Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Potential Waste from Temporary Shelters in the Area of Universitas Pertamina as Raw Materials of Refuse Derived Fuel (RDF) Ridhosari, Betanti; Suryawan, I Wayan Koko; Rahman, Ari; Ardianto, Ardhan; Zahra, Nurulbaiti Listyendah
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.649-659

Abstract

Universitas Pertamina has a strong vision in the energy field and is developing environmentally friendly infrastructure and management, including waste management. Considering these efforts, ‘waste-to-energy’ is an interesting concept to be developed. The practical application of this concept is exemplified by refuse-derived fuel (RDF). This research aimed to analyze the potential of waste from Universitas Pertamina’s temporary shelter as raw materials for RDF and identify the potential energy that can be produced. This research began by measuring the generation and composition of waste. Each type of waste is identified for water content, ash content, and calorific value. These findings were used to identify which waste types could serve as RDF raw materials. The water content analysis showed that, except for food waste, all waste types met RDF standards. All waste types also met the RDF ash content standards. The calorific value analysis showed that plastic waste had the highest heating value at 45.6 MJ/kg, followed by rubber waste (40.1 MJ/kg) and styrofoam (35.0 MJ/kg). Calculations for waste generation potential and heating value indicated a total potential calorific value reached 9,895.1 MJ/day. With this significant potential, Universitas Pertamina has the opportunity to develop innovative waste management, especially in producing RDF.
PEMILAHAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN METODE TAKAKURA UNTUK ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR MI YAHYA, KOTA BEKASI Zakiatunnia, Azmi; Suecita, Delfira; Safira, Denisa Ratna; Azmi, Muhammad Haikal; Qonitan, Fatimah Dinan; Zahra, Nurulbaiti Listyendah; Suryawan, I Wayan Koko
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2021): JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i1.872

Abstract

Sampah adalah hal yang selalu kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaannya yang kian bertambah seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan pola konsumsi penduduk menjadikan sampah sebagai suatu masalah yang sangat rentan terjadi di masyarakat. Adanya sampah yang terus-menerus dihasilkan lama kelamaan akan menumpuk dan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, apabila tidak dengan segera dilakukan pengolahan. Masyarakat, khususnya anak-anak perlu untuk mengetahui tentang pentingnya memiliki kepedulian terhadap memilah dan mengolah sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak agar mulai terbiasa untuk memilah dan mengolah sampah sejak usia dini. Sasaran dalam pengabdian ini adalah anak-anak Sekolah Dasar MI Yahya di Kota Bekasi. Melalui pengabdian ini diharapkan anak-anak dapat mengolah sampahnya sendiri di kemudian hari. Kegiatan yang dilakukan adalah berupa persentasi materi tentang perbedaan sampah kering dan sampah basah, tata cara memilah dan mengelompokkan sampah sesuai jenisnya. Didemonstrasikan salah satu metode pengolahan sampah yang sederhana yang dapat mereka lakukan dengan sendirinya, yaitu metode Takakura. Hasil dari kegitan ini menunjukkan adanya rutinitas pengolahan sampah dengan metode Takakura yang dilakukan ke masyarakat sasar.
Ketahanan Masyarakat dan Strategi Adaptif dalam Pengendalian Residu Antibiotik di Perairan Indonesia: Analisis Teoritis Risiko Ekologis dan Tantangan Sosial Sofiyah, Evi Siti; Suryawan, I Wayan Koko; Ridhosari, Betanti; Zahra, Nurulbaiti Listyendah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan antibiotik di sektor rumah tangga, peternakan, dan akuakultur di Indonesia telah menimbulkan tantangan sosial dan lingkungan jangka panjang bagi masyarakat di sekitar ekosistem perairan. Studi ini berfokus pada penilaian ketahanan sosial masyarakat dalam merespons dampak residu antibiotik dan resistensi antimikroba alami. Hasil analisis menunjukkan bahwa lemahnya koordinasi antar lembaga, rendahnya literasi lingkungan, dan keterbatasan akses terhadap infrastruktur adaptif menghambat kemampuan masyarakat untuk merespons secara efektif. Penilaian terhadap empat dimensi ketahanan social (learning, interest level, planning, dan ability to cope) menunjukkan kapasitas masyarakat masih rendah. Sebagian besar pelaku lokal, khususnya pembudidaya ikan dan rumah tangga kecil, belum memahami keterkaitan antara penggunaan antibiotik, kualitas air, dan kesehatan. Penguatan ketahanan sosial diperlukan melalui pendidikan partisipatif, kebijakan inklusif, serta inisiatif pemantauan berbasis komunitas. Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil perlu diperkuat untuk mengintegrasikan pembelajaran sosial dalam tata kelola air. Melalui kerangka One Health Water Governance, dimensi sosial menjadi pusat dari ketahanan, memastikan pemberdayaan masyarakat, tanggung jawab bersama, dan perubahan perilaku sebagai pendorong utama dalam menghadapi resistensi anti mikroba di Indonesia.