Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN DAN PENATAAN PASAR TRADISIONAL PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN DI KABUPATEN BANGLI Ariati, Ni Kadek; Sedia, I Wayan; Junaedy, I Kadek Dede
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 8, No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v8i01.1247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan perlindungan dan penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern di Kabupaten Bangli berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pasar tradisional dan pasar modern, serta mendorong keberlanjutan ekonomi lokal melalui pengaturan zonasi, pembatasan jumlah, waktu operasional, dan jarak minimal. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan ini belum berjalan optimal. Pelanggaran aturan jarak minimal 500 meter antara pasar tradisional dan pasar modern menjadi salah satu permasalahan utama, yang berdampak pada penurunan daya saing pasar tradisional. Pasar modern menawarkan berbagai keunggulan seperti kenyamanan, promosi agresif, dan harga kompetitif, sehingga menarik minat konsumen dan menggeser preferensi belanja dari pasar tradisional.Selain itu, lemahnya pengawasan oleh pihak berwenang, seperti Satpol PP dan Dinas Perdagangan, serta kurangnya koordinasi antarinstansi, memperburuk situasi ini. Dampak negatif lain termasuk melemahnya keberlanjutan pasar tradisional yang sebagian besar diisi oleh pedagang kecil dan menengah, serta meningkatnya ketimpangan ekonomi. Dalam rangka meningkatkan daya saing pasar tradisional, penelitian ini merekomendasikan perbaikan kebijakan, termasuk revisi Perda, penguatan pengawasan, pemberian insentif bagi pedagang pasar tradisional, serta modernisasi fasilitas pasar. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pasar tradisional dan pasar modern, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bangli.
Sustainable Waste Management Model in Bali: Integration of Public Policy and Local Wisdom Ariati, Ni Kadek; Wirata, Gede; Astawa, I Wayan
Iapa Proceedings Conference 2025: IAPA 2025 Hybrid Annual Conference & Congress INDIGESNOUS PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2025.1332

Abstract

Waste management is one of the most pressing environmental challenges in Bali, along with increasing tourism activities and population density. This research aims to analyze how local wisdom applied through customary instruments such as awig-awig and pararem can be integrated into public policies to create sustainable waste management. The method used is qualitative descriptive based on literature studies and secondary case studies that examine various customary-based waste management practices in Bali. Data were collected through the analysis of policy documents, activity reports, and previous research results, and analyzed using the Miles and Huberman models. This study found four main things: (1) the application of pararem and customary sanctions to increase community discipline in sorting and processing waste; (2) synergy between customary institutions and local governments through community-based management programs to strengthen the implementation of formal policies; (3) the values of Tri Hita Karana play a role as a moral foundation that fosters collective environmental awareness; and (4) collaboration between actors within the framework of collaborative governance encourages the formation of an adaptive and sustainable management system. Practically, this research provides an understanding of the importance of the role of indigenous villages in supporting local value-based waste management policies, while academically adding insight into the integration of local wisdom in public policies in the environmental sector.