Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Dengan Sikap Personal Hygiene Saat Menstruasi Di SMA Muhammadiyah 8 Kisaran Efi Satriana Silalahi; Kiki Khoiriyani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1745

Abstract

Hygiene pada saat menstruasi merupakan komponen personal hygiene (kebersihan perorangan) yang berperan penting dalam status perilaku kesehatan seseorang. Termasuk menghindari adanya gangguan pada fungsi alat reproduksi. Pada masa remaja yang sudah mengalami menstruasi perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi. Pengabaian kesehatan reproduksi dapat menimbulkan infeksi alat reproduksi dan berpengaruh terhadap infertilitas atau kemandulan. Salah satu faktor risiko infeksi saluran reproduksi adalah hygiene menstruasi yang buruk.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Putri dengan Sikap Personal Hygiene Saat Manstruasi di SMA Swasta Muhammadiyah 8 Kisaran. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tingkat pengetahuan remaja tentang sikap personal hygiene saat menstruasi baik sebesar 41 orang (67,2%) memiliki tingkat pengetahuan baik, mayoritas sikap personal hygiene saat mestruasi pada remaja putri nilai p value 0,000 (<0,05). Ada Hubungan Pengetahuan Remaja Putridengan Sikap Personal Hygiene Saat Menstruasi
Hubungan Pola Asuh Dan Pemberian Asi Esklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Desa Sei Mencirim Efi Satriana Silalahi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i2.1635

Abstract

Masalah penelitian adalah Masalah gizi di sebagian besar negara berkembang merupakan masalah utama kesehatan masyarakat, terutama pada balita, anak-anak dan wanita usia produktif, Stunting pada anak balita adalah salah satu masalah kekurangan gizi yang menjadi perhatian utama di Indonesia, Indonesia merupakan negara urutan kelima yang memiliki prevalensi anak stunting tertinggi setelah India, China, Nigeria dan Pakistan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pola asuh ibu dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita Desa Sei Mencirim Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian rancangan analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik secara simple random sampling melibatkan 54 responden Populasi penelitian ini adalah balita. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner. Dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian diperoleh nilai pola asuh ibu (p=0,00; OR=35,714; CI=6,670- 191,21), ASI eksklusif (p=0,049; OR=3,769; CI=1,158 – 12,70 ), menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pola Asuh Ibu dan ASI Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Kesimpulan: Hasil penelitian ini adalah balita yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif akan berisiko 3 kali lipat dapat mengalami stunting dibandingkan balita yang mendapatkan ASI Eksklusif, dan balita dalam Pola Asuh Makan yang tidak tepat berisiko 3kali lipat dapat mengalami stunting dibandingkan dengan balita yang pola asuh makan tepat.
PENGARUH BABY SPA TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK BAYI USIA 3-6 BULAN DI DESA TELAGA SARI TAHUN 2023 Susanti, Novi; Sinaga, Meiyana; Silalahi, Efi Satriana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1258

Abstract

Perkembangan motorik merupakan sesuatu proses kemasakan atau gerak yang langsung melibatkan otot-otot untuk bergerak dan proses pensyarafan yang menjadi seseorang mampu menggerakkan tubuhnya. WHO menyatakan, bahwa 5-10% anak –anak usia prasekolah mengalami disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Indonesia anak mengalami keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti , tetapi diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada perkembangan motorik adalah dengan melakukan baby spa. Tujuan penelitian ini untuk melihat bahwa treatment yang dilakukan dapat meningkatkan Perkembangan Motorik Bayi Usia 3-6 Bulan di Desa Medan Krio Tahun 2023. Jenis desain penelitian ini menggunakan pre-Eksperimen Design dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu bayi dengan usia 3-6 bulan di desa medan krio dengan teknik pengambilan sampel secara Perposivo Sampling yang terdiri dari 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan bayi sesudah dilakukan baby spa lebih tinggi dari pada sebelum baby spa. Setelah mendapat perlakukan baby spa terjadi peningkatan bayi dalam kategori caution dari 2 menjadi 16 (53.3) bayi, kategori normal dari 13 menjadi sebanyak 14 (46.7) bayi dan dalam kategori caution telah terjadi peningkatan menjadi kategori advance dengan nilai p= 015b (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesa diterima berarti Ada Pengaruh Baby Spa Terhadap Perkembangan Kemampuan Motorik Bayi Usia 3-6 Bulan Di Desa Medan Krio Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Ada Pengaruh Baby Spa Terhadap Perkembangan Kemampuan Motorik Bayi Usia 3-6 Bulan Di Desa Medan Krio Tahun 2023.Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengembangkan promosi dan edukasi tentang baby spa kepada masyarakat khususnya pada orang tua untuk meningkatkan perkembangan motorik bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PERSALINAN PREMATUR DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN PERIODE JANUARI 2021 – DESEMBER 2022 Meiyana Sinaga; Efi Satriana Silalahi; Merkurius Talunohi; Desri Zega
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 4 | Edisi 1 | April 2023
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v4i1.145

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilancukup bulan 37- 42 minggu, Berdasarka WHO (World Health Organization), bayipremature adalah bayi lahir hidup sebelum usia kehamilan minggu ke 37. 35%kematian neonatal di dunia disebabkan oleh komplikasi kelahiran premature. Jumlahkematian neonatal dengan usia 0-6 hari sebesar 78,5%.%. Dan di RSUP H. AdamMalik Medan Periode Januari 2014 – Desember 2015 kejadian abortus insipienssebanyak 36 kasus.Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu bertujuan untuk mengetahui faktor-faktoryang mempengaruhi persalinan prematur di RSUP H. Adam Malik Medan PeriodeJanuari 2014 – Desember 2015 dengan jumlah populasi 36 orang yang diperolehdari Medical Record dan yang dipergunakan total sampling sebanyak 36 orang.Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan bahwa persalinan prematureberdasarkan usia ibu mayoritas pada usia ibu 20 – 35 tahun sebanyak 19 orang(52,8 %), berdasarkan paritas mayoritas pada multipara sebanyak 17 orang (47,3%), berdasarkan riwayat sebelumnya mayoritas pada adanya riwayat sebanyak 21orang (58,3 %), dan berdasarkan penyakit ibu mayoritas sebanyak 19 orang (52,8)Disarankan pada Bidan di RSUP H. Adam Malik Medan agar dapatmemberikan informasi tentang persalinan prematur pada ibu hamil di RB 1 Obgynyang bertujuan untuk menurunkan angka kejadian perasalinan premature pada ibuhamil.Keywords: Persalinan Prematus, Faktor-faktor
PENYULUHAN TEHNIK CUCI TANGAN YANG BENAR PADA SISWA SD QUANTUM DESA MEDAN KRIO KECAMATAN SUNGGAL KAB.DELI SERDANG TAHUN 2023 Efi Satriana Silalahi; Novi Susanti; Denti Asosiasi Lombu; Idawati Baene
Pengabdian Deli Sumatera Vol 2 No 2 (2023): Artikel Riset Pengabdian vol. 2 no. 2 Juli 2023
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Quantum Desa Medan Krio Kecamatan Sunggal Kab.Deli Serdang, yang bertujuan untuk meningkatkan untuk memberikan penjelasan dan pendidikan kesehatan dasar kepada anak-anak usia dini dalam upaya pencegahan penyakit demi menjaga kesehatan. Manfaat pengabdian ini yaitu Membiasakan anak untuk menjaga kesehatan dengan cara cuci tangan Melatih anak untuk senantiasa menjaga kebersihan terutama kebersihan diri, Memperkenalkan kepada anak usia dini cara memcuci tangan tang benar Hasil dari penyuluhan yang dilakukan oleh dosen tersebut cara mempraktekkan cuci tangan yang benar hasil penyuluhan pada anak sekolah dasar secara umum termasuk kategori baik dengan rata- rata keberhasilan 80%. Keywords: penyuluhan, cuci tangan, sekolah dasar
The Effect of the Massage Method on Labor Pain in the First Active Phase in Maternity Mothers at the Sally Maternity Clinic Kiki Khoiriyani; Efi Satriana Silalahi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10977

Abstract

Childbirth is a process of opening and thinning the cervix and uterine contractions occur, causing pain in the delivery process. Labor pain management can be applied non-pharmacologically, one of which is massage that aims to release endorphin compounds so as to reduce pain, reduce anxiety and meaningfully shorten labor time. The purpose of this study is to identify the effect of the massage method on labor pain during the first active phase. The research design used in this study is a quasy-experiment which is two group pretest-postest. The number of samples in this study was 38 people, of which 19 were intervention groups and 19 control groups, with simple random sampling techniques. The data analysis used was t-dependent and t-independent tests. The results of the study obtained the characteristics of the intervention group respondents, most of the respondents aged 24-29 years (42.1%), parity >2 children) as many as 8 people (42.1%), and the level of education was high school as many as 14 people (73.7%). Meanwhile, in the control group, most respondents aged 24-29 years were 7 people (36.8%), parity >2 children were 9 people (47.4%), and high school education level was 18 people (94.7%). The pain intensity in the intervention group before the intervention group averaged 7.26 and after the average was 4.74, while in the control group before the intervention group averaged 7.00 and after the average was 6.16. The results of the t-dependent test of pain intensity before and after the massage in the intervention group were obtained a value of P=0.000 and in the control group before and after the massage was obtained. The results of the independent t-test can be concluded that there is a significant difference after the mass method is carried out in the intervention group, namely the value of P=0.001. From the results of this study, it is known that there is an effect of the massage method on reducing the intensity of labor pain during the first active phase in inpartu mothers. Therefore, it is recommended that midwives apply the massage method as an intervention to reduce pain in the care of normal mothers.