Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sekolah Berbasis Boarding School dalam Pembentukan Karakter Sosial Peserta Didik Salwia Salwia; Hamsu Abdul Gani; Suardi Suardi
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v3i2.14879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pelaksanaan kegiatan sekolah berbasis boarding school dalam pembentukan karakter sosial peserta didik di SMA Negeri 17 Makassar.  2) Karakter sosial peserta didik yang mengikuti boarding school di SMA Negeri 17 Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang melibatkan 15 orang sebagai informan (10 orang peserta didik, 4 orang pembina asrama, dan kepala sekolah). Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan sekolah berbasis boarding school dalam pembentukan karakter sosial peserta didik di SMA Negeri 17 Makassar meliputi bimbingan keagamaan, pengembangan bakat dan minat, keterampilan sikap prososial dan bimbingan belajar. Selain kegiatan asrama juga terdapat penerapan tata tertib, pemberian hukuman yang konsisten sesuai dengan tingkat pelanggaran sebagai rangkain pelaksanaan kegiatan sekolah. (2) Karakter sosial peserta didik yang mengikuti boarding school di SMA Negeri 17 Makassar dapat dilihat dari segi kejujuran kurang baik karena masih terdapat peserta didik yang tidak memiliki perilaku jujur. Dari segi toleransi, peserta didik saling menghargai dan menghormati tanpa membeda-bedakan keyakinan. Dari segi demokratis, pengambilan keputusan selalu diputuskan bersama. Dari segi semangat kebangsaan, selalu memperingati hari nasional. Dari segi peduli lingkungan, selalu menjaga kebersihan dan keamanan asrama. dari segi peduli sosial, melaksanakan kegiatan baksos. Dari segi tanggung jawab, melaksanakan dengan baik segala kegiatan dan dari segi kerjasama, peserta didik saling membantu melakukan segala kegiatan seperti kerja bakti.
Sosialisasi Membangun Kesadaran Anti Perundungan di SMP Kartika Makassar Salwia Salwia; Mario Mario; Ulfa Utami Mappe; Muhammad Akhsa Wahda; Sunaniah Sunaniah
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.4793

Abstract

Perundungan merujuk pada tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk menciptakan perasaan tidak nyaman bagi orang lain, melalui berbagai bentuk seperti mencaci, merendahkan, mencela, memberikan julukan, menendang, mendorong, merampas uang, menghindar, dan menolak untuk berteman merupakan bentuk nyata dalam tindakan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai bentuk dan bahaya perundungan dilingkungan sekolah, dengan pendekatan yang menyenangkan melalui permainan edukatif. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan mengenai perundungan, tetapi juga mendorong peserta untuk mengimplementasikan upaya pencegahan perundungan di sekolah serta membangun kesadaran anti-perundungan dikalangan siswa. Sasaran dari kegiatan ini adalah guru dan siswa di SMP Kartika Makassar. Hasil dari kegiatan ini diharapkan siswa mampu mengenali dan memahami berbagai bentuk perundungan serta cara pencegahan dan penanganannya dilingkungan sekolah. Luaran/output dari kegiatan PKM ini meliputi peningkatan pengetahuan peserta, publikasi artikel ilmiah, serta pelaksanaan PKM yang dipublikasikan di media online.
Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Pada Ibu Rumah Tangga Penerima Manfaat PKH di Sinjai Barat Muhammad Aksha Wahda; Sunaniah; Salwia Salwia; Bahrul Amsal; Jusnawati Jusnawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1323

Abstract

Pemenuhan hak-hak anak dalam keluarga penerima manfaat PKH masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal pengetahuan ibu rumah tangga mengenai hak anak. Oleh karena itu, sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak sangat penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode sosialisasi yang dilaksanakan dengan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah desa Barania, pendamping PKH dan juga dosen Sosiologi UNM, hal ini sebagai bentuk peran dan partisipasi yang diambil oleh pihak terkait dalam penyebaran pengetahuan tetang hak-hak anak. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk (1) untuk meningkatkan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH terkait hak-hak dasar anak; (2) peserta dapat mengimplementasikan dengan baik cara-cara praktis dalam memenuhi hak-hak dasar anak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH tentang (1) peserta memahami materi yang disampaikan dengan baik; (2) peserta mengetahui hak-hak dasar anak dan menunjukkan contoh hak dasar anak dalam implementasi kehidupan sehari-hari.
Gender Communication Patterns in Broken Home Families Jusnawati Jusnawati; Salwia Salwia; Siswanto Rawali
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 10, No 1 (2025): MARCH
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v10i1.22090

Abstract

Gender communication plays an important role in shaping the dynamics of interaction in families, especially in broken home families. This study aims to analyze the role of gender in gender communication patterns of broken home families in Pampangan hamlet, A'bulosibatang village, Marusu sub-district. The research method used is a qualitative approach with in-depth interview techniques and observation of family members who experience parental separation. The results of the study indicate that the communication pattern applied is a balanced split pattern. Where communication in the family is divided equally, but family members tend to side with one parent. Children still have good communication relationships with both parents,s but are closer to one of them. Children who are raised by mothers tend to experience more emotional and open communication, while children who are raised by fathers more often experience instructional, limited, and less expressive communication. So that a mother only elaborates the feminine aspect more in communicating with her children, both girls and boys. Likewise, a father who is more dominant in actualizing the masculine aspect in interacting with children affects the development of the children who live with him. Communication patterns in broken home families in this area are still influenced by the dominant gender construction in society. Therefore, a more inclusive and supportive communication approach is needed to help family members deal with the emotional and social challenges resulting from parental separation