Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FLUIDA

Distilasi Azeotrop Campuran Etanol-Air untuk Meningkatkan Kadar Etanol menggunakan Entrainer Etil Asetat Retno Indarti; Rintis Manfaati; Ari Marlina; Keryanti
Fluida Vol 14 No 1 (2021): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v14i1.3426

Abstract

Bioetanol yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar alternatif harus memiliki kadar 99%, sehingga perlu dilakukan proses pemurnian terhadap campuran etanol yang masih mengandung air. Distilasi sederhana campuran etanol-air menggunakan bahan tambahan (entrainer) etil asetat dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar etanol. Pada penelitian ini, pemurnian etanol dilakukan dengan proses distilasi azeotrop pada tekanan atmosfer dan suhu penangas air sebesar 70-75oC. Komposisi umpan yang terdiri dari campuran etanol yang mengandung air dan etil asetat sebagai entrainer. Penelitian dilakukan sebanyak 5 run dengan variasi penambahan etil asetat ke dalam umpan sebanyak 10% v/v, 20% v/v, 30% v/v, 40% v/v dan 50% v/v. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu penambahan etil asetat ke dalam umpan yang menunjukkan kadar etanol tertinggi dengan waktu yang paling singkat ialah pada penambahan etil asetat sebagai entrainer yaitu sebesar 30% v/v, yang terdiri dari campuran 15 ml etil asetat dan 35 ml etanol 80%. Hasil analisis yang dilakukan dengan kromatografi gas diperoleh konsentrasi etanol sebesar 99.80% dan waktu distilasi selama 90 menit
Pengaruh Laju Alir Terhadap Penurunan Pengotor Limbah Laundry Metode Elektrokoagulasi Kontinyu Berpengaduk Agustinus Ngatin; Adi Rizki Nugraha; Mukhtar Gozali; Ageng Priyambudi; Tri Hariyadi; Rony Pasonang Sihombing; Yusmardhany Yusuf; Retno Dwi Jayanti; Retno Indarti
Fluida Vol 15 No 2 (2022): FLUIDA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v15i2.4040

Abstract

Limbah laundry dapat menjadi masalah serius bagi lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Masalah yang timbul diantaranya nilai Chemical Oxygen Demand (COD), fosfat, dan kekeruhan yang tinggi. Tujuan penelitian yaitu mempelajari pengaruh laju alir terhadap efisiensi penurunan kadar kekeruhan, COD, dan TSS, serta menentukan kondisi optimalnya dengan alat elektrokoagulasi kontinyu berpengaduk. Reaktornya adalah reaktor berkapasitas 10 L dilengkapi pengaduk 180 rpm, pompa peristaltik, rectifier dan 3 pasang elektroda Alumunium dengan ketebalan 0,3x15x15cm yang disusun secara monopolar. Percobaan variasi laju alir (115mL/menit, 170 mL/menit, 340mL/menit) dilakukan dengan rapat arus tetap (70 A/m2), dengan waktu operasi 60 menit untuk setiap variasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pada laju tinggi (340 mL/menit) dan laju rendah (115 mL/menit) menghasilkan efisiensi penurunan pengotor yang rendah dan laju alir terbaik ditunjukkan pada 170 mL/menit. Kondisi optimal terjadi pada laju alir 170 mL/menit pada rapat 70 A/m2 menghasilkan efisiensi penurunan kekeruhan, COD, dan TSS berturut-turut 89,35%, 73,33%, dan 99,26%. Laundry waste can be a serious problem for the environment if it is disposed of without treatment. Problems that arise include the value of Chemical Oxygen Demand (COD), phosphate, and high turbidity. The aims of the research were to study the effect of flow rate and current density on the efficiency of reducing turbidity, COD, and TSS levels, and to determine the optimal conditions using a continuous stirred electrocoagulation device. The reaktor used is a reaktor with a capacity of 10 L equipped with a 180 rpm stirrer, a peristaltic pump, a rectifier and 3 pairs of aluminum electrodes with a thickness of 0.3x15x15cm arranged in a monopolar manner. The flow rate variation experiment was carried out with a constant current density (70 A/m2), and the current density variation experiment was carried out with a fixed flow rate (170 ml/minute) with an operating time of 60 minutes for each variation. The results of the flow rate variation showed that at a high rate (340 ml/min) and a low rate (115 ml/min) resulted in a low impurity reduction efficiency, the best flow rate was shown at 170 ml/min. The results of the current density variation show that the increase in impurity reduction efficiency occurs as the current density increases, the best results occur at a current density of 70 A/m2. Optimal conditions occurred at a flow rate of 170 ml/min at a rate of 70 A/m2 resulting in the efficiency of reducing turbidity, COD, and TSS respectively 89.35%, 73.33%, and 99.26%.