Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

PENDAMPINGAN PASIEN COVID-19 PELAKU ISOMAN DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGUNTAPAN 1 Tri Wulandari Kesetyaningsih; Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.514 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.606

Abstract

Saat ini semakin banyak penderita Covid-19. Wilayah kerja Puskesmas Banguntapan 1 memiliki jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Bantul. Beberapa penderita memilih isolasi mandiri di rumah karena berbagai alasan. Kelompok ini membutuhkan pelayanan yang memadai agar tidak menjadi kasus fatal. Karena keterbatasan tenaga kesehatan di Puskesmas, diharapkan pelaku isolasi mandiri dapat melakukan pemantauan dan pertolongan secara mandiri sebelum mendapatkan pertolongan dari petugas kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pasien, penyintas covid-19, dan petugas satgas covid-19. Metode yang dilakukan adalah (1) penyuluhan secara door to door ke rumah pelaku isolasi mandiri; (2) pemberian hibah peralatan pemantauan kesehatan; dan (3) webinar. Kegiatan webinar diikuti 48 peserta, usia 22-61 tahun dari berbagai kalangan. Kesan positif disampaikan peserta diantaranya menyatakan bahwa materi sangat berguna, sangat penting, dan sesuai dengan kondisi/ kebutuhan saat ini, dan berharap agar acara dipertahankan dan akan membagikan pengalaman kepada yang membutuhkan. Hasil evaluasi melalui G-form menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap covid-19 baik (rata-rata 64,04) dan 75% telah mengetahui tentang covid-19 terutama melalui TV (41,47%), media online dan webinar masing-masing 33,33%. Kegiatan PKM berdampak meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai covid-19 dan bagaimana menyikapinya baik secara fisik maupun psikis sehingga mampu mengatasi masalah yang mungkin terjadi saat isolasi mandiri.
PENULISAN BUKU AJAR BAGI GURU DI LINGKUNGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTA Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.457 KB) | DOI: 10.18196/ppm.42.883

Abstract

Konsekuensi guru sebagai profesi mengharuskan disertifikasi sehingga ada tantangan bagi guru untuk meningkatkan kinerjanya dengan berkarya membuat buku ajar. Bentuk buku ajar yang dihasilkan oleh guru dapat diterbitkan dan dipasarkan. Beberapa faktor penghambat motivasi guru dalam membuat karya tulis buku ajar adalah minimnya pengetahuan guru dalam memahami teknik penulisan buku, keterbatasan ide, dan waktu luang sangat terbatas. Guna mengatasi hal itu, diperlukan pelatihan yang berkaitan dengan teknik penyusunan buku ajar. Pelatihan menulis ini diberikan oleh orang yang sudah terbiasa membuat buku ajar. Program pelatihan penulisan buku ajar dilakukan dalam bentuk beberapa kegiatan, yaitu kiat memiliki motivasi untuk menulis buku ajar, kiat penyusunan kalimat dalam narasi buku, dan kiat penyusunan kutipan dalam referensi/sumber pustaka buku ajar. Kegitan ini dilaksanakan agar para guru SMA di lingkungan Pimpian Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dapat meningkatkan tingkat pengetahuan tentang cara menulis buku ajar, mampu menulis buku ajar dengan benar, dan memiliki kemampuan membuat karya tulis yang layak dipublikasikan. Karya tulis bukunya bermanfaat bagi anak didik, baik di sekolah di lingkungan Muhammadiyah maupun sekolah negeri atau sekolah swasta lainnya. Kegiatan pengabdian penulisan buku ajar ini telah dilaksanakan di Gedung Amphitheater KG 1 Kampus FKIK UMY, pada tanggal 10 April 2021. Metode penyampaian kegiatan pengabdian dalam bentuk workshop dengan tatap muka langsung dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Peserta diikuti oleh 13 guru SMP dan SMA Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Pelatihan pembuatan buku ajar disampaikan oleh Dr. Tri Pitara Mahanggoro, M.Kes. Hasil dari kuesioner dan wawancara dengan peserta menunjukkan bahwa 30% peserta pernah membuat buku ajar. Peserta berharap kegiatan pelatihan seperti ini sering dilakukan oleh pihak dosen UMY agar para guru termotivasi untuk membuat karya ilmiah baik dalam bentuk buku maupun jurnal. Luaran yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian ini berupa publikasi di jurnal pengabdian masyarakat, video kegiatan, serta publikasi media massa Yogyakarta. Follow up dari kegiatan ini adalah pendampingan pembuatan buku ajar.
Pelatihan Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Penyintas Covid-19 di Desa Begajah, Sukoharjo Lilis Suryani; Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1095

Abstract

Desa Begajah memiliki penyintas Covid-19 cukup banyak, bahkan ada beberapa warga yang meninggal karena Covid-19. Dalam rangka membantu pemerintah Desa Begajah untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dilaksanakan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual para penyintas Covid-19 dan mengaktifkan kembali kader posyandu lansia Desa Begajah. Kegiatan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dilakukan di Balai Pertemuan Desa Begajah, pada tanggal 8 Maret 2022. Peserta yang hadir sejumlah 80 orang, terdiri dari Kepala Desa Begajah, staf Puskesmas, kader posyandu, dan warga masyarakat. Penyuluhan dan pelatihan berisi tentang peranan posyandu selama pandemi Covid-19 dan pelatihan cara menghadapi Covid-19 agar tidak panik, meningkatkan imunitas, dan kapasitas spiritual dalam bentuk tawakal kepada Allah. Penyuluhan diawali dengan pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest dan penyerahan hibah peralatan untuk menunjang kegiatan posyandu. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas kader memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit degeratif, cara melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter, dan mampu menyebutkan kegiatan posyandu. Warga juga memiliki tingkat kecerdasan emosional dan spiritual yang cukup tinggi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kepala desa dan kader posyandu menyambut positif kegiatan penyuluhan yang berkesinambungan agar para kader posyandu memiliki pengetahuan yang respresentatif. Kesimpulan penyuluhan dan pelatihan tentang meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual selama pandemi Covid-19 penting dilakukan sebagai upaya tindakan preventif dan promotif penyakit degeneratif dan psikosomatik
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Lanjut Usia Lilis Suryani; Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1096

Abstract

Noyokerten merupakan salah satu dusun di Kelurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman. Dusun ini memiliki wisata religi berupa Masjid Sulthoni dan Makam Purbaya. Banyak istri pengurus makam dan takmir yang menjadi kader kesehatan. Selama pandemi Covid-19, kegiatan posyandu lansia berhenti. Tujuan pengabdian ini adalah mengaktifkan kembali kader posyandu lansia dan melatih ibu-ibu PKK Dusun Wotgaleh cara membuat jahe instan melalui sosialisasi peran kader posyandu dalam meningkatkan kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dilakukan di rumah Kadus Noyokerten, tanggal 7 Februari 2022. Jumlah peserta yang hadir 30 orang, terdiri dari kader posyandu dan ibu-ibu PKK. Penyuluhan berisi tentang penyakit degeneratif pada lansia dan peranan posyandu selama pandemi Covid-19. Penyuluhan diawali dengan pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest, dan penyerahan hibah pengabdian yang berupa peralatan untuk menunjang kegiatan posyandu. Pelatihan pembuatan jahe instan disampaikan oleh mahasiswa KKN yang sebelumnya sudah dilatih. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas kader memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit degeratif, cara melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter, dan mampu menyebutkan kegiatan posyandu. Peserta menginginkan ada penyuluhan yang berkesinambungan agar mereka memiliki pengetahuan yang respresentatif sebagai kader kesehatan tingkat dusun. Kesimpulan penyuluhan tentang kesehatan lansia penting dilakukan sebagai upaya tindakan preventif dan promotif berkaitan dengan penyakit degeneratif