p-Index From 2021 - 2026
2.494
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Theo K. Sendow
Universitas Sam Ratulangi

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Studi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Untuk Ruas Jalan Nasional Tumpaan – Worotican Dengan Nomor Ruas 009 003 K Gilbert I. Polii; Theo K. Sendow; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Tumpaan – Worotican merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. pada ruas jalan Tumpaan – Worotican untuk STA 0+000 – STA 16+67 dan telah disetujui oleh dosen pemimbing bisa dikecilkan menjadi STA 0+000 – STA 10+167 ruas jalan Tumpaan-Kawangkoan. Jadi tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Tumpaan-kawangkoan bawah dan dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci - laik fungsi, standar teknis, ruas jalan, perbaikan
Perbandingan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Menggunakan Metode Bina Marga 2013 dan AASHTO 1993 (Studi Kasus: Ruas Jalan Nasional R. Martadinata Dengan Nomor Ruas 500412) Rizky R. Rantung; Theo K. Sendow; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur perkerasan jalan sebagai komponen dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penerima beban lalulintas yang dilimpahkan melalui roda kendaraan. Oleh karena itu, struktur perkerasan perlu memiliki stabilitas yang tinggi, kokoh selama masa pelayanan jalan dan tahan terhadap pengaruh lingkungan dan atau cuaca. Dalam Studi perencanaan ini yang akan direncanakan adalah Perkerasan Lentur (flexible pavement) pada jalan R. Martadinata. Sebagaimana suatu perkerasan lentur akan mengalami penurunan kinerja karena faktor lingkungan dan pada saat dibebani maka beban-beban tersebut akan menyebar ke lapisan-lapisan dibawahnya dalam bentuk tegangan penyebaran. Salah satu alternatif yang biasa digunakan adalah melakukan pelapisan ulang (Overlay). Dalam penelitian ini penentuan untuk pengaplikasian lapis tambah (overlay) pada perkereasan lama di ruas jalan R. Martadinata digunakan metode Bina Marga 2013 dan AASHTO 1993. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yaitu Volume Lalu Lintas, dan data Falling Weight Deflectometer (FWD) yang diperoleh dari BPJN Sulawesi Utara. Hasil perhitungan berdasarkan metode Bina Marga 2013 untuk CESA4 = 6.505.071 dan CESA5 = 7.456.498 dan menurut AASHTO 1993 W18 = 4.439.441,569. Dari hasil perhitungan tebal lapis tambah (overlay) pada metode Bina Marga 2013 didapat nilai overlay CESA5 =8 cm, sedangkan overlay pada metode AASHTO yaitu 3,67cm. Kata Kunci - Bina Marga 2013, AASHTO 1993, tebal lapis tambah (overlay)
Pemanfaatan Pasir Gunung Lobu Sebagai Agregat Halus dalam Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) Cecile N. Sambur; Mecky R. E. Manoppo; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir gunung Lobu yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pasir hasil erupsi dari gunung Soputan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan sifat fisik dari pasir gunung Lobu serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh pasir ini terhadap karakteristik Marshall dalam campuran HRS-WC. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan variasi pasir gunung Lobu 0%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% sebagai pengganti sebagian agregat halus dalam campuran HRS-WC. Benda uji yang dibuat pada penelitian ini ada 90 benda uji. Dari hasil penelitian, pasir gunung Lobu memiliki ukuran butir yang berkisar 0,075-2,36 mm. Berat jenis bulk 2,482%, berat jenis SSD 2,590% dan berat jenis semu 2,780%. Pasir gunung Lobu ini juga mempengaruhi nilai karakteristik marshall dalam campuran seperti nilai stabilitas, kelelehan (flow) dan kepadatan (density) yang cenderung menunrun sendangkan nilai rongga di dalam agregat (VMA), nilai rongga di agregat (VIM), nilai rongga yang terisi aspal (VFB), nilai Marshall Quotient (MQ) dan nilai kadar aspal efektif cenderung meningkat, dimana hal ini dipengaruhi oleh berat jenis yang rendah dan penyerapan yang tinggi dari pasir gunung Lobu, juga ukuran butiran dari pasir gunung Lobu yang lebih cenderung lebih besar dari agregat halus Lansot, Kema. Kata kunci: pasir gunung Lobu; HRS-WC; uji Marshall
Analisa Tebal Perkerasan Jalan Untuk Beban Berlebih, Temperatur Perkerasan Tinggi, Curah Hujan Tinggi Dan Tanah Lunak Pada Desain Perkerasan Jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III Tahap 1 Dengan MDP 2017 Gisella P. Montolalu; Theo K. Sendow; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III Tahap 1 adalah jalan yang baru, maka perlu dilakukan analisa untuk pengaruh beban berlebih, temperatur perkerasan tinggi, curah hujan tinggi dan tanah lunak terhadap tebal perkerasan jalan, untuk melakukan analisa tersebut digunakan metode manual desain perkerasan (MDP) 2017. Selanjutnya dihitung nilai CESA untuk menghitung desain struktur dan tebal perkerasan eksisting yang kemudian digunakan sebagai acuan untuk menghitung tebal perkerasan jalan pada kondisi beban berlebih, temperatur perkerasan tinggi, curah hujan tinggi dan tanah lunak. Dapat disimpulkan bahwa untuk beban berlebih semakin tinggi nilai cesa maka tebal lapisannya akan semakin tebal, untuk temperatur tinggi tebal perkerasannya akan semakin tebal pada temperatur yang lebih tinggi, untuk curah hujan tinggi tebal perkerasannya akan lebih tebal dibandingkan dengan curah hujan rendah, untuk tanah lunak semakin rendah nilai CBR tanah dasar maka akan semakin tebal perkerasannya. Kata kunci: beban berlebih; curah hujan tinggi, MDP 2017, perkerasan lentur, temperatur perkerasan tinggi, tanah lunak
Pemanfaatan Pasir Alam Sungai Dumoga Sebagai Bahan Tambah Pada Agregat Halus Seisy W. Polii; Mecky R. E. Manoppo; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Pasir Alam pada agregat halus dengan menggunakan campuran AC-WC terhadap nilai karakteristik Marshall dan apakah memenuhi syarat spesifikasi teknik 2018. Hasil dari keseluruhan perhitungan bahwa penambahan Pasir Alam dalam abu batu untuk material Tateli pada kadar aspal optimum 7%, 6,7%, 6,6% , dan 6,5%. Untuk material Lolan diperoleh kadar aspal optimum 7,1%, 6,9%, 6,7%, dan 6,6% merupakan campuran AC-WC yang memenuhi pesyaratan karakteristik Marshall sesuai Spesifikasi teknik 2018. Dari hasil perhitungan dengan kadar aspal optimum diperoleh penambahan kadar pasir dengan berbagai variasi yaitu pada material Tateli diperoleh 0% dengan nilai stabilitas 2809,93 kg, Flow 3,85 mm, VIM 3,95%, VMA 16,14%, VFB 75,95%, Density 2,13 gr/cc. Untuk panambahan 10% dengan nilai stabilitas 2406,45 kg, Flow 3,74 mm, VIM 4%, VMA 15,41%, VFB 74,72%, Density 2,15 gr/cc. Penambahan 15% dengan nilai stabilitas 2114 kg, Flow 2,92 mm, VIM 4,10%, VMA 15,25%, VFB 73,50%, Density 2,16 gr/cc. Penambahan 20% dengan nilai stabilitas 1869,51 kg, Flow 2,67 mm, VIM 4,11 %, VMA 15,03%, VFB 69,90%, Density 2,17 gr/cc. Pada material Lolan deperoleh penambahan 0% dengan nilai stabilitas 2879,40 kg, Flow 3,90 mm, VIM 3,70%, VMA 16,85%, VFB 78,14%, Density 2,3 gr/cc. Pada penambahan 10% diperoleh nilai stabilitas 2708,73 kg, Flow 3,28 mm, VIM 3,85%, VMA 16,36%, VFB 76,64%, Density 2,30 gr/cc. Untuk penambahan 15% diperoleh nilai stabilitas 2459,10 kg, Flow 2,92 mm, VIM 3,90%, VMA 15,83%, VFB 75,76%, Density 2,31 gr/cc. Dan untuk penambahan 20% diperoleh nilai stabilitas 2192,01 kg, Flow 2,68 mm, VIM 3,95%, VMA 15,61%, VFB 74,71%, Density 2,32 gr/cc. Hasil pengujian di atas menjelaskan bahwa penambahan kadar Pasir Alam 10-20% umtuk campuran AC-WC memenuhi syarat ketetapan dalam kriteria marshall pada spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 dengan rentang kadar aspal yang dapat digunakan berkisar pada 7% - 8%. Kata kunci: pasir alam, campuran AC-WC, uji Marshall
Pemanfaatan Agregat Batu Gunung Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondouw Pada Campuran Aspal AC-WC Steisi P. M. Mandagi; Theo K. Sendow; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik Marshall dan menganalisis presentase kadar aspal optimum (KAO) pada penggunaan material agregat dari Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Bolaang Mongondow terhadap campuran aspal AC-WC serta mengetahui pemeriksaan sesuai spesifikasi Bina Marga 2018. Metodologi yang digunakan adalah metode eksperimental. Dibuat tiga kombinasi variasi kombinasi agregat. Kadar aspal optimum (KAO) yang sesuai spesifikasi Umum Bina Marga 2018 dengan campuran Laston AC-WC didapatkan untuk setiap kombinasi gradasi agregat yaitu batas atas 7,4%, batas tengah 7%, dan batas bawah 6,9% yang dimana hasil ini di dapat dari pengujian karakteristik Marshall yang sudah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Untuk hasil nilai abrasi adalah 23,60%, untuk agregat kasar berat jenis bulk yaitu 2,67%, berat jenis SSD 2,69%, dan berat jenis semu 2,72%, dan penyerapannya yaitu 0,72%. Untuk agregat sedang berat jenis bulk yaitu 2,65%, berat jenis SSD 2,67%, berat jenis semu 2,70%, dan penyerapannya yaitu 0,65%. Sedangkan untuk agregat halus berat jenis bulk yaitu 2,64%, berat jenis SSD 2,70%, berat jenis semu 2,79% dan penyerapannya yaitu 2,04%. Untuk nilai impact yaitu 13,80%. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka dari penelitian ini disarankan menggunakan gradasi agregat yang mendekati batas bawah sehingga penggunaan aspal lebih sedikit Kata kunci: Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC), Spesifikasi Umum Bina Marga 2018, pengujian Marshall
Analisis Kondisi Perkerasan Jalan Dengan Metode PCI Dan Tindakan Penanganannya (Studi Kasus : Ruas Jalan Wosia – Lina Ino) Gloria Theressia; Joice E. Waani; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh beban lalu lintas pada ruas jalan wosia-Lina Ino sejak jalan tersebut baru dibuka, mengidentifikasi kondisi kerusakan yang terjadi beserta rekomendasi penanganan. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah Metode PCI sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menilai kondisi perkerasan sebagaimana yang ditetakan dalam Rencana Strategis Preservasi Jalan Jembatan 2020, yang merupakan salah satu sistem penilaian kondisi berdasarkan jenis, tingkat kerusakan yang terjadi dan dapat digunakan sebagai acuan pemeliharaan. Pada penelitian ini data primer diperoleh melalui survey secara visual dan pengukuran secara langsung yaitu data dimensi kerusakan jalan yang terbagi dalam beberapa segmen. Untuk data volume lalu lintas diperoleh berdasarkan survey 10 jam perhari selama 4 hari berturut. Sedangkan data sekunder berupa data dimensi ruas jalan diperoleh melalui instansi terkait. Berdasarkan hasil penelitian nilai indeks pelayanan (IP) mengalami penurunan tiap tahunnya dimana pada 2011 sebesar 4,2 dan pada 2022 sebesar 3,35 sehingga disarankan agar segera dilakukan program preservasi jalan, nilai PCI keseluruhan untuk ruas jalan ini adalah sebesar 55,96 Cukup (Fair) yang menunjukkan bahwa kondisi struktur perkerasan perlu dilakukan penanganan untuk meningkatkan kemampuan pelayanannya. Dan alternatif penanganan untuk kerusakan yang direkomendasikan adalah dilakukan pekerjaan overlay setelah dilakukan patching di beberapa titik kerusakan. Kata kunci: PCI, kerusakan perkerasan, CESA
Uji Laik Fungsi Jalan Untuk Ruas Jalan Nasional Dengan Fungsi Arteri Primer Jalan Lingkar Kota Manado (MORR) II Nomor Ruas 051 Segmen Interchange – Bengkol Renee B. Tambajong; Theo K. Sendow; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Lingkar Kota Manado (MORR) II merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Sebagai jalan baru, pentingnya untuk dilakukan analisis uji kelaikan fungsi jalan secara teknis pada jalan Lingkar Kota Manado (MORR) II khususnya untuk segmen Interchange – Bengkol sepanjang 5,246 km dengan monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan dan kondisi fisik jalan dibandingkan terhadap standar teknisnya sehingga dapat diketahui kelaikannya secara teknis. Persyaratan teknis fungsi jalan yang diambil dilapangan, antara lain teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta teknis perlengkapan jalan yang berkaitan langsung maupun tidak berkaitan langsung dengan pengguna jalan. Kata kunci: uji laik fungsi, jalan lingkar Kota Manado II, geometrik
Analisis Dampak Beban Kendaraan Terhadap Umur Rencana Perkerasan Jalan (Studi Kasus : Ruas Jalan Manado – Tomohon) Agung G. A. Sumartha; Theo K. Sendow; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan raya Manado – Tomohon merupakan salah satu ruas yang menghubungkan antara Kota Manado dan Kota Tomohon dan memiliki peran yang sangat penting untuk pergerakan ekonomi antar dua daerah tersebut. Salah satu akibat dari pertumbuhan ekonomi adalah naiknya kebutuhan sarana transportasi sehingga berakibat pada peningkatan volume kendaraan roda dua dan roda empat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah beban kumulatif yang dipikul ruas Jalan Manado – Tomohon dan mengetahui dampak beban kendaraan terhadap umur rencana perkerasan jalan. Penelitian dilakukan di ruas Jalan Manado – Tomohon dengan titik pengamatan di depan Honda KMG Manado. Dalam pengolahan data akan dihitung pertumbuhan lalu lintas, beban kendaraan kumulatif (ESAL), dan menghitung sisa umur rencana menggunakan AASHTO 1993. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 2 Maret 2023 – 4 Maret 2023 dengan durasi 24 jam. Berdasarkan analisa lalu lintas harian rata – rata (LHR), ruas Jalan Manado – Tomohon pada tahun 2021 memiliki LHR berjumlah 14.573 kendaraan/hari/2arah dan 19.914 kendaraan/hari/2arah pada tahun 2023. Berdasarkan data tersebut, didapatkan angka pertumbuhan lalu lintas sebesar 16,897% serta kumulatif ESAL selama umur rencana sebesar 11.960.122,44 ESAl. Dengan menggunakan metode AASHTO 1993, sisa umur rencana pada tahun 2023 adalah sebesar 92.48375457 atau berkurang sebesar 7,524752. Kata kunci: LHR, ESAL, AASHTO 1993, Sisa Umur Rencana
Analisis Kondisi Kerusakan Jalan Pada Lapisan Permukaan Perkerasan Lentur Berdasarkan Metode Pavement Condition Index (PCI) (Studi Kasus: Ruas Jalan Desa Lansa-Lantung) Faya L. S. Kono; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55380

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi yang tidak luput dari keseharian manusia dalam beraktivitas. Dengan adanya sarana transportasi tersebut, maka mempermudah manusia dalam melakukan kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Kinerja perkerasan jalan tentunya akan mengalami penyusutan seiring dengan bertambahnya umur dari jalan tersebut. Agar jalan dapat tetap menunjang manusia dalam beraktivitas maka diperlukan penanganan yang tepat sehingga kondisi jalan tetap terjaga kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan pada lapis permukaan ruas jalan desa Lansa-Lantung dengan Metode Pavement Condition Index dan menetapkan penanganan kondisi kerusakan jalan yang tepat. Metode yang digunakan adalah metode Pavement Condition Index. Hasil penelitian menjunjukkan Kondisi perkerasan pada ruas jalan Lansa-Lantung sebagian besar tergolong dalam kondisi sempurna (excellent) dengan total segmen sebanyak 17 segmen, sisanya 8 segmen tergolong sangat baik (very good), 2 segmen tergolong baik (good), 4 segmen cukup (fair), 8 segmen tergolong jelek (poor), dan 1 segmen tergolong sangat jelek (very poor). Nilai PCI ada pada segmen 35 dengan STA yaitu dengan nilai 19,5 kondisi perkerasan sangat jelek (very poor). Kata kunci : kerusakan jalan, Lansa-Lantung, Pavement Condition Index