Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis kepuasan nelayan atas pelayanan di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Labuan Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Sridelianti Liulondo; Ixchel F. Mandagi; Fanny Silooy; Ivor L. Labaro; Alfret Luasunaung; Kawilarang W. A Masengi
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 7 No. 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.7.2.2022.41605

Abstract

Sebagai pengguna fasilitas Pelabuhan Pendaratan Ikan Labuan Uki, nelayan pengguna pasti sangat menginginkan pelayanan yang optimal, dimana tingkat kepuasan nelayan pengguna dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan penyediaan pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh nelayan secara tepat, cepat dan efisien. Meskipun beberapa aktivitas ekonomi dan perikanan masih terbatas, namun tetap masih mampu menunjang sektor perekonomian bagi masyarakat sekitarnya. Menariknya belum adanya informasi sampai sejauh mana tingkat kepuasan dari nelayan pengguna fasilitas pada Pelabuhan ini. Observasi dan wawancara telah dilakukan untuk mengumpulkan data tentang tingkat kepuasan nelayan pengguna dan ketersedian BBM, Air bersih, Es Balok serta logistik makanan di Pelabuhan Perikanan Labuan Uki, dengan menggunakan pendekatan Skala Likert terhadap 16 orang responden nelayan pengguna. Analisis data menggunakan uji skoring untuk memperoleh seberapa besar persentasi respon dari nelayan pengguna dan untuk visualisasi menggunakan diagram pie. Hasil analisa dalam bentuk diagram pie menunjukkan bahwa tingkat kepuasan nelayan pengguna Pelabuhan Perikanan Labuan Uki secara menyeluruh berdasarkan respon dari 16 responden nelayan pengguna hasilnya memuaskan, dimana Pelayanan dari petugas (SP 37%; P 63%), fasilitas ruangan (SP 6%; P 88% dan  CP 6%); ketepatan waktu petugas pelayanan (SP 31%; P 69%), Sikap dan perilaku petugas (SP 50%; P 44%; CP 6%), Kenyamanan kapal yang bersandar saat berlabuh (SP 13%; P 81% dan CP 6%), Kecukupan dermaga untuk kapal yang berlaku saat bongkar muat BBM ( SP 25%; P 62%; CP 13%), Waktu layanan bongkar muat BBM ( SP 6%; P 94%), Pelayanan Petugas pada saat bongkar muat (SP 31%; P 69%), Perilaku pelayanan petugas pelelangan ikan (SP 38%; P 56% dan CP 6%). Sementara, hasil skoring ketersediaan Fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menunjukkan (P 62% dan CP 38%), hal ini disebabkan karena tidak adanya fasilitas TPI di Pelabuhan Labuan Uki. Disisi lain ketersediaan BBM, Air Bersih dan Es Balok menunjukkan tingkat kepuasan memuaskan sementara hasil analisa tingkat ketersediaan logistik makanan cukup memuaskan. 
Catch per unit effort perikanan tuna handline dalam kurun waktu lima tahun di pelabuhan perikanan samudera Bitung: Catch per unit effort for handline tuna fisheries within five years at the Bitung ocean fishing port Jenly C. Marinding; Ivor L. Labaro; Revols D. CH. Pamikiran
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 8 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.8.2.2023.48477

Abstract

Kota Bitung merupakan salah satu kawasan pengembangan perikanan di Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi ini memiliki infrastruktur yang mendukung bongkar muat barang dari dan ke Kota Bitung dan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Bitung. Peran infrastruktur tersebut sangat mendukung kawasan industri perikanan Bitung sebagai penghasil produk perikanan untuk pasar domestik dan pasar mancanegara salah satunya adalah ikan tuna. Ikan tuna adalah salah satu jenis ikan ekonomis penting di dunia dan merupakan komoditi perikanan terbesar ketiga di Indonesia setelah udang dan ikan dasar. Pancing ulur (HandLine) merupakan salah satu jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan di laut. Pancing ulur (HandLine) adalah alat tangkap ikan jenis pancing yang paling sederhana, terdiri dari pancing, tali pancing, pemberat dan umpan. Hasil tangkapan ikan tuna yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan, untuk tahun 2018 mencapai 8.636.350 kg, tahun 2019 mencapai 8.531.272 kg, tahun 2020 mencapai 7.932.729 kg, tahun 2021 mencapai 6.795.358 kg dan pada tahun 2022 mencapai 8.371.805 kg. CPUE merupakan indeks kelimpahan stok ikan di perairan. Melalui nilai yang dihasilkan pada analisis ini dapat diartikan bahwa masih terdapat peluang penambahan poduksi mengingat tersedianya stok ikan di lokasi penangkapan. Tujuan dari perhitungan CPUE adalah untuk mengetahui nilai laju tangkap upaya penangkapan ikan berdasarkan pembagian total hasil tangkapan (catch) dengan upaya penangkapan (effort). Rumus CPUE sesuai dengan Gulland (1983). Ukuran-ukuran kapal yang digunakan untuk melakukan penangkapan tuna handline yaitu kapal berukuran 01-5 GT, 06-10 GT, 11-20 GT, 21-30 GT, 31-50 GT dan 51-100 GT. Pada tahun 2018 operasi kapal tuna handline di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Bitung berjumlah 4.823 kali trip. Pada tahun 2019 operasi kapal berjumlah 5.407. Pada tahun 2020 operasi kapal berjumlah 5.049 kali trip. Pada tahun 2021 operasi kapal berjumlah 4.647 kali trip dan pada tahun 2022 operasi kapal berjumlah 4.607 kali trip. Jika diurutkan pada tahun 2019 jumlah operasi penangkapan lebih banyak dan paling sedikit pada tahun 2022.
The Demersal Fishing Capability Landed at Kema Dua Fish Landing Base North Minahasa: Kemampuan Tangkap Perikanan Demersal Yang Didaratkan Di Pangkalan Pendaratan Ikan Kema Dua Minahasa Utara Mervin Lestaluhu; Alfret Luasunaung; Mariana Kayadoe; Revols D.Ch. Pamikiran; Ivor L. Labaro; Fanny Silooy
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 8 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.8.2.2023.49641

Abstract

This study aims to determine the catch and development of CPUE from catches landed at the Kema Dua Fish Landing Base. The method used in this study is the Descriptive Method. The data collected is in the form of primary data by observation and interviews and secondary data in the form of catches and fishing efforts from 2017-2021. The data obtained will be analyzed using graphs and CPUE calculations to determine the development between production (catch) and capture effort (effort). Based on the results of the research carried out, it can be concluded that the bottom fishing catch landed at the Kema Dua Fish Landing Base consists of 9 types of demersal fish, namely Saramia fish (Etelis Carbunculus) 526,990 kg (25.5%), Lolosi (Caesio cuning) 459,855 kg (22.2%), Tola (Pristipomoides filamentosus) 404,490 kg (19.5%), Tariasan (Aphareus rutilans) 323,910 kg (15.6%), and Kurisi (Nemipterus sp) 213,675 kg (10.3%), Rahiang (Etelis coruscans) 53,300 kg (2.6 %), Kuwe (Carangoides coeruleopinnatus) 42,285 kg (2.0 %), Snapper (Lutjanus sp) 27,100 kg (1.3 %), Grouper (Epinephelus sp) 18,390 kg (1.0 %). The development of the Catch value per Unit Effort (CPUE) for 5 years (2017-2021) based on the catch landed at PPI Kema Dua fluctuates every year. The highest CPUE value occurred in 2021 at 3,452 kg/trip and the lowest CPUE value occurred in 2019 at 2,670 kg/trip.