Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Majalah Ilmiah UNIKOM

DILEMA CROWDFUNDING: MEMAHAMI HAMBATAN DALAM LANSKAP KEUANGAN USAHA KECIL MENENGAH DI INDONESIA Suryanto, Suryanto; Kurniati, Poni Sukaesih
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 22 No. 2 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i2.17346

Abstract

Crowdfunding semakin dikenal sebagai alternatif pembiayaan yang menjanjikan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya sektor digital yang membutuhkan akses modal cepat dan fleksibel. Namun, pemanfaatannya di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dilema yang dihadapi UKM digital dalam mengakses crowdfunding sebagai sumber pendanaan. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UKM digital, penyelenggara platform crowdfunding, regulator, dan asosiasi UKM. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola hambatan utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori hambatan utama, yaitu: (1) hambatan internal UKM berupa rendahnya literasi keuangan digital dan kapabilitas presentasi bisnis; (2) hambatan eksternal terkait ketidakpastian regulasi, kurangnya perlindungan data, dan keterbatasan dukungan kelembagaan; serta (3) kesenjangan ekspektasi antara UKM, platform, dan investor, yang menyebabkan ketidaksesuaian dalam proses dan hasil kampanye pendanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan crowdfunding tidak hanya bergantung pada ketersediaan platform dan kebijakan, tetapi juga pada kesiapan sistemik dari seluruh ekosistem. Implikasinya, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan literasi UKM, memperkuat kepercayaan pada platform, dan menyempurnakan dukungan regulasi agar akses pendanaan digital dapat berjalan lebih efektif. Kata Kunci: crowdfunding, hambatan eksternal, literasi, pembiayaan alternatif, UKM digital
SMART GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN WISATA ALAM CURUG MALELA DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Kandias, Muhammad Rizki Nur; Kurniati, Poni Sukaesih
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 22 No. 2 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i2.17348

Abstract

Pariwisata merupakan instrumen pembangunan daerah yang strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Bandung Barat memiliki 73 destinasi wisata alam dari total 155 destinasi wisata, dengan Curug Malela sebagai salah satu prioritas pengembangan. Namun, pengelolaan wisata alam masih menghadapi tantangan klasik seperti konflik kepentingan antar pemangku kepentingan, kerusakan lingkungan, keterbatasan infrastruktur digital, dan lemahnya koordinasi multipihak. Konsep smart governance hadir sebagai pendekatan yang menekankan transparansi, partisipasi publik, akuntabilitas, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengambilan keputusan.Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan smart governance dalam pengelolaan wisata alam Curug Malela di Kabupaten Bandung Barat, khususnya dalam aspek transparansi, teknologi, sumber daya manusia, dan partisipasi publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pengelola lokal, serta dokumentasi. Lokasi penelitian berfokus di Kabupaten Bandung Barat dengan informan aparatur dinas, pengelola wisata lokal, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan smart governance dalam pengelolaan Curug Malela masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara menyeluruh. Dari aspek transparansi, belum tersedia sistem informasi digital terintegrasi dan masih dominannya model birokrasi top-down. Aspek teknologi menunjukkan optimalisasi media sosial namun website resmi Visit KBB belum beroperasi maksimal akibat keterbatasan SDM IT. Dari segi sumber daya manusia, Kelompok Sadar Wisata berjumlah 9 orang namun belum ada yang menguasai teknologi informasi. Partisipasi publik masih terbatas pada kegiatan teknis dan belum mencapai tahap perencanaan strategis. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi smart governance di Curug Malela memerlukan penguatan koordinasi lintas instansi, pengembangan platform digital terpadu, peningkatan kapasitas SDM, dan pelembagaan partisipasi masyarakat secara sistematis untuk mewujudkan tata kelola wisata alam yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Smart Governance,Wisata Alam,Curug Malela