Rahmat Alifin Valentino
Universitas Bengkulu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Motif disabilitas netra berprofesi sebagai pustakawan Rahmat Alifin Valentino; Agus Rusmana; Ninis Agustini Damayani
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 2 (2023): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i2.3585

Abstract

Introduction. The number of librarian with disability, particularly with limited ability to see or blind is not many. This research explores the motives of the blind on why becoming librarians. Research methods. This study used a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection techniques used observations and interviews. Sampling was decided purposively. Analysis data. Research analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validation techniques were carried out using credibility tests. Results and Discussion. The motive to become a librarian refers to Alfred Schutz's phenomenological theory which can be divided into two categories: motives based on because-motive (Weil-Motiv), namely the hobby of reading, lack of reading material for blind people, and library facilities that support performance for librarians with visual disabilities. Motives based on the in-order-to motive (Um-zu-Motiv) are to change the social stigma of people with visual disabilities, increase readers’ interest in reading, socialize braille collections, increase economic levels, and increase relationships. Conclusion. The findings show that being a librarian with visual disabilities is oriented towards past and future motives.
Komunikasi Interpersonal Pustakawan dengan Pemustaka di Layanan Sirkulasi UPT Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Herma Suryani; Purwaka Purwaka; Rahmat Alifin Valentino
AL Maktabah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v10i1.6932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal antara pustakawan dan pemustaka di layanan sirkulasi UPT Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memiliki lima dimensi utama: keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Pustakawan secara umum telah menunjukkan sikap keterbukaan dalam memberikan informasi dan solusi, empati terhadap kebutuhan pemustaka, serta sikap mendukung melalui fleksibilitas layanan. Sikap positif dan kesetaraan juga dirasakan pemustaka, meskipun beberapa kendala komunikasi masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal yang baik berkontribusi pada kualitas layanan perpustakaan, kepuasan pemustaka, dan penguatan citra perpustakaan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan keterampilan komunikasi pustakawan untuk meningkatkan pengalaman pemustaka di layanan sirkulasi.
Preservasi Di Perpustakaan Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH Sebagai Upaya Pemeliharaan Koleksi Vebby Dwi Regita; Aqiqah Bulan Sari; Zahra Lestari Ramadani; Femi Sulistiawati; Belian Sunja Sari; Alfiyah Alfiyah; Septiani Yolanda; Rahmat Alifin Valentino; Fransiska Timoria Samosir
AL Maktabah Vol 9, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v9i2.3379

Abstract

Perpustakaan adalah institusi yang mengelola koleksi berupa karya tulis, karya cetak, dan karya rekam yang dikelola secara profesional guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian bahan pustaka, dan sarana rekreasi pemustaka. Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang merawat dan menjaga bahan pustaka supaya informasi yang terkandung di dalamnya dapat terjaga dengan baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, kegiatan pemeliharaan ini biasa kita sebut dengan preservasi bahan pustaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan preservasi bahan pustaka di Universitas Dr. Hazairin, SH. Metode yang digunakan untuk penelitian preservasi bahan pustaka ini menggunakan penelitian kualitatif dan pengamatan deskriptif yang mana penulis melakukan pengamatan langsung dan melakukan wawancara kepada informan yang ditemui di Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa Perpustakaan Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH telah melakukan Preservasi bahan pustaka tetapi belum maksimal dan tindakan Preservasi bahan pustaka di Universitas Dr. Hazairin, SH masih dilakukan dengan cara konvensional. Terdapat beberapa kendala dalam penangannya, salah satunya dari faktor anggaran dan sumber daya manusia yang belum mumpuni. Kegiatan preservasi dan pelestarian bahan pustaka dibutuhkan kerja sama antara pustakawan dan pemustaka agar dapat berjalan dengan semestinya
Analisis Perilaku Penelusuran Informasi Kebutuhan Pemustaka di UPT Perpustakaan UINFAS Bengkulu Lieta Eka Saputri; Purwaka Purwaka; Rahmat Alifin Valentino
AL Maktabah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v10i1.6769

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa baik pengguna Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memenuhi kebutuhan informasinya melalui aktivitas pencarian informasi. Proses yang terjadi dijelaskan dalam penelitian ini dengan menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. pencarian informasi berdasarkan tahapan Information. yaitu initiation, topic selection, exploration, focus formulation, collection, dan presentation. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada tahap initiation, pemustaka sering merasa bingung akibat keterbatasan kemampuan dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Pada tahap exploration, pemustaka menggunakan berbagai metode seperti OPAC, katalog manual, atau meminta bantuan langsung dari pustakawan, meskipun mereka masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan relevansi informasi dan kurangnya koleksi. Pada tahap focus formulation, ketidakpastian mulai berkurang ketika pemustaka berhasil mengidentifikasi dan memusatkan perhatian pada informasi yang dibutuhkan. Selanjutnya, pada tahap collection dan presentation, informasi yang diperoleh digunakan untuk menyelesaikan tugas akademik, meskipun terdapat kendala seperti koneksi internet yang lambat dan keterbatasan koleksi perpustakaan.