowo, Leonardus Setia Budi
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 2 No 1 (2018): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2018
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.437 KB)

Abstract

Pembangunan suatu proyek hunian apartemen akan menimbulkan suatu dampak lintas pada sekitar area lokasi pembangunan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu analisis dampak lalu lintas akibat dibangunnya suatu proyek hunian apartemen pada area lokasi tersebut. Untuk melakukan analisis dampak lalu lintas, diperlukan pedeoman mengenai manajemen lalu lintas. Apartemen yang diteliti dalam publikasi ini adalah Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon, yang beralamatkan di Jl. Raya Mulyosari, Surabaya. Analisis lalu lintas dengan metode survey lapangan dilakukan pada beberapa titik yaitu Bundaran Mulyosari, Pintu Perumahan Wisma Permai, U-Turn di depan sekolah Al-Azhar, Pintu Perumahan Sutorejo Selatan dan U-Turn (setelah pom bensin, di depan Alfamidi). Hasil dari analisis lalu lintas pada saat setelah 5 tahun beroperasinya apartemen didapat nilai tingkat kemacetan sebesar 1,02 pada Bundaran Mulyosari pada saat jam puncak pagi, serta nilai derajat kejenuhan sebesar 1,38 pada saat jam puncak malam. Untuk lokasi pintu perumahan, didapat nilai derajat kejenuhan terbesar pada Pintu Perumahan Sutorejo dengan nilai : 0.92. Menurut peneliti, manajemen lalu lintas dilakukan dengan cara mengendalikan arus lalu lintas, pada bundaran mulyosari, dapat dilakukan pemasangan lampu lalu lintas. Untuk Pintu Perumahan Sutorejo dilakukan pengalihan arus kendaraan dari perumahan Sutorejo Timur yang hendak keluar menuju gerbang pintu 1 Perumahan Sutorejo Indah.
STUDI PENGARUH VARIASI TIPE PENGAKU DIAGONAL PADA STRUKTUR BANGUNAN BAJA BERTINGKAT TERHADAP PERPINDAHAN LATERAL Halim, Clement Kristianto; Wibowo, Leonardus Setia Budi; Cahyono, Muhammad Shofwan Donny; Ray, Norman
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 4 No 1 (2020): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2020
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.251 KB)

Abstract

Pada studi ini dilakukan analisis terhadap kinerja struktur bangunan baja bertingkat (5 dan 10 lantai) dengan 3 variasi tipe pengaku diagonal (Inverted V, Single Diagonal dan X-Bracing) dan gedung terbuka. Analisis dilakukang dengan bantuan software SAP 2000 v14. Hasil dari analisis ini akan dibandingkan dari 4 tipe gedung dan 2 jenis ketinggian. Melalui studi analisis ini dilakukan perbandingan perpindahan dan simpangan masing-masing gedung. Gedung dengan tambahan pengaku diagonal memiliki nilai perpindahan yang lebih kecil dibanding struktur gedung terbuka. Gedung dengan tipe pengaku diagonal X-Bracing mampu mereduksi perpindahan paling besar dengan presentase 30,78% untuk gedung 5 lantai dan 25,16% untuk gedung 10 lantai. Taraf kinerja struktur bangunan 5 lantai termasuk dalam Immediate Occupancy untuk semua variasi pengaku diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tipe pengaku diagonal X-Bracing paling efektif dapat meningkatkan kekakuan, kekuatan dan stabilitas struktur.
ANALYSIS PUSHOVER PADA BANGUNAN BERTINGKAT BETON BERTULANG 7 LANTAI MENGGUNAKAN METODE FEMA-356 Zebua, Dermawan; Wibowo, Leonardus Setia Budi; Cahyono, M. Shofwan Donny; Ray, Norman
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 4 No 1 (2020): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2020
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.638 KB)

Abstract

Negara Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa. Gempa bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng bumi merupakan penyebab terbesar dari gempa yang akan menimbulkan kerusakan pada struktur gedung. Gempa bumi yang terjadi di Indonesia sering kali memakan korban jiwa. Namun, dapat dipastikan bahwa penyebab adanya korban jiwa bukan diakibatkan secara langsung oleh gempa, tetapi diakibatkan oleh rusaknya bangunan yang menyebabkan keruntuhan pada bangunan tersebut.Tujuan penulisan penelitian adalah menentukan kriteria kinerja seismik struktur gedung universitas dari hasil nilai performance point menggunakan metode FEMA-356, memperlihatkan skema kelelehan (distribusi sendi plastis) yang terjadi dari hasil perhitungan program software, mengetahui pola keruntuhan bangunan sehingga dapat diketahui joint-joint yang mengalami kerusakan dan mengalami kehancuran dari analisis pushover.Dari hasil penelitian, Struktur bangunan mampu memberikan perilaku nonlinear yang ditunjukkan fase awal dan mayoritas terjadinya sendi-sendi plastis terjadi pada elemen balok baru kemudian elemen kolom. Level kinerja struktur masuk kriteria operasional yang berarti terjadi kerusakan kecil pada struktural dan bangunan dapat segera digunakan kembali.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT BETON BERTULANG MENGGUNAKAN MATERIAL MUTU NORMAL DAN MUTU TINGGI Bingly, Yonathan; Wibowo, Leonardus Setia Budi; Cahyono, Muhammad Shofwan Donny
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 5 No 1 (2021): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2021
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.906 KB)

Abstract

Pada studi ini dilakukan analisis pada 3 gedung perkuliahan (Pendidikan) dengan tinggi gedung 10 lantai. Pada tiap gedung digunakan mutu beton dan mutu baja yang berbeda-beda. Analisis dibantu dengan Software ETABS v 2018 dengan cara pemodelan struktur beton bertulang gedung secara 3 dimensi dari mulai kolom, balok, pelat lantai, dan komponen struktur gedung lainnya kedalam Software. Untuk mengetahui besar efisiensi dimensi antara penggunaan material mutu normal dengan material mutu tinggi dilakukanlah analisis desain struktur bangunan bertingkat beton bertulang menggunakan material mutu normal dan mutu tinggi dari hasil output ETABS v 2018. Hasil dari analisis ini akan dibandingkan dari 3 tipe gedung dengan mutu yang berbeda. Melalui studi analisis ini dilakukan perbandingan besar efisiensi dimensi dan simpangan masing-masing gedung. Dengan beton mutu tinggi dimensi dari struktur diharapkan dapat diperkecil sehingga berat struktur menjadi lebih ringan. Hal tersebut menyebabkan beban yang diterima pondasi secara keseluruhan menjadi lebih kecil pula.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN HAUNCH PADA HUBUNGAN BALOK KOLOM TERHADAP KEKUATAN STRUKTUR AKIBAT BEBAN GEMPA Widjaya, Steven Ray; Wibowo, Leonardus Setia Budi
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 5 No 1 (2021): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2021
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.162 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan haunch pada hubungan balok kolom terhadap kekuatan struktur beton bertulang akibat beban gempa dengan melakukan analisis struktur. Haunch yang digunakan terbagi menjadi 2 yaitu tipe 1 dengan lebar dan tinggi yang sama dengan lebar balok dan tipe 2 dengan tinggi 2 kali lebar balok dan lebar sama dengan lebar balok. Tiap tipe haunch akan dipasang pada gedung dengan ketinggian 5 lantai. Analisis dilakukan pada 3 gedung berbeda. Yaitu gedung N5 (normal), HA5 (haunch tipe 1), dan HB5 (haunch tipe 2). Perencanaan seluruh gedung dalam penelitian ini menggunakan syarat Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus berdasarkan SNI 2847 2019 dan analisis beban gempa dilakukan dengan metode statik ekivalen berdasarkan SNI 1726 2019. Penelitian ini akan membandingkan hasil displacement dan drift yang terjadi akibat gempa pada gedung N, HA, dan HB untuk ketinggian 5 lantai. Hasil akhir dari penelitian ini diperoleh hasil nilai drift dan simpangan terkecil dimulai dari gedung HB, diikuti gedung HA, lalu gedung N. Berdasarkan tingkat tertinggi, nilai displacement HB5 = 1.77 cm, HA5 = 2.42 cm, N5 = 3.51 cm.
Perbandingan Analisis Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang Berdasarkan Beberapa Peraturan di Dunia Wibowo, Leonardus Setia Budi; Angkoso, Agustinus
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.205-216.2020

Abstract

Pemanfaatan material beton bertulang semakin meningkat, terutama pada struktur bangunan baik bangunan rendah maupun bangunan tinggi. Salah satu kunci dalam suatu struktur adalah perhitungan nilai kapasitas lentur pada elemen balok beton bertulang. Dalam suatu analisis prediksi nilai kapasitas lentur, nilai koefisien pada diagram blok tegangan dan regangan ultimit beton memiliki peranan yang sangat penting. Pada peraturan ACI 318, nilai koefisien tersebut dikembangkan berdasarkan hasil eksperimen pada kolom yang menggunakan beton mutu normal, namun dalam pelaksanaannya hingga saat ini, nilai koefisien tersebut digunakan juga untuk perhitungan pada struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Terdapat beberapa macam peraturan serta laporan ilmiah di dunia dengan nilai koefisien yang berbeda-beda, sehingga mengakibatkan prediksi nilai kapasitas lentur yang berbeda pula. Pada penelitian ini dilakukan analisis prediksi nilai kapasitas lentur balok beton bertulang menggunakan beberapa peraturan yang berlaku di beberapa negara antara lain ACI 318, AS3600, CAN-A23.3, CEB-FIP Model Code, JSCE dan NZS 3101 serta laporan ilmiah ACI ITG-4, dan dari hasil prediksi tersebut dibandingkan dengan nilai kapasitas lentur yang didapatkan dari uji eksperimental. Total terdapat 58 benda uji balok beton bertulang, dengan rincian 35 benda uji yang menggunakan beton mutu normal dibawah 55 MPa dan 23 benda uji yang menggunakan beton mutu tinggi diatas 55 MPa yang diuji dengan beban monotonik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahawa peraturan CEB-FIP Model Code memberikan prediksi terbaik untuk beton mutu normal dengan nilai rasio Vexp/Vmn sebesar 1,085 sedangkan untuk beton mutu tinggi, peraturan ACI 318 memberikan prediksi terbaik dengan nilai rasio Vexp/Vmn sebesar 1,124.