Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

OPTIMASI EFISIENSI MOTOR BAKAR SISTEM INJEKSI MENGGUNAKAN METODE SIMULASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK -, Paridawati
Prosiding SNATIF Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Saat  ini  mesin  kendaraan  bermotor  mempunyai  engine  map  yang  dapat  diubah-ubah mappingnya sesuai keinginan pemilik. Salah satu cara untuk mendapatkan map terbaik tentu saja diperlukan cara khusus agar tidak melakukan kesalahan dalam melakukan perubahan tersebut. Artificial neural Network (ANN), saat ini sangat memegang peranan penting dalam melakukan optimasi terhadap efisiensi kinerja mesin, khususnya penurunan konsumsi bahan bakar.   Penelitian ini, dilakukan dengan tujuan untuk melakukan simulasi untuk mendapatkan kinerja mesin yang efisien. pertama-tama akan dilakukan pengambilan sejumlah data  menggunakan scanner  pada engine control unit  (ECU) untuk mengetahui engine map saat ini (existing). Selanjutnya adalah melakukan optimasi menggunakan pemodelan menggunakan Artifcial Neural Network  (ANN). Pada simuasi ANN, digunakan kecepatan mesin, bukaan throttle, ignition timing dan time injection sebagai input, sedangkan output adalah torsi dan konsumsi bahan bakar. Optimasi dilakukan pada beberapa kondisi, yaitu posisi ignition timing maju 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40% serta mundur 10%, 15% dan 20%. Hasil optimasi ANN menunjukkan hasil yang maksimal pada posisi ignition timing maju 20%, yaitu menurunkan konsumsi bahan bakar sampai 12%, sedang pada pisisi ignition timing yang lain, terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar, sehingga dapat mengurangi efisiensi mesin. Kata kunci: Peningkatan efisiensi, Sistem injeksi, Artificial Neural Network
PENGARUH KECEPATAN DAN SUDUT POTONG TERHADAP KEKASARAN BENDA KERJA PADA MESIN BUBUT Paridawati, Paridawati
JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): JITM (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin)
Publisher : JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.205 KB)

Abstract

This study aimed to determine the extent of the influence of cutting speed and tools angle to find the best resultof roughness of the workpiece on a lathe machine. The variables used were: spindle rotation speed, anglevariation of tools (clearance angle, relief angle, rake angle, and the back rake angle), and the depth of feeds.With three variations of the speed and four variation of angular tools and twelve materials testing (ST 37), theexpected results obtained from this study are to find the best result of roughness of production standard.With three levels of speed variation and four tools angle variations already mentioned above, is expected to getresults as expected. ST 37 workpiece and cutting tool HSS (High Speed Steel) is an option in writing this essay.The final results of this study in the form of graphs and statistical data is the result of the roughness of theworkpiece ST 37 were tested using a measuring device called surface flatness tester.Keys word : cutting speed, tools angle and roughness of the workpiece
TINGKAT LAJU KOROSI KNALPOT KENDARAAN TYPE C 100 PRODUKSI INDUSTRI KECIL DI KABUPATEN PURBALINGGA Paridawati, Paridawati
JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): JITM (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin)
Publisher : JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.205 KB)

Abstract

Dalam memproduksi komponen otomotif tentunya tidak lepas dari persoalan korosi. Korosi adalah penyebabbencana teknologi di Indonesia. Oleh karena itu peneliti tergugah untuk melakukan penelitian terhadap lajukorosi knalpot kendaraan type C 100 produksi industri kecil di kabupaten Purbalingga. Agar kelak penelitianini bisa menjadi sumbangan ilmu yang bermanfaat dalam memproduksi tabung gas buang yang tahan terhadapkorosi, terutama terhadap air laut dan air hujan. Dari penelitian ini didapatkan nilai laju korosi daerah lasantabung gas buang kendaraan type C 100 pada air hujan terbesar daerah lasan tabung gas buang kendaraantype C 100 di air hujan adalah pada air hujan Bekasi sebesar 7,57 mpy dan terendah adalah pada air hujanBandung yaitu 4,65 mpy . Sedangkan nilai laju korosi daerah lasan tabung gas buang kendaraan type C 100pada air garam 2%, terbesar didapat pada perendaman di air laut sebesar 6,54 mpy dan terkecil ada pada airdengan kadar garam 2% yaitu 4,19%. Dan Dari uji kekerasan pada perendaman air hujan kota bekasididapatkan nilai kekerasan (Rockwell) adalah rata-rata 37, sedangkan specimen pada perendaman air lautmengalami sedikit penambahan kekerasan yaitu 45 dengan masing-masing pembebanan 100 kgf.Kata kunci : laju korosi, korosi knalpot
ANALISIS KOPLING SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROLIK Paridawati, Paridawati
JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2013): JITM (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin)
Publisher : JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.205 KB)

Abstract

Kopling merupakan sebuah komponen yang terdapat dalam motor yang digunakan sebagai tempatuntuk menghubungkan mesin dengan gigi transmisi. Didalam kopling terdapat kait yang digunakan untukmenekan kanvas dan plat kopling, kait bergerak mendorong untuk menekan kanvas kopling untukmenghubungkan gigi transmisi dengan mesin. Pada penggunaan kabel kopling sering kita temui kerugiankerugianseperti kerja kabel kopling yang tersendat-sendat, sehingga dibutuhkanya banyak daya untukmenariknya. Kejadian seperti diatas biasanya diakibatkan karena kondisi dari kabel kopling yang kering daripelumasan ataupun adanya kerak akibat dari korosi. Kerugian-kerugian pada penggunaan kabel kopling sepertidiatas merupakan salah satu alasan mengapa digunakan fluida cair didalam perencanaan penekan koplingdengan fluida cair. Selain itu penggunaan fluida cair juga memiliki beberapa alasaan diantaranya yaitu sifat darifluida yang tidak mampu mampat dan mampu melumasi material yang digunakan. Hal ini dikarenakan bilakondisi alat mengalami kekurangan cairan kita tinggal menambahkanya dengan fluida yang sejenis, Dengandemikian penggunaan peralatan ini dalam jangka panjang lebih ekonomis bila dibandingkan dengan penggunaankabel kopling. Dalam desain alat ini penulis memilih sistem hidrolis yang digunakan untuk menekan kopling.Kata kunci: Analisis Kopling, Sistem Hidrolik, Sepeda Motor.
ANALISA RANCANGAN DESAIN SHOCK ABSORBER BELAKANG PADA MOTOR YAMAHA JUPITER Paridawati, Paridawati
JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2013): JITM (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin)
Publisher : JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.205 KB)

Abstract

Shock absorber merupakan komponen penting suatu kendaraan yaitu dalam sistem suspensi, yangberguna untuk meredam gaya osilasi dari pegas. Shock absorber berfungsi untuk memperlambat danmengurangi besarnya getaran gerakan dengan mengubah energi kinetik dari gerakan suspensi menjadi energipanas yang dapat dihamburkan melalui cairan hidrolik.Konstruksi shock absorber itu terdiri atas piston, piston rod dan tabung. piston adalah komponen dalamtabung shock absorber yang bergerak naik turun disaat shock absorber bekerja. sedangakan tabung adalahtempat dari minyak shock absorber dan sekaligus ruang untuk piston bergerak naik turun. dan yang terakhiradalah piston rod adalah batang yang menghubungkan piston dengan tabung bagian atas (tabung luar) dari shockabsorber.Kata kunci : shock absorber, spring, shaft.
PENGARUH KECEPATAN DAN SUDUT POTONG TERHADAP KEKASARAN BENDA KERJA PADA MESIN BUBUT Paridawati, Paridawati
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2015): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6981.853 KB)

Abstract

This study aimed to determine the extent of the influence of cutting speed and tools angle to find the best resultof roughness of the workpiece on a lathe machine. The variables used were: spindle rotation speed, anglevariation of tools (clearance angle, relief angle, rake angle, and the back rake angle), and the depth of feeds.With three variations of the speed and four variation of angular tools and twelve materials testing (ST 37), theexpected results obtained from this study are to find the best result of roughness of production standard.With three levels of speed variation and four tools angle variations already mentioned above, is expected to getresults as expected. ST 37 workpiece and cutting tool HSS (High Speed Steel) is an option in writing this essay.The final results of this study in the form of graphs and statistical data is the result of the roughness of theworkpiece ST 37 were tested using a measuring device called surface flatness tester.
TINGKAT LAJU KOROSI KNALPOT KENDARAAN TYPE C 100 PRODUKSI INDUSTRI KECIL DI KABUPATEN PURBALINGGA Paridawati, Paridawati
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2015): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.217 KB)

Abstract

Dalam memproduksi komponen otomotif tentunya tidak lepas dari persoalan korosi. Korosi adalah penyebabbencana teknologi di Indonesia. Oleh karena itu peneliti tergugah untuk melakukan penelitian terhadap lajukorosi knalpot kendaraan type C 100 produksi industri kecil di kabupaten Purbalingga. Agar kelak penelitianini bisa menjadi sumbangan ilmu yang bermanfaat dalam memproduksi tabung gas buang yang tahan terhadapkorosi, terutama terhadap air laut dan air hujan. Dari penelitian ini didapatkan nilai laju korosi daerah lasantabung gas buang kendaraan type C 100 pada air hujan terbesar daerah lasan tabung gas buang kendaraantype C 100 di air hujan adalah pada air hujan Bekasi sebesar 7,57 mpy dan terendah adalah pada air hujanBandung yaitu 4,65 mpy . Sedangkan nilai laju korosi daerah lasan tabung gas buang kendaraan type C 100pada air garam 2%, terbesar didapat pada perendaman di air laut sebesar 6,54 mpy dan terkecil ada pada airdengan kadar garam 2% yaitu 4,19%. Dan Dari uji kekerasan pada perendaman air hujan kota bekasididapatkan nilai kekerasan (Rockwell) adalah rata-rata 37, sedangkan specimen pada perendaman air lautmengalami sedikit penambahan kekerasan yaitu 45 dengan masing-masing pembebanan 100 kgf.
ANALISIS KOPLING SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROLIK ., Paridawati
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2013): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.64 KB)

Abstract

Kopling merupakan sebuah komponen yang terdapat dalam motor yang digunakan sebagai tempat untuk menghubungkan mesin dengan gigi transmisi. Didalam kopling terdapat kait yang digunakan untuk menekan kanvas dan plat kopling, kait bergerak mendorong untuk menekan kanvas kopling untuk menghubungkan gigi transmisi dengan mesin. Pada penggunaan kabel kopling sering kita temui kerugiankerugian seperti kerja kabel kopling yang tersendat-sendat, sehingga dibutuhkanya banyak daya untuk menariknya. Kejadian seperti diatas biasanya diakibatkan karena kondisi dari kabel kopling yang kering dari pelumasan ataupun adanya kerak akibat dari korosi. Kerugian-kerugian pada penggunaan kabel kopling seperti diatas merupakan salah satu alasan mengapa digunakan fluida cair didalam perencanaan penekan kopling dengan fluida cair. Selain itu penggunaan fluida cair juga memiliki beberapa alasaan diantaranya yaitu sifat dari fluida yang tidak mampu mampat dan mampu melumasi material yang digunakan. Hal ini dikarenakan bila kondisi alat mengalami kekurangan cairan kita tinggal menambahkanya dengan fluida yang sejenis, Dengan demikian penggunaan peralatan ini dalam jangka panjang lebih ekonomis bila dibandingkan dengan penggunaan kabel kopling. Dalam desain alat ini penulis memilih sistem hidrolis yang digunakan untuk menekan kopling.
PENGARUH WAKTU PENCAMPURAN TERHADAP KUALITAS RUBBER FKM COMPOUND F515 DI MESIN KNEADER 20L -, Paridawati; Saputra, Deni Priatna; Ekawati, Fatimah Dian
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.404 KB) | DOI: 10.33558/jitm.v7i1.1901

Abstract

Rubber FKM Compound F515 merupakan type rubber yang terbaik dalam ketahanan terhadap panas (heat resistance) dan ketahanan terhadap minyak (oil resistance). tetapi rubbber sensitif terhadap temperatur pada prosesnya serta mahal dalam biaya pembuatannya. Pada penelitian ini akan melakukan teknik pengujian serta menguji karakteristik sifat rubber FKM dari tingkat kelenturan sampai tingkat kematangan compound dengan merubah waktu pencampuran. Pada waktu pencampuran 7 menit dengan temperatur 123ºC, compound tidak mengalami scorching dengan nilai modulus 4,94 N/mm², tensile strengh 18,97 N/mm², elongation at break 309,34%, moment low 6,48 (kgf/cm) dan moment high 47,14 (kgf/cm).
PENGARUH POLARITAS PADA KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO LAS SMAW MATERIAL ST 40 ELEKTRODA E 6013 N. F, Fande Febrian; -, Paridawati; Wibowo, Supriyanto
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2018): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.201 KB)

Abstract

The welding process on the steel causes mechanical properties such as residual stress and poorpenetration, this is because it can be caused by the use of polarity in welding because the theory forpolarity use is adjusted to the materialto be welded, thisresearch aims to know the the effect ofpolarity on ST 40 plate steel material with electrode E 6013. This method uses two methods ofwelding the first straight and second polarity method using reverse polarity method using reversepolarity method using ST 40 steel material (60 mm x 27,5 mm x 10 mm), then using hardnesstesting and microstruktur testing. The result of the research and calculation of known highhardness value 148,67 HR and for microstructure test result there is ferrite and perlite microstructure on raw material, and for welding area and HAZ grain area become more smooth due tohigh heat exposure so that the structure becomes finer, and the structure is formed ferrite andperlite with accicular ferrite lines. This to solve the problem when it is cracked or broken at thewelding area on the component convenyor between axle connecting with drive roll can be causeddue to incorrect use of polarity.