Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat (Studi Kasus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara) Babe Ariani; Zulfiah Larisu; Sitti Utami Rezkiawati Kamil
Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 1, No 4 (2021): Edisi November
Publisher : Halu Oleo University Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.511 KB) | DOI: 10.52423/jlpi.v1i4.23495

Abstract

Latar belakang dalam penelitian adalah tidak tersedianya koleksi bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka sehingga mempengaruhi minat baca pemustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Analisis Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam meningkatkan minat baca masyarakat serta untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengadaan koleksi terhadap kebutuhan pemustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Analisis Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara masih belum berjalan dengan baik, hal ini disebabkan oleh pengadaan pembelian koleksi bahan pustaka yang tertunda dalam beberapa tahun yaitu antara tahun 2019-2021 dan   hal tersebut  yang menyebabkan koleksi bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka sebagian besar belum tersedia karena kurangnya anggaran perpustakaan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), sehingga membuat pengadaan pembelian koleksi tidak berjalan dengan baik.
PELATIHAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BERBASIS PENELITIAN Gusti Rusmayadi; Sitti Hasnah; Melinda Melinda; Berman Hutahaean; Rino Lengam; Zulfiah Larisu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15890

Abstract

Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Berbasis Penelitian merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom pada tanggal 23 Februari 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta dalam menyusun karya tulis ilmiah berbasis penelitian. Abstrak ini memberikan gambaran singkat mengenai masalah pengabdian yang dilakukan, yaitu rendahnya kemampuan peserta dalam menyusun karya tulis ilmiah berbasis penelitian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan online yang melibatkan 32 peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, guru, dan dosen. Peserta diberikan pemahaman tentang metodologi penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data, serta struktur dan gaya penulisan yang benar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas dan kompetensi peserta dalam menyusun karya tulis ilmiah berbasis penelitian. Peserta mampu memahami konsep-konsep yang kompleks, menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas, dan melakukan kolaborasi yang baik dengan peserta lain. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam kesimpulan, Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Berbasis Penelitian berhasil meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta dalam menyusun karya tulis ilmiah. Keberhasilan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
ANALISIS PERAN GAME EDUKASI BERBASIS MOBILE DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Erwin Dhaniswara; Zulfiah Larisu; Feri Sanjaya; Nur Kurniasari; Rissa Megavitry; Marlina Marlina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.17586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran game edukasi berbasis mobile dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis sumber literatur terkait topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game edukasi berbasis mobile efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui elemen permainan yang menarik dan tantangan belajar yang disajikan secara interaktif. Hal ini menyebabkan siswa menjadi lebih antusias dan aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, game edukasi berbasis mobile juga berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar siswa. Dalam lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, siswa memiliki kesempatan untuk mengasah pemahaman mereka terhadap materi pelajaran melalui percobaan, simulasi, dan tantangan dalam lingkungan virtual yang aman. Fleksibilitas dan aksesibilitas game edukasi berbasis mobile memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di luar lingkungan kelas tradisional. Namun, tantangan seperti desain game yang efektif, integrasi dalam kurikulum, dan dukungan dari pihak sekolah dan orangtua perlu diperhatikan agar penggunaan game edukasi berbasis mobile dapat dioptimalkan. Selain itu, perlu dihindari potensi ketergantungan yang berlebihan pada teknologi dengan menjaga keseimbangan antara interaksi sosial dan pembelajaran luar kelas. Hasil penelitian ini memberikan sumbangan yang berharga dalam memahami peran game edukasi berbasis mobile dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Diharapkan temuan ini dapat diimplementasikan oleh pendidik dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi siswa di era teknologi informasi dan komunikasi.
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DI DESA TANJUNG TIRAM KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN Jopang Jopang; Zulfiah Larisu; La Ode Mustafa R; Syamsul Alam; Ambo Upe
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19984

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat melalui pelatihan penyusunan rencana Pembangunan desa. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara participatory learning. Metode ini meliputi kegiatan diskusi dan praktek langsung bersama 20 orang peserta yang terdiri dari aparat, pemuda, kader dan kelompok PKK desa, terkait pentingnya keterampilan dalam penyusunan rencana Pembangunan desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu mengidentifikasi masalah sesuai dengan kebutuhannya dan memprioritaskan sebagai program dalam penyusunan perencanaan Pembangunan desa. Selain itu, peserta dapat meningkatkan pemahamannya terkait faktor yang mempengaruhi penyusunan perencanaan pembangunan dan solusi mengatasinya. Faktor campur tangan penguasa dalam penyusunan perencanaan dapat diatasi melalui kerjasama Asosiasi Kepala Desa untuk menolak cara-cara tidak baik. Keterampilan penyusunan perencanaan pembangunan merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh aparat desa khususnya. Perencanaan Pembangunan yang baik menjadi kekuatan dalam penganggaran dan pelaksanaan pembangunan, serta terhindar dari praktik-praktik Pembangunan yang tidak terukur keberhasilannya.
Digital Participation in Democracy: The role of Social Media in the 2024 Political Campaign Andi Asrijal; Zulfiah Larisu
Socious Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Socious Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/9fwp7844

Abstract

The development of digital technology has changed the landscape of political participation, with social media becoming a major platform for political campaigns and discussions. Social media allows wider access to political information and increases public engagement in elections, especially among young voters. However, challenges such as algorithmic bias, disinformation, and political polarization increasingly threaten the integrity of democracy. The echo chamber and filter bubble phenomena cause users to only be exposed to information that is in line with their views, narrowing the space for healthy discussion. This study uses a qualitative approach with a case study method to analyze the role of social media in the 2024 Election campaign. Data were collected through interviews with political communication experts, focus group discussions (FGDs) with young voters, and analysis of campaign content on various digital platforms. The results of the study show that although social media contributes to increasing political participation, the risk of information manipulation and exploitation of user data remains a major concern. Therefore, collective efforts are needed to improve digital literacy, tighten regulations on the spread of hoaxes, and encourage transparency of social media platform algorithms. With these steps, social media can function as a more effective means of strengthening democracy and ensuring more transparent elections based on valid information.
Dymanics Of Public Trust In Government Institutions In The Post-Truth Era: An Analysis Of The Role Of Social Media In Perception Formation Zulfiah Larisu; Rudi Rudi
Socious Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Socious Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/0qv54h91

Abstract

The post-truth era is characterized by a decline in the authority of objective truth due to the dominance of emotion-based narratives and subjective beliefs. In the context of government, this phenomenon exacerbates the crisis of public trust, especially with the massive spread of misinformation and disinformation through social media. Political polarization reinforced by digital algorithms further hampers government communication in conveying fact-based information. This study aims to analyze the dynamics of public trust in government institutions in the post-truth era using a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, social media content analysis using the Netnography method, and related document studies. The results of the study show that social media plays a dual role as a transparency platform as well as a propaganda tool that can manipulate public opinion. The spread of disinformation is faster than official government communication, causing increased public skepticism. Therefore, the government's communication strategy must be oriented towards transparency, digital literacy, and public participation in order to rebuild legitimacy. Collaboration between the government, media, and academics is key to creating a healthy information ecosystem. With an adaptive communication approach, the government can overcome the challenges of the post-truth era and restore public trust sustainably.
The Utilization of Social Media As a Means of Public Education in Digital-Based PKM Programs Zulfiah Larisu; Abu Sahman Nasim; Agung Yuliyanto Nugroho; Jean Henry Raule
Socious Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Socious Journal - April
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/k9c23w02

Abstract

The development of social media as part of digital transformation has opened up new opportunities in community education efforts, especially through the Student Creativity Program (PKM). This study aims to examine the strategy of utilizing social media as an educational tool in digital-based PKM activities. Social media such as TikTok, Instagram, and Facebook are used strategically to reach various segments of society, taking into account generational characteristics, information needs, and socio-cultural contexts. A descriptive qualitative approach was used in this study, with data collection techniques through in-depth interviews with implementing students, supervising lecturers, and beneficiary communities. Data analysis was carried out thematically with source triangulation to maintain validity. The results of the study indicate that the integration of social media in PKM not only increases access to educational information but also strengthens community participation in the learning process. The success of the program is highly dependent on the design of content that is visually attractive, substantively contextual, and participatory in its implementation. However, challenges related to digital literacy, information credibility, and community involvement still need to be addressed through sustainable strategies. Thus, social media has the potential to be an effective educational platform if utilized critically, creatively, and collaboratively within the framework of digital-based community service.