Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Amplifikasi pasang surut dan dampaknya terhadap Perairan Probolinggo Hasanudin, Muhammad; Kusmanto, Edi; Budisetyawan, Wahyu
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir Rob yang sering melanda Kota Probolinggo merupakan fenomena yang menarik untuk dicermati. Banjir Rob, tidal flat dan sedimentasi sangat berkaitan dengan pasang surut sehingga kajian tentang pasang surut dan amplifikasinya serta prakiraan dampak terhadap perairan pesisir Probolinggo dilakukan. Pengukuran pasang surut dilakukan dengan Tide and Wave Recorder RBR tipe TWR-2050 setiap 5 menit. Pengukuran arus dan kedalaman dilakukan di sepanjang lintasan perahu dengan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) 1200 KHz. Pengukuran Turbiditas dengan CTD SBE 19 Plus dari permukaan hingga dekat dasar di 19 titik stasiun. Semua peralatan penelitian disinkrosinasi waktunya terhadap waktu GPS Garmin 276C. Hasil pengukuran elevasi permukaan laut mempunyai kisaran 2.8412 m, nilai mean sea level adalah 1.508 m sedangkan variasi bulanan mempunyai kisaran 3 m dengan nilai mean sea level 1.6 m. Berdasarkan nilai Formzahl (0,85) dan analisa power spectra, perairan Probolinggo diklasifikasikan sebagai pasang surut campuran dengan dominasi semi diurnal. Terjadi indikasi amplifikasi pasang surut akibat resonansi periode alami teluk T=12.46 Jam terhadap konstituen pasang surut M2, T=12.42 jam sehingga amplitude pasang surut mencapai 3 m. Dampak amplifikasi tersebut antara lain adalah arah arus yang selalu ke pesisir baik saat pasang maupun saat surut yang mengakibatkan penyebaran sedimen tersuspensi TSS yang relatif tinggi di sepanjang pesisir dan disekitar area pelabuhan. Sedimentasi yang intensif menyebabkan kelandaian dan terbentuknya lokasi lokasi rataan pasang surut (tidal flat) atau sering disebut rataan lumpur (Mudflats) yang luas hingga 3 km dari garis pantai. Selain itu, fenomena amplifikasi pasang surut berdampak pada penggenangan air di daratan rendah ketika terjadi secara simultan antara amplifikasi pasang surut dengan hujan yang intensif akan menyebabkan banjir Rob di desa desa pesisir Probolinggo. 
Karakteristik Morfologi Dasar Laut dan Hubungannya dengan Ketebalan Sedimen dan Kecepatan Arus di Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, dan Selat Alor Hasanudin, Muhammad
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morfologi dasar laut suatu selat dapat memengaruhi deposit sedimen dan kecepatan arus di selat tersebut. Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, dan Selat Alor menghubungkan Laut Flores dan Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dasar laut dan hubungannya dengan ketebalan sedimen dan kecepatan arus di selat-selat tersebut. Single Beam Echosounder dan SubBottom Profiler digunakan untuk mengukur kedalaman perairan dan lapisan bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar laut Selat Flores berbentuk cekungan pada kedalaman sekitar 250 m, sedangkan dasar laut pada sambungan antara Selat Boling, Selat Lamakera, dan Selat Alor berupa punggungan yang mengarah ke Laut Flores dan Laut Sawu dengan kedalaman hingga 3.000 m. Ketebalan endapan sedimen di Selat Flores mencapai 50 m, sedangkan di Selat Boling, Selat Lamakera, dan Selat Alor endapan sedimen tidak tampak. Di Selat Flores yang berciri selat sempit, kecepatan arus berkisar dari 0,3 hingga 3,8 m/s. Gambaran kondisi bawah permukaan di selat-selat ini dapat digunakan untuk navigasi pelayaran bagi kapal-kapal yang akan melintasi selat-selat tersebut, khususnya kapal yang lebih dari 2.000 ton. Morfologi selat yang sempit mengakibatkan massa air di daerah ini memiliki kecepatan arus yang besar, sehingga proses sedimentasi hanya terjadi di Selat Flores yang dasar lautnya berbentuk cekungan.
Abrasi dan Sedimentasi Pantai di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Hasanudin, Muhammad; Kusmanto, Edi
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.206 KB) | DOI: 10.14203/oldi.2018.v3i3.197

Abstract

Energi gelombang yang bekerja di perairan pesisir Kota Bengkulu sangat kuat, kondisi ini menimbulkan abrasi dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses-proses yang terkait dengan abrasi dan sedimentasi di kawasan pesisir Kota Bengkulu. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah dengan melakukan pengukuran batimetri, arus, kekeruhan, pasang surut dan gelombang. Hasil penelitian menunjukkan proses abrasi pantai di Pesisir Kota Bengkulu terjadi akibat dua faktor utama, yaitu hempasan gelombang yang intensif pada kaki tebing pantai dan curah hujan tinggi. Kondisi tersebut memperlemah ikatan material pembentuk pantai pada kaki tebing. Sedangkan sedimentasi terjadi akibat adanya suplai sedimen yang berasal dari material hasil runtuhan tebing pantai yang terbawa oleh arus di Perairan Pesisir Kota Bengkulu dan juga dari sungai Jenggalu dan Sungai Air Bengkulu.
KEHADIRAN GELOMBANG SOLITER DAN TRANSPOR SESAAT SEDIMEN TERSUSPENSI DI PERAIRAN PANTAI BENGKULU TENGAH Kusmanto, Edi; Hasanudin, Muhammad
OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/oldi.2019.v4i3.262

Abstract

Existence of Solitary Waves and Transient Suspended Sediment Transport in the Coastal Waters of Central Bengkulu. Coastal abrasion and suspended sediment transport driven by waves is occurring dreadfully in the coastal waters of Central Bengkulu. The abrasion tends to be accelerated by solitary waves during the southeast monsoon season. The primary data were obtained  on 17-26 July 2014, while the secondary data derived from Google Maps imageries obtained on 17 June 2014, representing the southeast monsoon season. The primary data were collected by 1200 KHz Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) for water currents, a single beam Echosounder for  depths, Garmin 276C GPS receiver for coordinate positions, RBR-TWR2050 (installed at at a fixed point at 102.2219 °E and 3.6916 °S and depth of 9 m) for height and wave periods, and a compass for the direction of wave propagation. The secondary data included Astrium satellite imageries compiled by Google Earth and displayed as Google Maps images on 17 June 2014. These images were used for identifying the appearance of wave groups and by using a feature in Google Earth, it showed that the estimated distance between wave packets hitting the coast accounted for 147 m. This study showed the existence of solitary waves with height and wave period of 1.02 m and 13.85 seconds respectively, while the wave length reached 147.7 m. The wave energy and wave energy flux were 1123.12 Jm-2 and 12018.94 Jm-1s-1, calculated by using the cnoidal wave theory and solved by the KdV equation. These solitary waves have large destructive forces on unstable cliffs along the coasts. Derived from coastal abrasion processes and shown by the ADCP backscatter intensity with the highest of 146 dB, the suspended sediments were likely to be transported by water currents with an average speed of 25.99 cm s-1 in the dominant direction to the south - southeast; and the sediments were deposited along the coast of Bengkulu City.
LEARNING PROFETIC VALUES BASED ON CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING APPROACH IN FORMING RELIGIOUS CHARACTERS OF STUDENTS (Multi Site Study at MI Plus Sabilul Muhtadin and MI Hidayatul Mubtadi'in Wates Sumbergempol) Hasanudin, Muhammad; Mu’awanah, Elfi; Nafis, Muhammad Muntahibun; Setyowati, Eni
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 5, No 2 (2021): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.822 KB) | DOI: 10.32934/jmie.v5i2.313

Abstract

Character education is based on the concepts taught by the Prophet in forming the morals of students for it is important to be applied in educational institutions. The objective of this study is to determine the prophetic values that are carried out in forming the religious character of students, the process of internalizing these values, and their impact by using the Contextual Teaching and Learning approach. This research uses qualitative research, with a multi-site study design. The data was collected by means of in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that: (1) Learning of prophetic values in improving the religious character of students is by instilling prophetic values, namely fatanah, amanah, sidiq, tabligh. (2) The process of internalizing the prophetic value using the Contextual Teaching and Learning approach in improving the religious character of students, is by several stages from the planning stage, providing understanding to students, the pilot stage, the planting stage, and the habituation stage. (3) The impact of learning prophetic values using the Contextual Teaching and Learning approach in improving the religious character of students has an impact on the abilities, knowledge, and behavior of students.
THE ROLE OF COUNTRY OF ORIGIN, BRAND IMAGE, AND HALAL AWARENESS IN THE PURCHASING DECISION OF JAPANESE FOOD Hasanudin, Muhammad; Sholahuddin, Muhammad
JURSIMA Vol 10 No 3 (2022): Jursima Vol.10 No.3
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v10i3.613

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara empiris apakah makanan yang berasal dari negara mayoritas non-Muslim, seperti Jepang, dapat memainkan peran penting dalam mempengaruhi keputusan konsumen di negara mayoritas Muslim. Metode survei online digunakan untuk menyelidiki 10 hipotesis yang diajukan. Sebanyak 300 tanggapan digunakan untuk analisis lebih lanjut. Dua puluh tiga konstruk reflektif diadaptasi dari literatur dan dirancang dengan menggunakan skala Likert lima poin untuk memudahkan pengukuran. Model estimasi dan model struktural diuji melalui teknik analisis SEM-PLS dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0 sebagai alat bantu pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek, negara asal, dan kesadaran akan halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap terhadap label halal, termasuk efek mediasi dari sikap konsumen terhadap label halal yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Brand Image berperan penting dalam mengatasi keraguan konsumen akan negara asal suatu produk karena jika brandingnya tepat, maka sangat mudah untuk meyakinkan konsumen. Kesadaran halal memegang peranan penting bagi umat muslim dalam proses pengambilan keputusan saat membeli makanan. Demikian juga, negara asal juga memiliki efek positif pada sikap terhadap label halal. Di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, masih ada beberapa orang yang masih khawatir dengan produk yang berasal dari negara asing tertentu, sehingga dasar dari penelitian ini menjadi pengingat bagi para pelaku bisnis untuk menemukan cara yang tepat untuk branding, mengedukasi diri mereka sendiri tentang nilai-nilai budaya masakan asing yang otentik, dan tentunya mengikuti prinsip-prinsip halal ini dalam menerapkan strategi pemasaran mereka.
Konsep Embrio Manusia Prespektif Al-Qur`an dan Sains (Kajian Analisis QS. Al-Mu`minun Ayat 12-14) Hasanudin, muhammad
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang embrio manusia perspektif al-Qur’an dan Sains. Dalam hal ini penulis memfokuskan ayat-ayat tentang embrio dalam al-Qur’an. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana konsep embrio dalam pandangan al-Qur’an, sains dan integrasi antara kedua konsep tersebut. alasan mengapa penulis ingin mengintegrasikan dalam penelitian ini karena supaya semakin jelas bahwa al-Qur’an bukan hanya merupakan kitab dokumentasi hukum, akan tetapi juga merupakan kitab suci yang mempunyai kode-kode ilmiah yang mesti digali lebih dalam, khususnya bagi kaum muslim. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ilmu tafsir yaitu dengan menggunakan tafsir tematik (maudhu’i). Proses pengumplan data dilakukan dengan 2 tahap yaitu dengan membaca dan menelaah buku-buku pustaka yang memiliki relevansi dan permasalahan yang dibahas. Adapun analisi data penulis merujuk pada teori yang digunakan oleh Quraish Shihab mengenai tafsir tematik. Yaitu mengumpulkan semua ayat-ayat embrio dalam Al-Qur’an kemudian mengelompokkan dan menganalisisnya. Dalam pemelitian ini ditemukan adanya kesesuaian antara al-Qur’an dan sains mengenai perkembangan embrio manusia dalam kandungan. Dan pada intinya berdasarkan analisis kajian ini dapat diketahui bahwa antara al-Qur’am dan sains tidak ada pertentangan mengenai konsep embrio manusia dan juga dengan kemajuan penelitian yang dilakukan membuat pemaknaan al-Qur’an menjadi lebih sesuai dengan proses pembentukan embrio.
PENERAPAN AKAD ISTISHNA’ PADA KPR SYARIAH ASTER VILLAGE CIWASTRA DI PT ROYAL BRIDEA INDONESIA Nurmala, Risma; Mubarok, Jaih; Hasanudin, Muhammad
Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2020): January
Publisher : Department of Sharia Economic Law, Faculty Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/am.v7i1.10859

Abstract

In the case of house purchases in it will be given the breadth to continue or cancel the contract (khiyar), in the implementation of the Aster Village Ciwastra only allow khiyar majelis while khiyar conditions are not allowed. This study aims to determine the concept of Aster Village Ciwastra sharia mortgages at PT Royal Bridea Indonesia, know the operational system of Aster Village Ciwastra sharia mortgages at PT Royal Bridea Indonesia, and the application of the istishna 'contract that has been applied, is it in accordance with DSN-MUI fatwa No 06 year 2000 about buying and selling istishna'. The method used is descriptive which aims to explain or describe the practice of istishna contract 'at Aster Village Ciwasta. Based on the results of the study, it can be concluded 1). The concept of sharia mortgages used by Aster Village Ciwastra at PT Royal Bridea Indonesia is a concept of ownership that is paid directly to the developer without involving the bank. 2). Sharia KPR operational system used is a 5-year KPRS with a system without a bank, without interest, without confiscation, and without a contract that is false. 3). The application of the istishna contract 'at Aster Village Ciwastra sharia mortgages at PT Royal Bridea Indonesia was reviewed with fatwa No 06 / DSN - MUI / IV / 2000 concerning the sale and purchase of istishna' not yet in full compliance, namely in the case of the provisions of item 5 (mustashni buyers' may not be allowed sell goods before the recipient) and 7 (in case there is a defect or the goods are not in accordance with the agreement, the customer has a khiyar right (the right to vote) to continue or cancel the contract), whereas in the implementation prior to the agreement it has been stipulated that only allows the khiyar of the assembly while the khiyar is a condition not allowed. There are also other matters regarding the provisions of points 2 and 3.
Rekayasa Alat-Lilit Pada Industri Kerajinan Kain Jumputan Machmud, Djumala; Hasanudin, Muhammad; Muhadi, Muhadi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v15i1.1051

Abstract

Kain jumputan merupakan salah satu hasil kerajinan dari kain yang dibuat dengan ketrampilan manusia, yang perlu ditunjang dengan suatu peralatan agar diperoleh keseragaman kualitas hasilnya.Teknologi penggulungan, elemen mesin, bahan mesin dan teknik penyambungan benang dipakai dasar untuk merencanakan rekayasa peralatan lilit-ikat.Pembuatan unit penggulung, sumber gerakan dan kerangka peralatan merupakan kergiatan yang dilakukan da;lam pembuatan peralatan sesuai prosedur pengerjaan yang berlaku. Hasil uji penggunaan peralatan dibandingkan dengan hasil secara tradisional dipakai untuk mengetahui tingkat kegunaan unjuk kerja peralatan.Peralatan yang dibuat dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan dengan hasil lilitan motif yang sama dengan hasil proses secara tradisional, dengan waktu relatif lebih cepat.Kain jumputan merupakan salah satu hasil kerajinan dari kain yang dibuat dengan ketrampilan manusia, yang perlu ditunjang dengan suatu peralatan agar diperoleh keseragaman kualitas hasilnya.Teknologi penggulungan, elemen mesin, bahan mesin dan teknik penyambungan benang dipakai dasar untuk merencanakan rekayasa peralatan lilit-ikat.Pembuatan unit penggulung, sumber gerakan dan kerangka peralatan merupakan kergiatan yang dilakukan da;lam pembuatan peralatan sesuai prosedur pengerjaan yang berlaku. Hasil uji penggunaan peralatan dibandingkan dengan hasil secara tradisional dipakai untuk mengetahui tingkat kegunaan unjuk kerja peralatan.Peralatan yang dibuat dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan dengan hasil lilitan motif yang sama dengan hasil proses secara tradisional, dengan waktu relatif lebih cepat.