Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Teknologi Pembelajaran Tunanetra (Teptun) Berbasis Screan Reader NVDA Pada Mahasiswa Tunanetra Enung Nur’aisah; Firda Halawati; Ika Candra Destiyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7224

Abstract

Teknologi asistif berwujud aplikasi khusus yang aksesibel yang berbasis TIK bagi mahasiswa tunanetra untuk membantu proses pembelajaran Pengembangan Teknologi Pembelajaran Tunanetra (TEPTUN) berbasis screan reader NVDA yang dirancang untuk membantu mahasiswa tunantera dalam mengikuti perkuliahan mulai dari mencari sumber referensi, menyelesaikan tugas akhir (skripsi) agar mahasiswa tunanetra bisa mengikuti perkuliahan seperti mahasiswa lainnya. Penelitian yang akan dilakukan ini mengembangkan desain Research and Development (R&D) dengan cara mengembangkan perangkat lunak berbasis screanreader NVDA. Proses pengembangan teknologi pembelajaran (TEPTUN) berbasis screan reader NVDA untuk mahasiswa tunantera yang akan dirancang dilaksanakan dengan metode RADTE. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil analisis di lapangan aplikasi NVDA ini memiliki beberapa keunggalan diantaranya dapat membaca teks, dapat membaca PDF, dapat merubah suara menggunakan bahasa inggris, indonesia, arab atau lainnya disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa tunananetra dan untuk kecepatan suara juga dapat diatur apakah cepat atau lambat. TEPTUN sebagai sarana untuk menjembatani dosen dengan materi yang dibutuhkan mahasiswa tunanetra dalam mencari referensi dalam proses pembelajaran khususnya tugas akhir atau skripsi berupa jurnal dan bahan ajar yang dikembangkan dan dimiliki oleh dosen
Peningkatan Skrining Hipertensi Remaja melalui Program "GEBRAK SEKOLAH CERDIK" UPTD Puskesmas Kuningan Azrafy Salsya; Risna Nurlia; Enung Nur’Aisah; Ida Farida
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2205

Abstract

The problem of low hypertension screening coverage among vocational high school (SMK) students in the UPTD Puskesmas Kuningan area only reached 69.7%. The applied community service methods included public education and cadre empowerment through the innovative "GEBRAK SEKOLAH CERDIK" program. This activity aimed to resolve the complex issue of low hypertension screening. Program implementation involved interactive health education, task-shifting training for School Health Effort (UKS) teachers and Youth Health Cadres (KKR), alongside medical record digitalization using the Sehat Indonesiaku Application (ASIK) portal for over 400 tenth-grade students at SMK Pertiwi Kuningan. Results indicated increased student health literacy regarding asymptomatic hypertension prevention and the CERDIK healthy lifestyle. Involving KKR as peer examiners and adopting digital applications proved highly effective in reducing bureaucratic inefficiency and overcoming medical personnel shortages. In conclusion, replicating this school empowerment model is crucial to independently optimize the early detection of non-communicable diseases among adolescents.