Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Teknika

Analisis Tipe Penggunaan Expansion Joint Pada Jembatan Mahulu Kota Samarinda Musfain, Musfain; Tumingan, Tumingan; Sahrullah, Sahrullah
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/zjbk8k46

Abstract

Jembatan Mahulu merupakan Jembatan Sungai di Samarinda yang berperan penting dalam mobilisasi barang dan orang. Jembatan ini mengalami masalah terutama pada Expansion Joint yang retak dan lepasnya sealent diantara joint.  Dalam penelitian ini dilakukan analisa terhadap kemampuan pergerakan Expansion Joint yang akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan perbaikan dan penanganan dan juga tipe expansion joint yang sesuai dan dapat digunakan berdasarkan kerusakan yang ada, sehingga Jembatan Mahulu dapat berfungsi dengan baik. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan data primer dan sekunder untuk mendapatkan analisa kondisi Expansion Joint sesuai dengan kondisi actual dilapangan. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa kerusakan pada Expansion Joint disebabkan karena usia yang sudah cukup tua dan juga karena beban kendaraan yang melintasi Jembatan Mahulu sangat berat. Dari total 14 Expansion Joint yang diuji terdapat 2 Expansion Joint harus diganti dengan menggunakan Modular Joint karena nilai celah mencapai 160,25 mm dan sisanya hanya penggantian dengan Asphaltic Plug dengan nilai celah antara 9 mm sampai 13 mm
Evaluasi Struktur Bangunan Atas Jembatan Sambaliung Provinsi Kalimantan Timur Purwatmoko, Hariadi; Tumingan, Tumingan; Suryono, Suryono
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/g6dpef06

Abstract

Jembatan sambaliung direncanakan pada tahun 1984 dan mulai digunakan sebagai infrastruktur pada tahun 1986, maka dengan memperhatikan umur jembatan (37 tahun s/d tahun 2023), kondisi lalu lintas saat ini (2.000 smp/jam, hasil survey lalu lintas DPUPR & Pera Provinsi Kalimantan Timur tahun 2022), dan peraturan-peraturan yang berlaku saat ini dapat disimpulkan bahwa jembatan sudah mengalami kelebihan kapasitas layak. Hal ini dapat terlihat dari hasil pengamatan visual di lapangan dimana terdapat perubahan pada elemen jembatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting struktur rangka     Jembatan Sambaliung, melakukan analisis (pemodelan) terhadap struktur rangka jembatan sesuai peraturan pembebanan yang berlaku saat ini, kemudian menentukan metode perkuatan jembatan dengan mempertimbangkan kondisi struktur setelah dianalisis. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dengan memasukkan beban berdasarkan peraturan lama tahun 1980, rasio tegangan jembatan ialah 0,98 dengan lendutan sebesar 43,80 mm dan beban 10 ton. Berdasarkan peraturan baru tahun 2016, rasio tegangan didapat adalah 1,50 dengan nilai lendutan maksimum 63,77mm dan beban maksimum 50 ton. Setelah diberi perkuatan dengan metode memperbesar penampang, rasio tegangan menjadi 0,94 dan lendutan menjadi 44,82 mm dengan beban 50 ton.
Pengaruh Pengencangan Baut Grade 8.8 M22 Secara Berulang Terhadap Kekuatan Struktur Jembatan Pamungkas, Pulung Priyo; Tumingan, Tumingan; Wahyudianto, Arif
Teknika Vol. 20 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i1.10722

Abstract

Kelonggaran baut pada sambungan rangka baja jembatan sering dijumpai pada saat melakukan pemeriksaan jembatan secara rutin. Berkurangnya kekuatan sambungan rangka baja jembatan disebabkan karena baut mengalami kelonggoran, hali ini terjadi karena beban dinamis semasa layan jembatan itu sendiri dan juga bisa karena kesalahan pemasangan pada saat melakukan pengencangan torsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapan baut sambungan jembatan apakah masih layak digunakan atau harus dilakukan pergantian baut dengan melihat sisa ulir yang ada di sambungan rangka baja jembatan. Pengencangan baut dengan menggunakan kunci torsi memudahkan untuk melakukan pengecekan secara teliti terhadap nilai masing masing baut . Pengujian torsi secara berulang dan dilanjutkan dengan pengujian kuat tarik baut yang diharapkan dapat mengetahui nilai proofload dan tarik putus pada masing masing baut. Menurut SNI 8458:2017 bahwa  baut Grade 8.8  dengan dimensi M22 mempunyai nilai tegangan proofload 182  kN dan tegangan tarik putus lebih dari 830 Mpa . Sehingga setelah dilakukan pengencangan torsi secara berulang didapatkan nilai tegangan proofload sebesar 160 kN dan tegangan tarik putus diatas 830 MPa