Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ONLINE EDUCATION ON SELF-MEDICATION AND SELF-ISOLATION FOR PREGNANT AND NURSING MOTHER Karnelasatri Karnelasatri; Riskianto Riskianto; Jessica Trisina; Marcelia Sugata; Yohan Aditya Manik
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1542

Abstract

Peningkatan kasus Covid-19 gelombang kedua di Indonesia pada pertengahan tahun 2021 menyebabkan terjadinya panic-buying oleh masyarakat pada obat-obatan, suplemen maupun produk makanan akibat penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Jumlah paparan kasus Covid-19 pada ibu hamil dan ibu menyusui juga meningkat dan banyak diantaranya harus melakukan isolasi mandiri. Penanganan isolasi mandiri pada ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kondisi khusus sehingga edukasi kesehatan untuk hal ini perlu dilaksanakan. Selain itu, edukasi swamedikasi untuk masyarakat juga perlu disampaikan sehingga masyarakat memiliki pengetahuan tentang pengobatan mandiri dengan lebih yang baik. Bentuk kegiatan PkM ini adalah webinar edukasi serta penyaluran bantuan berupa paket sehat kepada Yayasan Abar Indonesia selaku mitra kegiatan. Pemaparan materi dalam webinar dilakukan dalam dua sesi yang disampaikan oleh dokter kandungan dan apoteker sesuai tema yang disampaikan. Pre-test dan pos-test dilakukan sebelum dan sesudah pemamparan materi. Kegiatan berlangsung dengan sangat baik dilihat dari peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test, sedangkan tingkat keberhasilan kegiatan mencapai 97,5% didasarkan hasil evaluasi peserta.
EDUKASI PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN PEMERIKSAAN GULA DARAH SEWAKTU Andriyani Andriyani; Febbyasi Megawaty; Karnelasatri Karnelasatri; Jessica Trisina; Sri Wahyu Ningsih Munthe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1584

Abstract

Jumlah penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 di Indonesia semakin meningkat dan penyakit ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain gangguan pada mata, kerusakan ginjal, kerusakan saraf dan penyakit kardiovaskular. Penyakit DM tipe 2 juga merupakan salah satu komorbid yang paling banyak ditemukan pada pasien covid-19. Sampai saat ini, masyarakat masih jarang melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu sebagai skrining awal penyakit DM tipe 2. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui perguruan tinggi adalah untuk berperan serta dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit DM tipe 2 dan pemeriksaan gula darah sewaktu. PkM dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 22 Mei 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 82 orang warga RW 03 Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Metode yang digunakan adalah penyuluhan penyakit DM tipe 2, kuisioner sebelum dan sesudah penyuluhan, serta pemeriksaan gula darah sewaktu. Keberhasilan pelaksanaan PkM diukur dari hasil kuisioner sebelum (68,96%) dan sesudah (76,10%) penyuluhan, dengan peningkatan 7,14%. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu peserta yang diatas normal sebanyak 7 orang (3,5%). Oleh karena itu, pemberian edukasi penyakit DM tipe 2 dan pemeriksaan gula darah sewaktu sangat penting untuk mendukung Program Indonesia Sehat.
PENYULUHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT DESA CARINGIN, LEGOK, KABUPATEN TANGERANG Karnelasatri Karnelasatri; Andriyani Andriyani; Febbyasi Megawati; Yovita Diane Titiesari; Fany Febriani; Kevin Adithya Beda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2697

Abstract

Community Service activities in Caringin Village, Legok, were carried out through a series of activities including healthy exercises, health education, and free mini medical checkups. This program was conducted in collaboration with the Caringin Community Health Center, where educational materials on hypertension and diabetes mellitus (DM) were presented by doctors in the form of presentations, discussion, and health consultations. In addition, educational materials were also distributed via leaflets to reach residents who did not fully participate in the activities. The resident understanding was evaluated through pre- and post-tests, while activity implementation was evaluated through a satisfaction survey. The results of the free mini medical check-ups showed a high prevalence of hypertension, with 76% of residents having systolic blood pressure above 120 mmHg and 38% of them falling into the hypertension category of ≥140 mmHg. In addition, 17% of residents had blood sugar levels above normal, with 7% requiring further examination. The results of the evaluation of residents' understanding showed an average increase of 7%, while the satisfaction survey showed that the majority of residents were satisfied with the implementation of the activities (>90%). Some of the obstacles encountered were discrepancies in the number of participants who took the pretest and post-test, as well as misinterpretation of the pretest and post-test questions by residents, especially the elderly. However, this activity provided an overview of the effectiveness of an integrative approach to health education in raising awareness in the community and detecting early disease risks. Moreover, collaboration with local health service units provided opportunities for data-based follow-up on the results of the activity.