Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literatur Review: Standarisasi Teobromin Vriezka Mierza; Wildani Zakiyah; Galih Ibnu Mukti; Lestari Mahardika Urbaningrum; Alya Nafis; Hasna' Nisrina
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10336

Abstract

Teobromin merupakan senyawa alkaloid purin yang banyak ditemukan pada biji kokoa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan dan menganalisa artikel isolasi dan karakterisasi teobromin. Penelitian ini menggunakan metode review article dengan sumber data penelitian berdasarkan publikasi jurnal yang terdapat diinternet. Berdasarkan hasil review article yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi teobromin menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70% yang selanjutnya dilakukan proses pemisahan dan purifikasi serta skrining fitokimia dengan uji alkaloid, uji parry, dan uji murexide. Analisis senyawa kimia yang terkandung dalam teobromin menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan memisahkan komponen dalam campuran menggunakan HPLC dengan fase diam C18 non polar dan fase gerak campuran metanol:akuabides (40:60). Hasil rata-rata kadar teobromin pada sampel 1 (18,0443 ± 0,8298) mg, sampel 2 (21,1753 ± 0,8716) mg, dan pada sampel 3 (32,1292 ± 1,4765) mg. Nilai RSD pada masing-masing sampel berturut-turut adalah 4,5988%, 4,1161%, dan 4,5957%, ketiga sampel tersebut memiliki nilai RSD<5% yang menunjukkan bahwa hasil perhitungan dari ketiga sampel tersebut dapat diterima.
Studi Literatur : Kandidat Obat Baru Dan Target Kerja Obat Penyakit Systemic Lupus Erythematosus Audi Ichsani Aribowo; Lestari Mahardika Urbaningrum; Cantika Nurul Sa'adah; Bunga Nur Annisa; Nena Vauziah Sary; Christina Febiola Lubis; Lina Nurfadhila; Marsah Rahmawati Utami
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 3 No. 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7973

Abstract

Latar Belakang: Systemic lupus erythematosus (SLE) ialah penyakit dengan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh, terutama dalam imunitas seluler dan humoral. SLE terjadi pada individu dengan predisposisi genetik, terutama pada gen HLA yang dipicu oleh faktor lingkungan. Pada kebanyakan kasus, SLE muncul akibat efek dari banyak varian gen. Ada banyak golongan obat yang biasa digunakan untuk pengobatan SLE seperti kortikosteroid, imunosupresan, NSAID, atau antibodi monoklonal spesifik yang diarahkan terhadap reseptor permukaan sel atau sitokin  Tujuan: memberikan gambaran dan informasi terkini tentang kandidat obat baru dan target kerja obat penyakit lupus. Metode: studi tinjauan pustaka dari Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil target kerja obat tersebut melalui tiga jenis penelitian berupa in vivo, in vitro, dan in silico. Berdasarkan tinjauan pustaka yang sudah dilakukan, terdapat beberapa target kerja obat pada penyakit lupus/SLE yaitu reseptor PI3Kδ, Enzim NF-κB inducing kinase, IFN-γ, IL-3, TNF-α, TP53, VEGFA, IL6, CD4, CCR1, JAK2, XRCC5, XRCC6, RB1, MYC, TP53, IL-1 alpha, IL-5, IL-6, IL-17, Limfotoxin-alpha, IL-21, TLR7, TLR9, CAPS3, STAT3, STAT1, IFNα, FcγR2A, CD22, CD20. Lalu untuk hasil beberapa kandidat obat baru terdapat pada ekstrak daun Bryophyllum pinnatum, curcumin, Langchuangding, Hedyotis diffusa Willd, dan BIIB059. Semua target atau kandidat senyawa pengobatan lupus yang diteliti memiliki hasil yang baik untuk pengobatan lupus. Kata Kunci : Kandidat Obat Baru, Target Kerja Obat, Systemic Lupus Erythematosus.
Molecular identification and antibacterial activity of endophytic bacteria from Bambusa vulgaris leaves as antibacterial potential against phatogenic microoganism Jekmal Malau; Vriezka Mierza; Munir Alinu Mulki; Lestari Mahardika Urbaningrum; Vina Luthfiana Hasna; Priscinya Christiana Debora
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 7 No 2 (2025): From Natural Compounds to Disease Mechanisms: An Integrated Research Outlook
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v7i2.6538

Abstract

The increasing prevalence of antibiotic-resistant bacteria poses a critical global health concern, necessitating the exploration of novel antibacterial solutions. Endophytic bacteria, which colonize plant tissues without causing harm, have gained attention as potential sources of bioactive metabolites. This study aimed to isolate and characterize endophytic bacteria from Bambusa vulgaris leaves and evaluate their antibacterial potential against pathogenic microorganisms. Leaf samples were collected from Bekasi, West Java, and subjected to a surface sterilization process prior to bacterial isolation. A total of 12 bacterial strains were successfully obtained and screened for antibacterial activity against Bacillus subtilis, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus epidermidis using the agar well diffusion assay. Three isolates exhibited notable inhibitory activity, with P8 demonstrating the strongest antibacterial effects against B. subtilis, P. acnes, and S. epidermidis. The two most potent isolates, P8 and K3, were characterized via 16S rRNA gene sequencing. Genomic DNA extraction was performed, followed by Polymerase Chain Reaction (PCR) amplification using the universal primers 27F (5′-AGAGTTTGATYMTGGCTCAG-3′) and 1492R (5′-GGTTACCTTGTTACGACTT-3′). Sequencing and The Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) analysis confirmed that isolate P8 exhibited 100% similarity to B. subtilis strain LZH-H1, whereas isolate K3 shared 99.85% similarity with Pantoea stewartii subsp. indologenes strain SR2-12. These findings suggest that endophytic bacteria from B. vulgaris endohytic bacteria hold promise as potential sources of antibacterial compounds. Further research is necessary to purify and characterize these bioactive metabolites for potential pharmaceutical applications.