Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Sudut Kemiringan Tool Friction Stir Welding terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro pada Sambungan Plat AA5083 Prabandono, Bayu; Wijayanto, Wisnu; Nugroho, Yohanes
JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sudut kemiringan tool pada proses friction stir welding (FSW) terhadap sifat mekanik dan struktur mikro sambungan las pelat aluminium sheet 5083. Pengelasan menggunakan mesin milling dan material welding tool dari jenis Bohler K100 dengan kekerasan 59HRc. Proses pengelasan ini memiliki kecepatan putar spindle 1125 rpm, kecepatan pengelasan 30 mm/menit, dan kedalaman pembenaman tool 3,9 mm. Variasi sudut kemiringan tool terdiri dari 1°, 2°, 3° dan 4°.  Pengujian spesimen  dengan uji tarik, uji tekuk, uji kekerasan dan pengamatan secara makro dan mikro. Hasil penelitian menunjukan kekuatan tarik tertinggi (312,5MPa ) pada sudut kemiringan 3°. Kekuatan tekuk uji face bending tertinggi (655,1MPa ) dan root bending tertinggi (651,8MPa ) pada sudut kemiringan 2°. Daerah retreating side rata-rata mempunyai kekerasan yang lebih tinggi dibanding advancing side. Sudut kemiringan tool sampai 3° meningkatkan kekuatan tarik dan di atas sudut tersebut membuat kekuatan tarik menurun, sedangkan nilai  kekuatan tekuk optimal terjadi pada sudut 2°. Pada foto mikro, semakin besar sudut kemiringan tool membuat ukuran butir pada daerah HAZ semakin besar tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap nugget.AbstractThis research aims to study he effect of tool tilt angle of friction stir welding (FSW) process on the microstructure and mechanical properties of 5083 aluminum plate weld joints. The welding used a milling machine and welding tool material is from the Bohler K100 type possessing 59HRc hardness. This welding used spindle rotational speed of 1125 rpm, welding speed of 30 mm/minute, and tool immersion depth of 3.9 mm. The variations  of tool tilt angle are 1°, 2°, 3° and 4°. The specimens were tested tension, bending, hardness, as well as macron and microstructure observations. The results showed the highest tensile strength (312.5MPa) was obtained at a slope of 3°. The highest bending strength of the face bending test (655,1MPa) and the highest root bending (651,8MPa)are at a slope angle of 2°. The average retreating side area has higher hardness than the advancing side does. The increase of tilt angle up to 3° increases the tensile strength and futher increase makes tensile strength decrease, while the optimum buckling strength obtained at an angle of 2°. Photo micrograph shows that the larger the angle of the tool makes the grain size in the HAZ area coarser but not too influential on the nugget.
Development and Characterization of Three-Dimensional Lattice Hydroxyapatite Scaffolds Using Aqueous Based Extrusion Fabrication (ABEF) for Biomedical Applications Muhammad Kusumawan Herliansyah; Y Nugroho
Journal of Material Processing and Characterization Vol 1, No 2 (2020): Articles
Publisher : Departmen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.55 KB) | DOI: 10.22146/jmpc.68283

Abstract

A solid freeform fabrication technique, aqueous based extrusion fabrication (ABEF), was investigated for the creation of three-dimensional lattice Hydroxyapatite scaffolds with pre-designed pore properties. An aqueous based Hydroxyapatite paste was extruded through a 0.8 mm nozzle, and deposited layer-by-layer at room temperature according to a computer-aided design (CAD) file. The morphology of green body and sintered body were characterized using digital microscope. The phase purity was analyzed using XRD. Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) was performed in order to understand the phase changes upon heating process and to determine HA stoichiometry. The current investigation confirms the possibility of producing three-dimensional lattice Hydroxyapatite scaffolds without any impurities as indicated by XRD and FTIR techniques. The morphology analysis of the structured macroporous Hydroxyapatite bioceramic shows interconnected macro pores and micro pores. It will give possibility for colonization of osteoblast in the pores, fibrovascular ingrowth and finally the deposition of new bone formation.
Pengaruh Sudut Kemiringan Tool Friction Stir Welding terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro pada Sambungan Plat AA5083 Bayu Prabandono; Wisnu Wijayanto; Yohanes Nugroho
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.2225

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sudut kemiringan tool pada proses friction stir welding (FSW) terhadap sifat mekanik dan struktur mikro sambungan las pelat aluminium sheet 5083. Pengelasan menggunakan mesin milling dan material welding tool dari jenis Bohler K100 dengan kekerasan 59HRc. Proses pengelasan ini memiliki kecepatan putar spindle 1125 rpm, kecepatan pengelasan 30 mm/menit, dan kedalaman pembenaman tool 3,9 mm. Variasi sudut kemiringan tool terdiri dari 1°, 2°, 3° dan 4°.  Pengujian spesimen  dengan uji tarik, uji tekuk, uji kekerasan dan pengamatan secara makro dan mikro. Hasil penelitian menunjukan kekuatan tarik tertinggi (312,5MPa ) pada sudut kemiringan 3°. Kekuatan tekuk uji face bending tertinggi (655,1MPa ) dan root bending tertinggi (651,8MPa ) pada sudut kemiringan 2°. Daerah retreating side rata-rata mempunyai kekerasan yang lebih tinggi dibanding advancing side. Sudut kemiringan tool sampai 3° meningkatkan kekuatan tarik dan di atas sudut tersebut membuat kekuatan tarik menurun, sedangkan nilai  kekuatan tekuk optimal terjadi pada sudut 2°. Pada foto mikro, semakin besar sudut kemiringan tool membuat ukuran butir pada daerah HAZ semakin besar tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap nugget.AbstractThis research aims to study he effect of tool tilt angle of friction stir welding (FSW) process on the microstructure and mechanical properties of 5083 aluminum plate weld joints. The welding used a milling machine and welding tool material is from the Bohler K100 type possessing 59HRc hardness. This welding used spindle rotational speed of 1125 rpm, welding speed of 30 mm/minute, and tool immersion depth of 3.9 mm. The variations  of tool tilt angle are 1°, 2°, 3° and 4°. The specimens were tested tension, bending, hardness, as well as macron and microstructure observations. The results showed the highest tensile strength (312.5MPa) was obtained at a slope of 3°. The highest bending strength of the face bending test (655,1MPa) and the highest root bending (651,8MPa)are at a slope angle of 2°. The average retreating side area has higher hardness than the advancing side does. The increase of tilt angle up to 3° increases the tensile strength and futher increase makes tensile strength decrease, while the optimum buckling strength obtained at an angle of 2°. Photo micrograph shows that the larger the angle of the tool makes the grain size in the HAZ area coarser but not too influential on the nugget.
Studi Eksperimental Water Filter Dust Collector untuk Meningkatkan Kualitas Udara di Dalam Bengkel Heat Treatment Yohanes Nugroho; Bayu Prabandono
Politeknosains Vol 18 No 1 (2019): Jurnal Politeknosains Volume 18 Nomor 1 - Maret 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.107 KB)

Abstract

Heat treatment is a manufacturing process that aims to change the metal structure by heating it to reach the crystallization temperature (austenite), then holding it and cooling it (quenching) so that it reaches the desired characteristic goals. In the quenching process, it causes smoke-shaped air pollution which has no known pollutant content in it. This study aims to determine the content of pollutants in smoke in the process of quenching heat treatment, using an experimental method that uses a dust collector machine with a water filter model, by working the air during the quenching process sucked by a water filter dust collector, then passing the water filter, finally the pollutants are left in the water filter. Thus water contaminated by pollutants will be compared with pure water before being polluted. From the results of the research the quenching process produced sodium pollutants of 44.1%, magnesium 1.79%, aluminum 1.25%, barium 95 parts per million, plumbum 82 parts per million, copper 22 parts per million.
Analisis Kekuatan Tarik Campuran Material ABS LG HI121H Dengan ABS Daur Ulang Prakoso, Redemptus Didik; Budiarto, Stevanus Hanung Tri; Nugraha, Aditya; Nugroho, Yohanes; Prabandono, Bayu
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v12i2.9894

Abstract

Pembuatan produk plastik mayoritas menghasilkan limbah plastik yang cukup banyak. Penggunaan limbah plastik dalam pembuatan produk ditujukan untuk mengurangi harga jual dengan tetap menghasilkan produk dengan kualitas baik. Namun penggunaan limbah plastik dalam proses injection molding untuk membuat produk baru belum banyak dimanfaatkan karena keterbatasan data karakteristik kualitas produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter injeksi terbaik yang menghasilkan kekuatan tarik produk yang paling optimal pada campuran 70% ABS LG HI121H murni dan 30% ABS LG HI121H daur ulang, mengetahui pengaruh paramater, serta mengetahui pengaruh prosentase campuran. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk memperoleh kombinasi terbaik parameter proses injeksi dan metode ANOVA untuk mengetahui pengaruh faktor parameter yang digunakan. Parameter yang digunakan masing-masing 3 level yaitu melt temperature 200°C, 225°C, dan 250°C; holding pressure 27 bar, 30 bar, dan 33 bar; cooling time 53s, 55s, dan 57s; serta injection speed 25 mm/s, 30 mm/s, dan 35 mm/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memperoleh hasil kekuatan tarik terbaik, parameter melt temperature 200°C, holding pressure 30 bar, cooling time 53 s, injection speed 25 mm/s dengan kekuatan tarik rata-rata sebesar 46,59 Mpa yang diuji melalui uji konfirmasi. Faktor yang mempengaruhi hasil kekuatan tarik adalah melt temperature sebesar 89,73%, holding pressure 1,72%, cooling time 0,34%, injection speed 0,95%, sedangkan 7,26% adalah faktor error. Penggunaan material ABS dengan prosentase campuran 70% ABS murni dengan 30% ABS daur ulang menyebabkan penurunan kekuatan tarik dengan angka sebesar 46,59 Mpa lebih rendah dibandingkan dengan kekuatan tarik dari material 100% ABS murni yaitu 56,4 Mpa.
RE-DESAIN SISTEM PENDINGINAN BIJI KOPI PADA BLOWER COOLANT TRAY MESIN ROASTING KOPI PRATTER PT. PATMANUNGGAL REKA ABADI Nugroho, Yohanes; Nugraha, Aditya; Rozaq, Almas Abdur; Pramudya, Axel Satya
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6767

Abstract

AbstrakKualitas kopi ditentukan oleh penangananselama panen dan pasca panen. Biji kopi dihasilkan melalui proses pengupasan, pencucian, pengeringan, dan roasting. Pada proses roasting, pemilihan bloweruntuk pendingin merupakan aspek penting. Masalah yang terjadi pada sistem pendinginan mesin roasting kopi pratter kapasitas 1,5 kg adalah pemilihan blower kurang optimal dikarenakan waktu pendinginan lama. Penelititan tentang blower pada sistem coolant tray bertujuan mengatasi permasalahan tersebut, sehingga cita rasa kopi tidak berubah setelah proses roasting. Mesin roasting memiliki bagian utama yang berfungsi untuk menurunkan suhu panas pada kopi yaitu blower coolant tray. Fokus penelitian terletak pada pembuatan blower yang sesuai dengan perhitungan rumus heat transfer dengan parameter berupa penurunan suhu dari 170° C menjadi 35° C dengan mempertimbangkan hasil kecepatan pendinginan pada blower serta faktor yang dapat meningkatkan daya hisap volume udara. Hasil perhitungan menghasilkan blower dengan dimensi 301 x 358 x 246 mm, panjang ducting pipa 400 mm, dan penggerak motor 2 HP dengan putaran 3000 rpm. Hasil simulasi software solidwork menggunakan fitur CFD (Computational Fluid Dynamics) didapatkan tingkat kecepatan hisap sebesar 2,359 m/s dan daya hisap volume sebesar 0,000115m3/s.Kata Kunci: Blower, heat transfer, CFD, roasting.AbstractCoffee quality is determined by handling during harvest and post-harvest.Coffee beans are produced through the process of peeling, washing, drying and roasting.In the roasting process, the selection of blowers for cooling is an important aspect.The problem that occurs in the cooling system for a pratter coffee roasting machine with a capacity of 1.5 kg is that the selection of the blower is not optimal due to the long cooling time.Research on blowers on coolant tray systems aims to overcome these problems, so that the taste of coffee does not change after the roasting process.The roasting machine has the main part that functions to reduce the heat temperature of the coffee, namely the blower coolant tray.The focus of the research lies in making a blower according to the calculation of the heat transfer formula with parameters in the form of a temperature drop from 170° C to 35° C by considering the results of the cooling speed of the blower and factors that can increase the suction power of the air volume.The calculation results produce a blower with dimensions of 301 x 358 x 246 mm, a ducting pipe length of 400 mm, and a 2 HP motor drive with 3000 rpm rotation.Solidwork software simulation results using the CFD (Computational Fluid Dynamics) feature obtained a suction speed level of 2.359 m/s and a volume suction power of 0.000115 m3/s.Keywords: Blowers, heat transfer, CFD, roasting 
Analisis Proses Laser Cutting dengan Variasi Cutting Speed, Jarak Focusline, dan Gas Pressure Terhadap Kekerasan dan Kekasaran Material MS SPHC Nugraha, Aditya; Pradana, Ilham Wahyu; Nugroho, Yohanes; Nugroho, Adi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v7i2.19459

Abstract

Laser cutting merupakan teknologi pemotongan sheet metal menggunakan media laser yang dipadukan sistem CNC. Permasalahan proses laser cutting yaitu kecacatan permukaan hasil pemotongan dan peningkatan kekerasan material pada area permukaan hasil pemotongan laser cutting, disebabkan oleh ketidaksesuaian variasi parameter. Parameter laser cutting dalam penelitian ini yaitu cutting speed, jarak focusline, dan gas pressure. Variasi parameter cutting speed yang diteliti adalah 1440 m/min, 1620 m/min, dan 1800 m/min. Variasi jarak focusline yang diteliti yaitu 5,5 mm, 6,0 mm, dan 6,5 mm. Variasi parameter gas pressure yang digunakan yaitu 0,5 bar, 0,7 bar, dan 0,9 bar. Metode Taguchi digunakan untuk mendapatkan variasi dengan nilai kekerasan dan kekasaran permukaan material yang minimum. Kekasaran permukaan diuji menggunakan surface roughness tester, kekerasan permukaan diuji menggunakan hardness tester brinel. Besarnya pengaruh setiap parameter di analisis menggunakan metode ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan parameter jarak focusline memiliki pengaruh terbesar terhadap kekasaran permukaan dengan persentase 50,385 %, parameter gas pressure adalah parameter yang paling berpengaruh terhadap kekerasan permukaan dengan persentase 54,241 %. Nilai kekasaran minimum dapat dicapai dengan parameter cutting speed 1800 m/min, focusline 5,5 mm, dan gas pressure 0,5 bar. Nilai kekerasan minimum dicapai dengan cutting speed 1800 m/min, focusline 6,5 mm, dan gas pressure 0,5 bar.
Penelitian Parameter Mesin Trubend 5130 Terhadap Hasil Sudut Dan Inner Radius Bending Plate Material SPHC Tebal 1,5 mm Aditya Nugraha; Yanuarius Bagaskara Mahendra Valentara; Yohanes Nugroho; Fredericus Prijo Santoso
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 10, Issue 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v10i1.16409

Abstract

Masalah dalam proses tekuk di PT. DLM dalam pengerjaan tutup mesin panjang 600mm memiliki hasil sudut tekuk lebih dari 90o±1o dan hasil radius pada titik tengah melebihi 1,6 mm di mesin TruBend 5130. Masalah disebabkan springback setelah selesai proses bending berakibat ketidaktepatan sudut bending. Penelitian bertujuan mencari parameter terbaik pada bending plate SPHC tebal 1,5 mm agar sudut bending mencapai 90o dengan toleransi ± 1o dan radius bending di ukuran 1,6 mm ± 0,3 mm, menganalisis parameter jenis V-block, jarak punch die, dan holding time terhadap hasil sudut dan hasil radius pada proses bending plate material SPHC. Metode yang digunakan adalah metode Taguchi, ANOVA dan RSM. Hasil konfirmasi RSM material SPHC tebal 1,5 mm pada mesin TruBend 5130 adalah jarak punch die 50 mm, lebar V 12 mm, holding time 5 detik, press force 150 kN menghasilkan sudut tekuk 91o dan inner radius sebesar 5,557 mm. Tuntutan ukuran sudut 90o±1o terpenuhi. Inner radius tidak memenuhi ukuran 1,6 mm ± 0,3 mm. Berdasarkan ANOVA RSM, jarak punch die mendominasi pengaruh terhadap hasil sudut tekuk dan inner radius tekuk (95,3% respon springback dan 93,7% respon inner radius). Kombinasi parameter berdasarkan surface plot yang mempengaruhi respon springback adalah parameter jarak punch die dan holding time (varian B) dengan rentang nilai springback luas (1o hingga 6o), nilai minimum springback 1o. Parameter mempengaruhi respon inner radius adalah parameter jarak punch die dan holding time (varian B) dengan rentang nilai inner radius luas (6 mm hingga 10 mm), nilai minimum inner radius 6 mm.
PERANCANGAN CHECKING FIXTURE UNTUK PENGECEKAN KOMPONEN GARNISH REAR DOOR SIDE PRODUK PT. XYZ Aditya Nugraha; Kristian Ismartaya; Muhammad Daffa Pahlevi Madewa; Yohanes Nugroho; Andhy Rinanto
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.13111

Abstract

Checking Fixture merupakan alat bantu inspeksi pengecekan ukuran panjang, lebar, dan kontur radius dari komponen otomotif garnish rear door side. Proses pengecekan menggunakan alat ukur mistar dengan titik acuan pengukuran berada pada garis ukur diatas permukaan alat inspeksi yang dinamakan bansen. Pembuatan alat inspeksi diharapkan dapat menjawab kebutuhan PT.XYZ yang akan membuat produksi massal komponen garnish rear door side untuk mobil A berjenis low SUV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode VDI (Verein Deutsche Inginieuer) 2222. Metode VDI 2222 merupakan metode pendekatan sistematik terhadap desain untuk merumuskan metode desain yang berkembang oleh kegiatan riset. Langkah umum yang dilakukan dalam merancang suatu desain menggunakan metode VDI 2222 adalah merencana, mengkonsep, merancang, dan penyelesaian. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan rancangan alat inspeksi yang dapat mengukur panjang, lebar, dan kontur radius produk garnish rear door side dengan cycle time pemasangan produk adalah 71,35 detik serta efisiensi sebesar 29%.