Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Komparatif Rasio Likuiditas, Aktivitas, Solvabilitas dan Profitabiltas PT.Sariguna Primatirta dengan Industri AMDK 2020-2024 Paramadharma, Harnandito; Habibie; Kurnia Rambe; Sri Hermuningsih
Jurnal Akutansi Manajemen Ekonomi Kewirausahaan (JAMEK) Vol 5 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jamek.v5i2.2010

Abstract

This study compares the financial performance of PT. Sariguna Primatirta (CLEO) to its competitors (ADES & MYOR) in the bottled drinking water (AMDK) business in Indonesia from 2020 to 2024. The analysis methodologies employed include the calculation of liquidity, activity, solvency, and profitability ratios, as well as trend analysis, stability tests (standard deviation), and benchmarking. The study's findings show that while PT. Sariguna Primatirta's profitability and activity performance are high, company has a low liquidity ratio. In comparison to the industry/competitors, PT. Sariguna Primatirta's liquidity is lower, the activity ratio is superior in the accounts receivable and inventory turnover ratios, but the accounts receivable turnover decreases, the solvency ratio is stable but the trend is below the industry, and the profitability ratio is above the industry average.
Penerapan Knowledge Management dalam Layanan Pelatihan Kerajinan: Studi Kuantitatif di BBSPJIKB Yogyakarta Paramadharma, Harnandito; Kirana, Kusuma Chandra
Master Manajemen Vol. 3 No. 3 (2025): Master Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/masman.v3i3.967

Abstract

Craft is an industry based on culture and local wisdom. The ability or skill of a person in making crafts is obtained through life experience and the influence of local culture so that it forms as tacit knowledge. In knowledge management, the SECI model is applied in an organization to encourage innovation and accelerate knowledge transfer. The purpose of this study is to photograph the phenomenon of the application of knowledge management in the BBSPJIKB craft team. The method used in this study is quantitative descriptive, through a knowledge management questionnaire in the Master of Management program lecture module at Sarjanawiyata Tamansiswa University Yogyakarta, which was tested for validity and reliability. The results showed that the results of the questionnaire study were quite valid with only 1 invalid question out of a total of 16 questions. From the results of the reliability test, it can be concluded that the questionnaire instrument is very reliable because the alpha value is 0.95, far above the minimum standard of 0.7. All questions have good internal consistency. So this questionnaire can be trusted and relied on for decision making or further research. The results of the study concluded that the implementation of knowledge management in the BBSPJIKB Craft Team was quite good, especially in terms of the culture of sharing and active learning. However, the empowerment of digital platforms and reward programs for innovation need to be improved.
Teknologi Ukir Krawangan pada Bambu Betung (Dendrocalamus Asper) Eskak, Edi; Paramadharma, Harnandito; Salma, Irfa'ina Rohana
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 31 No. 1 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v31i0.1081

Abstract

ABSTRAKBambu betung (dendrocalamus asper) merupakan jenis bambu besar dan berbuluh tebal yang di Indonesia potensinya masih cukup melimpah. Bambu betung memiliki kesulitan dalam pengerjaan ukir. Pelaksanaan kegiatan ujicoba pembuatan aksesoris interior dengan teknik ukir krawangan pada bambu betung ini, prosesnya terdiri dari: persiapan bahan (pemotongan, pengawetan dan pengeringan), perancangan desain produk (sumber inspirasi, sketsa alternatif dan gambar kerja), serta pembuatan produk (meliputi: pembentukan global/awal, pembuatan krawangan, pengukiran dan finishing). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pelobangan (krawangan) dengan bor 4 kali lobang kemudian diteruskan dengan gergaji hand jigsaw didapatkan kecepatan rata-rata (4 x 5.1) + 20 = 40,4 detik untuk ukuran lubang 3 – 4 cm, tebal 1,5 cm bentuk variasi lurus lengkung, pada kondisi bambu setengah basah (magel). Ini berarti 5 kali lebih cepat dari pada pemahatan manual (209.1 detik), serta hasil yang didapat lebih rapi dan lebih bersih. Kondisi terbaik untuk pembuatan krawangan adalah kondisi setengah basah (magel) yaitu kadar air bambu 30-60%. Kata kunci : bambu betung, ukir krawangan, aksesoris interior.ABSTRACTDendrocalamus Asper (Betung Bamboo) is a type of bamboo with thick culm wall, which is have good potential in Indonesia but the utilization still relatively abundant. Betung Bamboo also has a weakness and difficulty in carving, that will be investigated to find a solution from this study. In the implementation of pilot activities to the manufacture of interior accessories krawangan on Betung bamboo carving techniques, the process consists of: preparation of materials (cutting, curing and drying), the design ofthe product design (the source of inspiration, sketches and working drawings alternative), and manufacturing products (including : the formation of global / scratch, making krawangan, carving and finishing). Fromthe results showed that the holling technique (krawangan) with four times thedrill hole is then forwarded with hand saws jig saw obtained an average speed (4x5.1) + 20 = 40.4 seconds for the hole size 3-4 cm, thick 1.5cm straight curved shape variation, in bamboo shalf-wet conditions (magel). This means 5 times faster than the manual sculpting (209.1 seconds), and the results are neater and cleaner. The best conditions for making krawangan is half wet conditions (magel) the water content of 30-60% bamboo. Keywords: bamboo, carving krawangan, accessories interior
Pemanfaatan Center Log Kayu Sengon untuk Kerajinan Komponen Interior Eskak, Edi; Paramadharma, Harnandito
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 28 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v28i1.1149

Abstract

Limbah center log  kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) baru dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk tanur pengering. Limbah center log kayu sengon mempunyai kelebihan-kelebihan sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual center log kayu sengon sebagai komponen aksesoris interior, dengan teknologi yang paling efektif dan efisien. Tahap eksperimen peningkatan nilai jual produk difokuskan pada eksperimen peningkatan nilai dekoratif melalui (1) pengembangan desain; (2) percobaan pengaplikasian ragam hias ukiran kayu dengan alat pahat ukiran Jepara dan pisau serut (cutter); (3) upaya peningkaan nilai karakteristik tekstur yang menonjol, dan (4) eksplorasi pewarnaan center log kayu dengan pewarna baik, Bahan berbasis air dan thinner baik transparan atau non-transparan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa produk dengan teknik ukir kayu dengan alat penyerut kayu (cutter) menghasilkan ukiran yang lebih baik dan waktu pengerjaan dengan pahat cutter lebih cepat dua kali lipat dibandingkan dengan menggunakan ukir. Dalam uji pasar Sembilan prototipe produk ini dinilai cukup digemari dan juga mampu meraih pembeli yang lebih luas dari target pasar yang ditentukan. Kata Kunci: sengon, limbah kayu lapis, desain, finishing kayu, produk interior